Pembiayaan TKI formal dengan sistem potong gaji

PJTKI/PPTKIS menghindari sistem ini.

 

Kecuali karena memang diatur oleh negara penempatan. Dan untuk saat ini hanya pemerintah Taiwan yang memberlakukan itu. Karenanya mereka melibatkan bank mereka Chinatrust untuk melakukan pemotongan gaji, selain juga memberi kesempatan kepada BPR kita (yang tentu saja tetap saja harus bekerjasama dengan bank Taiwan lainnya).

 

Untuk penempatan TKI formal ke negara lain, tak ada pemotongan gaji yang menyerupai Taiwan. Menurut saya, penempatan ke Taiwan cukup mahal (saat artikel ini ditulis sekitar 45 jutaan) untuk gaji per bulan yang hanya berkisar 6-7 jutaan (tergantung naik turunnya nilai mata uang kita. Mereka juga menetapkan biaya yang tinggi pada pekerja dari lain negara seperti Filipina dan Vietnam. Pekerja dari negara terakhir malah harus membayar 30% lebih tinggi daripada TKI untuk dapat bekerja di Taiwan.

 

BNP2TKI, sejak pemberlakuan sistem online sudah berupaya menurunkan tarif tersebut. Tapi hasilnya, karena kurang perhitungan, malah membuat permintaan TKI kita malah turun. Pihak Taiwan lebih suka memilih pekerja Vietnam misalnya yang berani bayar lebih mahal atau rela gajinya dipotong lebih besar.

 

Kembali ke tema pokok kita kali ini, di lain negara selain Taiwan, tak ada perekrutan dan penempatan yang dibiayai seperti yang diberlakukan Taiwan.

 

Kalaupun ada, hanya antar perusahaan. Misalnya, perusahaan Malaysia memotong gaji TKI untuk mengganti biaya perekrutan dan penempatan. Tapi, pemotongan tidak dilakukan oleh bank mereka. Jadi hanya perusahaan saja. Segelintir perusahaan Arab Saudi melakukan hal serupa. Sementara perusahaan Qatar, Uni Emirat Arab (Dubai dan Abu Dhabi) dan Kuwait, tidak melakukan itu karena ada larangan pemerintah mereka.

 

 

 Bagaimana dengan negara Eropa, Australia, Selandia Baru (New Zealand) dan Amerika Serikat (AS)? Boleh dikatakan permintaan TKI untuk ke sana saja tidak ada, jadi tak perlulah dibahas pemotongan gaji. Untuk saat ini hanya di Kanada yang menerima TKI. Dan mereka tak memberlakukan sistem potong gaji. Jadi semua pembiayaan harus selesai di sini.

 

Apakah PJTKI/PPTKIS bisa melakukan inisiatif pembiayaan di awal lalu belakangan memotong gaji TKI yang diberangkatkan sebagai pembayaran biaya proses dan fee?

Tergantung. Tak semua PJTKI/PPTKIS sanggup melakukannya. Apalagi bila jumlah calon TKI yang bakal ditempatkan keluar negeri mencapai puluhan hingga ratusan orang.

Kalaupun bisa, juga ada satu hal yang menjadi pertimbangan; akankah TKI yang sudah diberangkatkan bersedia membayar? Mengingat seperti di Qatar misalnya, pemotongan gaji dilarang. Pekerja (Baca: TKI) harus dengan sukarela membayar langsung. Jadi perusahaan di Qatar tak boleh memotong.

 

Bagi kami, perekrutan dan penempatan TKI dengan sistem potong gaji, sangatlah beresiko. Tak usahlah kepentok masalah, dengan alasan tidak betah, TKI biasa mangkir membayar. Samalah dengan bila anda meminjamkan uang ke teman. Saya yakin kalau jumlahnya tak seberapa anda lebih memilih memberi daripada meminjamkan. Daripada sakit hati karena susah payah menagih.

 

Jadi itu yang membuat kami menghindari sistem potong gaji.

 

Keterangan saya tentu tak menggembirakan bagi anda yang sedang mencari kerja ke luar negeri lewat kami dengan mengharapkan sistem potong gaji. Kembali saya mengingatkan anda bahwa penempatan TKI yang kami lakukan murni bisnis. Dan anda yang hendak bekerja di luar negeri atau di manapun, haruslah berhitung secara bisnis juga. Pula, bekerja di luar negeri adalah salah satu cara untuk mencari nafkah. Masih banyak kesempatan di luar sana.

 

Mengenai pembiayaan untuk menjadi TKI formal silakan klik: https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/01/27/tentang-biaya-untuk-tki-informal-dan-formal/

 

Yang berminat menjadi TKI tanpa melalui PJTKI/PPTKIS silakan klik: https://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/01/tentang-tki-mandiri-dan-persyaratannya/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Satu lagi kiat menghindari penipuan

Terutama bila anda melamar ke salah satu lowongan yang diumumkan PJTKI dan anda diminta untuk membayar di muka. Inilah yang perlu anda lakukan; minta perjanjian penempatan antara PJTKI/PPTKIS dan anda selaku calon TKI.

Apa itu perjanjian penempatan? Seperti namanya adalah perjanjian yang dibuat antara calon TKI dan PJTKI/PPTKIS yang berisi hal-hal yang berkaitan dengan:

1. Posisi kerja yang ditawarkan oleh PJTKI/PPTKIS

2. Gaji yang disepakati

3. Negara tujuan

4. Rincian pembiayaan

5. Waktu tunggu setelah membayar hingga berangkat ke negara penempatan. Saya sarankan anda, calon TKI untuk memberi toleransi tidak lebih dari 3 atau 4 bulan dari setelah anda membayar hingga terbang. Mengapa? Bila lebih dari itu, medical report anda sudah hangus.

6. Sanksi bila PJTKI/PPTKIS tidak bisa menepati perjanjian penempatan juga sanksi bila anda calon TKI bila melanggar perjanjian yang sama. Bila ada sanksi keuangan, harus disebutkan secara detil.

7. Perjanjian penempatan harus ditandatangani oleh pihak berwenang dari PJTKI/PPTKIS setingkat direktur. Bukan karyawan apalagi sponsor/calo (bila Anda melamar tidak langsung).

 

Jadi itu adalah poin-poin penting dalam perjanjian penempatan. Dan bila ada salah satu pihak yang melanggar, bisa dituntut secara hukum karena perjanjiannya jelas.

Semoga membantu

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 8 Komentar

Tiga tahun sudah……….

Alhamdulillah…..hingga hari ini Tuhan masih memberi saya konsistensi untuk berbagi info tentang seluk beluk mendapatkan kerja ke luar negeri.

Selain blog saya ada juga sumber info lain yang rutin memuat tentang hal semacam ini: bnp2tki.go.id. Tapi itu milih pemerintah yang semua info tentu pada tataran normatif saja dengan bahasa yang jaim layaknya situs milik pemerintah lainnya.

Sumber lainnya tentu saja situs milik berbagai LSM yang biasanya melulu tentang permasalahan TKI dan penderitaannya dengan semangat menyalahkan dan pengambilan posisi ‘kami benar, kamu salah’. Dan di situs semacam itu hampir-hampir tak ada tips bagaimana memanfaatkan peluang yang ada selain berita kekacauan dunia akibat ulah PJTKI dan pemerintah seolah-olah dua lembaga itu saja yang bisa berbuat salah.

Blog ini saya usahakan tak terjebak pada hal semacam itu. Karenanya saya memuat tentang petunjuk (kadang praktis kadang tidak) yang selalu saya usahakan selalu sejajar dengan kenyataan di lapangan juga aturan yang di negara kita.  Dan khusus untuk TKI informal pembantu rumah tangga saya bahkan menayangkan satu tulisan dalam bahasa Inggris agar para majikan mereka memahami dan mau taat pada aturan yang berlaku di negara kita. Pula, meski saya tidak selalu menambah tulisan baru, posting-posting sebelumnya saya selalu revisi dan isi dengan info teranyar.

Pertanyaan dan lebih-lebih kritik telah membuat blog ini bertambah lengkap. Dan saya berterima kasih untuk anda semua yang telah nimbrung ke sini.

Karena anda juga blog ini sudah mencapai kunjungan 329 ribu lebih. Dan blog saudaranya http://tklnformal.wordpress.com/ yang berusia lebih muda  dan melulu berisi lowongan kerja luar negeri dari dari instansi pemerintah dan tentu saja pelaku utamanya, PJTKI/PPTKIS, sudah dikunjung 124 ribu kali.

Jumlah yang belum seberapa dibandingkan dengan angka TKI kita di seluruh dunia yang diperkirakan sekitar 6 juta orang!

Apapun itu, saya berdoa pada Allah, ada atau tidaknya blog ini pada TKI yang berjuang mencari nafkah di negeri orang tetap diberi kekuatan. ketabahan, kesehatan dan tentu saja gaji yang layak dan berkah, amien……

 

Dipublikasi di Uncategorized | 6 Komentar

Menjadi TKI, info awal yang perlu diketahui (bagian 2)

Untuk anda TKI mandiri setelah mendapatkan paspor, lulus cek medis, dan mendapatkan visa, perlu juga melakukan pendataan di SISKOTKLN. Pendataan selesai dan ini ditandai dengan keluarnya KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri). Ini penting bila sewaktu-waktu terjadi permasalahan, pemerintah kita tidak kerepotan untuk menelusuri keluarga anda, perusahaan asing yang memperkerjakan anda dan sebagainya.

Banyak memang cibiran orang pada sistem ini. Sebagian besar berkata, bahwa mereka sudah bekerja pada perusahaan besar yang semuanya terjamin, apa perlunya pemerintah memberlakukan ini.

Tak perlulah menempatkan martabat anda setinggi itu.

Ketahuilah seberapa besar perusahaan tempat anda bekerja di luar negeri, tak ada yang 100% menjamin segalanya. Memang fasilitas yang mereka sediakan jauh lebih baik. Tapi itu tetap jaminan ala manusia. Sehebat-hebatnya mereka, bila ada sesuatu tetap saja ujung-ujungnya lari ke pemerintah. Bila terjadi musibah kematian misalnya, pastilah KBRI/KJRI yang urus. Dan tak lucu bila mereka tak punya data apa-apa tentang TKI profesional kita yang meninggal dan hanya mengandalkan informasi serta data dari perusahaan internasional yang hebat dan terkenal itu.  Karenanya tak ada salahnya mengikuti aturan yang memang sudah dibuat oleh pemerintah dan wakil-wakil kita di DPR yang berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini.

Dan adalah penting untuk anda TKI formal dan profesional untuk memberi contoh, teladan bagi TKI low skilled ataupun informal. Buat apa kritik pemerintah dan orang lain soal kepatuhan pada aturan kalau kita sendiri melanggar.

Bila anda setuju dengan pendapat saya, untuk mendatakan identitas & alamat anda juga perusahaan tempat anda bekerja di luar negeri  di sistem SISKOTKLN serta mendapatkan KTKLN silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2011/05/15/persyaratan-mendapatkan-ktkln-dan-alamat-kantor-bp3tki/

Bila tak setuju, anda bisa kirim kritik pedas di bawah ini layaknya LSM :)

Dipublikasi di Uncategorized | 8 Komentar

Menjadi TKI, info awal yang perlu diketahui (bagian 1)

Masih banyak yang menanyakan ke saya tentang syarat dan persyaratan dan hal-hal yang perlu diketahui sebelum menjadi TKI. Sebenarnya saya sudah banyak membahas soal satu ini di dalam posting terpisah. Kali ini saya usahakan merangkum dalam satu tulisan saja agar lebih mudah dipahami.

TKI adalah singkatan dari Tenaga Kerja Indonesia. Dari info yang saya dapat istilah TKI nanti akan diganti menjadi TKLN (Tenaga Kerja Luar Negeri). Saya sendiri tak tahu apa konsekwensi baru dari perubahan istilah tersebut. Tapi adanya berbaik sangka; semoga penempatan dan perlindungan menjadi lebih baik.

TKI adalah WNI kita yang tinggal dan bekerja di luar negeri dengan visa kerja. Semua WNI yang ditempatkan PJTKI/PPTKIS menggunakan visa kerja. Kalau PJTKI/PPTKIS menggunakan visa lainnya, tandanya itu adalah penempatan ilegal.

Jadi bila Anda bertanya pada saya tentang visa belajar ke negara Barat misalnya, atau bagaimana mendapatkan status permanent residency, itu bukan wilayah kerja kami, PJTKI/PPTKIS. Kami hanya menempatkan WNI dengan visa kerja tidak lainnya.

Lalu bagaimana cara menjadi TKI? Tergantung di wilayah mana yang Anda inginkan. Di sektor formal (alias perusahan) atau di wilayah privat alias di rumah tangga.

Untuk Anda yang berminat kerja di rumah tangga, saya sudah membahas soal ini berulang kali. Silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/04/28/mendaftar-jadi-tki-informal-tanpa-sponsor/

Bagi Anda yang berminat menjadi TKI formal, silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2012/03/18/persyaratan-menjadi-tki-formal/

Agar kemampuan anda dilirik oleh perusahaan di luar negeri, penting juga anda membuat CV yang menggambarkan kemampuan anda. Anda menjadi sales untuk diri anda sendiri. CV minimal untuk melamar kerja di luar negeri silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/03/10/cv-untuk-melamar-kerja-ke-luar-negeri/

Tapi bila Anda punya kemampuan untuk mencari sendiri lowongan kerja di luar negeri tanpa bantuan PJTKI/PPTKIS, bisa juga urus semua penempatan langsung tanpa melalui kami. Keterangannya silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/01/tentang-tki-mandiri-dan-persyaratannya/.

Bagi anda calon TKI mandiri, anda juga perlu tahu soal seluk beluk pembuatan paspor dengan mengklik https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/06/29/pembuatan-paspor-tki-dan-lika-likunya/ dan juga bila penempatan anda adalah di kawasan Arab Teluk, anda perlu tahu soal medical check up dan kliniknya yang 99% berlokasi di Jakarta (hanya 1 di Surabaya). Penjelasannya silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/28/medical-check-up-untuk-penempatan-di-negara-negara-arab/

Untuk Anda yang penasaran dengan pembiayaan yang dibebankan PJTKI/PPTKIS, silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/01/27/tentang-biaya-untuk-tki-informal-dan-formal/ dan https://pjtkidantki.wordpress.com/2011/05/29/blak-blakan-tentang-biaya-penempatan-tkw-ke-negara-negara-arab/.

Untuk sementara itu saja dulu. Yang ingin bertanya atau kritik, silakan isi kolom komentar di bawah.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Membedakan PJTKI/PPTKIS legal dan ilegal

Blog ini saya buat awalnya untuk melontarkan kritik kepada pemerintah tapi setelah sedikit merenung saya mengubah tujuan awal dan lebih cenderung membahas info-info yang mungkin diperlukan oleh TKI dan calon TKI.

Selain itu saya tak nyaman menulis kritik.

Bukan apa-apa, bila pembaca mengenal saya secara pribadi, saya bukanlah orang yang tak punya cela buat dikritik. Ya seperti pribadi lainnya, ada saja kebodohan, disengaja atau tidak, yang saya lakukan.

Terkadang kritik tak dapat terhindarkan seperti pada postingan kali ini. Tapi saya usahakan pembahasannya tak melulu berupa keluhan pada pemerintah dari awal sampai akhir.

Pertanyaan tentang legalitas suatu agen perekrutan belakangan mengalir deras ke blog maupun lewat email.

Berikut penjelasan saya mengenai pertanyaan itu.

Pemerintah kita, dalam hal ini pihak yang berwenang seperti Kemenakertrans, BNP2TKI (instansi pertama berwenang mengeluarkan izin operasional suatu agen perekrutan/PJTKI/PPTKIS dan yang kedua bertugas mengawasi gerak-geriknya) dan juga Kemenhub dalam hal ini Ditjen Hubla (yang mengeluarkan aturan mengenai pelaut) sungguh-sungguh abai.

Saat ini rakyat. termasuk saya yang bahkan terlibat langsung dalam industri perekrutan, hampir-hampir tak punya sumber informasi memadai dari pemerintah soal perusahaan apa saja yang sudah mendapatkan izin operasional.

Tengoklah situs BNP2TKI atau pengumuman dari Kemenakertrans (silakan masuk ke google dan ketik daftar PPTKIS) yang keluar hanyalah daftar lama. Padahal Kemenakertrans tahun 2012 silam dan tahun ini sudah memperbaharui hampir semua izin operasional PJTKI/PPTKIS. Perlu diketahui bahwa izin PJTKI/PPTKIS hanya berlaku setiap lima tahun.

Tapi tak satupun dari nama PJTKI/PPTKIS dalam daftar yang saat ini ditayangkan di situs BNP2TKI dan Kemenakertrans adalah mereka yang sudah memperbaharui izin.

Padahal dari sekitar 500 nama dalam daftar tersebut, ada yang sudah tidak aktif atau bahkan sudah dicabut izinnya oleh Kemenakertran sendiri!

Yang lebih menyeramkan, setelah penelusuran ke pihak Kemenhub, saya bahkan tak mendapati nama-nama agen resmi perekrutan untuk pelaut! Kasarnya, tak ada pengawasan terhadap agen perekrutan yang selama ini menempatkan pelaut kita.

Perlu pembaca ketahui, di Indonesia, agen perekrutan untuk pelaut atau mereka yang bekerja di laut hanya segelintir yang mempunyai izin sebagai PJTKI/PPTKIS. Yang saya ketahui hanya dua perusahaan saja!

Memang selama ini ada perbedaan perlakuan terhadap agen perekrutan yang menempatkan pekerja kita di darat dan di laut. Untuk agen perekrutan yang menempatkan pekerja di darat dan lokasi kerjanya di luar negeri, semua harus memiliki izin operasional sebagai PJTKI/PPTKIS.

Sementara untuk agen perekrutan pelaut, seolah tak ada kewajiban semacam itu meskipun sama-sama menempatkan pekerja kita di luar negeri.

Dan memang ada perbedaan persyaratan dokumen untuk perekrutan dan penempatan kerja bagi pelaut dan TKI. Perbedaan ini akan kita bahas lain kali.

Dan dari pembicaraan dengan para pelaut kita, ada semacam rasa tak nyaman (kalau tak boleh dibilang gengsi) untuk mengakui diri mereka adalah juga TKI. Maklumlah kesan TKI selama ini rendahan, menderita, teraniaya dan berbagai citra menyedihkan lainnya.

Harap maklum sebagian besar pelaut (dan juga rakyat Indonesia) tak tahu ada puluhan ribu TKI kita yang bekerja di negara-negara Arab dan juga di negara tetangga seperti Malaysia, bergaji ribuan hingga belasan ribu dollar per bulan plus mendapatkan fasilitas rumah, mobil, pendidikan gratis untuk anak-anak mereka, hingga tiket pesawat tiap tahunnya pulang ke Indonesia!

Kembali mengenai perizinan PJTKI/PPTKIS dan agen perekrutan pelaut, saya sendiri tak terlalu merisaukan ada pemisahaan pemberian izin. Misalnya bukan Kemenakertrans yang mengeluarkan izin untuk agen perekrutan pelaut, melainkan Kemenhub. Bagi-bagi wewenang (dan sumber uang) adalah biasa. Meski tentu saja ada resikonya bila sesuatu terjadi pada WNI kita yang bekerja di luar negeri misalnya kesulitan koordinasi oleh ego yang melekat pada instansi masing-masing. Tapi paling tidak bila pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap agen perekrutan pelaut, permasalahanan tipu-menipu yang berulang kali terjadi bisa diminimalisir. Rakyat punya informasi memadai mana agen resmi mana yang tidak.

Saat ini setiap kali mendapatkan pertanyaan dari pembaca mengenai izin suatu PJTKI/PPTKIS saya hampir-hampir bergerak secara manual untuk mencari info. Biasanya saya mengandalkan beberapa teman yang aktif kongkow dengan petinggi PJTKI/PPTKIS.

Bagaimana saya mendeteksi agen perekrutan untuk pelaut? Bagi saya tak terlalu sulit sebenarnya, meski juga saya tak bisa memberikan keterangan 100 persen tepat tentang status perizinan yang mereka miliki. Tapi kalau mereka punya website, gampang sekali mengenali mereka: bila yang ditonjolkan adalah pelayanan dalam perekrutan pelaut, hampir pasti mereka tidak punya izin sebagai PJTKI/PPTKIS dan oleh karena itu hati-hati bila mereka mengumumkan lowongan pekerjaaan di darat!

Sebab sekali lagi, setahu saya, hanya ada dua agen perekrutan dan penempatan pelaut yang mempunyai izin sebagai PJTKI/PPTKIS.

Bagaimana dengan PJTKI/PPTKIS resmi? Apakah bila sudah resmi mereka tidak melakukan penipuan?

Tentu ada saja yang bermain curang. Tapi relatif bisa dikendalikan karena selain punya deposit di Kemenakertrans, ruang lingkup orang-orang PJTKI/PPTKIS itu tak terlalu besar alias itu-itu saja. Kalau ada apa-apa gampang mengendusnya.

Lalu bagaimana bila masih saja ada berita di TV tentang penggerebekan PJTKI/PPTKIS yang melakukan trafiking misalnya? Khusus trafiking ini, sebagian besar yang menjadi korban adalah TKI informal yang biaya penempatan ditanggung total oleh pihak luar sono. Sebenarnya penggerebekan itu hampir-hampir sandiwara untuk pencitraan. Sebab bila ada TKI yang lolos terbang tanpa dokumen yang sah, hampir pasti sebelumnya aparat pemerintah di bandara juga terlibat.

Tiga tahun belakangan saya malah belum mendengar ada PJTKI/PPTKIS merekrut calon TKI ratusan orang sembari meminta bayaran hingga belasan juta rupiah lalu kabur. Memang ada yang menipu tapi jumlahnya korbannya tak sampai ratusan orang sekaligus pada saat yang sama.

Saran saya untuk anda yang mengincar pekerjaan di luar negeri lewat PJTKI/PPTKIS atau agen pelaut (selain pekerjaan di kapal ikan dan kapal pesiar, sebagian besar biaya perekrutan dan penempatan pelaut ditanggung oleh perusahaan yang mempekerjakan meski ada segelintir perusahaan yang mengoperasikan kapal pesiar mau juga menanggung biaya penempatan) yang membebankan biaya proses penempatan kepada calon pekerja berikut catatan saya yang mudah-mudah bisa meningkatkan kewaspadaan :

  1. Sebagian besar korban penipuan yang curhat ke saya profilnya sebagai berikut; punya uang, mau kerja apa saja asal di Eropa Barat, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Selandia Baru dan mau membayar meskipun lewat belakang.

  2. Usahakan anda hanya mengeluarkan biaya untuk pembuatan paspor dan medical check up dan segelintir biaya proses lainnya (seperti asuransi). Selebihnya simpan saja dulu uang anda di bank, dan untuk meyakinkan pihak agen bahwa anda punya uang tunjukkan saja buku rekening anda. Pembayaran baru anda lakukan setelah menerima visa.

  3. Hati-hatilah bila ada penawaran pekerjaan di negara-negara Eropa Barat, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Negara-negara tersebut tidak menempatkan WNI di prioritas buncit. Eropa Barat dan Amerika Serikat yang sedang dilanda masalah ekonomi yang cukup parah, pembatasan belakangan yang mereka lakukan terhadap pekerja asing dari Asia semakin ketat.

  4. Jangan sesekali punya anggapan bahwa ada jalan belakang untuk masuk ke negara-negara yang saya sebut di atas. Ya memang ada, tapi resiko tanggung sendiri. Kalau punya uang puluhan juta sangat disesalkan bila anda masih ingin menjadi pekerja ilegal apalagi di luar negeri.

  5. Hati-hatilah bila ada agen perekrutan yang anda ketahui biasanya menempatkan pelaut namun menawarkan pekerjaan di daratan.

Sebagian catatan di atas adalah pengulangan sebenarnya. Tapi saya tak segan mengulanginya karena keluhan, komentar yang masuk ke saya juga banyak pengulangan. Jadi anggap saja penegasan.

Dipublikasi di Uncategorized | 3 Komentar

Untuk BP3TKI Serang…….

Seorang majikan mengirim saya tulisan di bawah ini mengenai penyimpangan yang dilakukan BP3TKI Serang di bandara Soekarno Hatta saat melayani TKI PLRT yang memperpanjang kontrak.

Masukan untuk BNP2TKI dan pemerintah pada umumnya.

Humari

Hi Pak Humari,

Thank you for your reply.
After reading your blog, now I have clearer picture about the KTKLN and its regulation.

Just for sharing…

I brought her to Jakarta to visit my relatives there for 3 days only.
We are not aware about the regulation of KTKLN, nor my maid. What she knew is there is no fee for making / extending this card. Also, she remembers did not pay any money when the first time she got this card.

My maid went herself to the KTKLN booth in the airport at level 1 and we were waiting for her at level 2 outside the immigration.
It took her for so long to extend her card, after almost 45 minutes, she came back crying.

My maid told me she was bully by the officer in duty at the KTKLN booth, BP3TKI – Serang terminal 3 Soekarno-Hatta airport.
Surprisingly, we found someone has uploaded this officer face in the youtube when I was searching for more info regarding the KTKLN.
Instead explaining / advising her how to re-new her KTKLN card, the officer scolded her for not having enough money to pay for the insurance.
He insisted my maid to pay Rp. 400.000 for 2 years insurance.
She told us the officer make it difficult to extend her card as she did not bring the employment contract and she requested for insurance to be extended for 1 year only ( as she will not continue working with us anymore after her permit expire in April’14, she has been working with us for almost 6 years ).

She said the officer scolded her and insisted her to pay for Rp. 400.000. Finally after begging and scolded by the officer, she was allowed to pay the insurance for 1 year and paid only Rp. 170.000 But, she need to wait for so long to get her card. She almost thought that they will not give her the card although she paid them already.

My purpose telling my maid story here is just to share how bad is the attitude of the officer. They are not there to help these TKI.
They should be more transparent in explaining the regulation and help them to find a solution if these TKI faces problem in renewing the card.
Not simply just tell them to pay a certain amount of money or cheated them by asking the wrong fee.
If there is any new / changes / revised regulation, all these TKI should be informed.
I believe a lot of maid only realize they need to make the KTKLN card on the day they are going to board the flight.

Hope proper training was given to the KTKLN officer…

Thank you.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar