Mengapa semua penampuan TKI PLRT tertutup?

Jawabannya ada beberapa:

1. Ketika mendaftar dan dinyatakan lolos medical check up, khusus PJTKI/PPTKIS yang menempatkan TKI PLRT (Penata Laksana Rumah Tangga)  untuk negara-negara Arab, sudah mengeluarkan uang fee buat sponsor dan calon TKI. Selain itu PJTKI/PPTKIS juga sudang mengeluarkan uang transportasi untuk calon TKI. Dana tersebut besarnya tak main-main, kisaran 10-15 juta per orang per calon TKI. Jadi kalau calon TKI PLRT mangkir lalu kabur, ya PJTKI/PPTKIS minimal rugi sebesar dana yang saya tulis di atas, per orang.

Karena itu jika ada penggerebekan, sidak atau apapun namanya oleh polisi, menteri, pejabat lalu semua calon TKI itu ditanyai, ya pasti keluar cerita sedih dan tak betah lalu ingin bebas. Wajar! Lha wong mereka semua sudah dapat uang dan nanti bisa daftar lagi ke PJTKI/PPTKIS lain, dan dapat uang lagi!

Anggap saya PJTKI/PPTKIS memberi sponsor 10 juta untuk 1 calon TKI yang direkrut. Lalu sponsor beri 4-5 juta lagi kepada 1 TKI yang mendaftar dan lulus cek medis.

Bagi saya sederhana saja, baiknya pemerintahlah mengeluarkan dana untuk pelatihan calon TKI PLRT. Daripada cuma bisa ngomong di depan media yang wartawannya juga tak kalah lugu memuat semua apa yang diumbar tanpa pernah melihat apa yang sebenarnya terjadi.

Bagaimana? Pemerintah setuju? Kalau ya siapkan saja dana besar untuk itu per calon TKI. Itu belum termasuk fasilitas penampungan, kelas dan biaya makan serta proses dokumen lho

2. Khusus calon TKI yang di tampung di asrama BLK LN, memang tak bisa dilonggarkan. Pelatihan selama ini relatif sudah lebih baik dibanding sebelum tahun 2011. Apa saya asal omong? Sebab mungkin pembaca bertanya-tanya bagaimana mungkin saya tahu sebab tak mungkin saya mengecek satu-satu kualitas TKI. Untuk menilai ada peningkatan kualitas gampang: setiap kali pihak majikan bersedia menaikkan nilah fee, tandanya TKI PLRT kita semakin dihargai. Perlu Anda ketahui, kenaikan fee tidak menguntungkan PJTKI/PPTKIS. Yang untung adalah calon TKI dan sponsor mereka yang rata-rata (99%) orang sekampung mereka sendiri. Kami sendiri ngeri setiap kali nilai fee naik. Bukan apa-apa bila ada calon TKI kabur, kami minimal rugi sebesar fee yang sudah kami keluarkan per orang. Jadi kalau ada 3 calon TKI kabur dari penampungan, anggap saja kami sudah mengeluarkan fee 10 juta rupiah per orang, bisa dibayangkan berapa beban yang harus kami tanggung?

Itu belum termasuk ongkos makan selama di penampungan, proses dokumen. Dalam hitungan saya minimal 50% calon TKI PLRT kita baru punya dokumen lengkap (KTP, KK, Akte Lahir) setelah kami PJTKI/PPTKIS memberikan uang fee.

Negara pernah memberikan dokumen itu secara gratis?

3. Klien kami perlu kepastian bahwa calon TKI yang dokumennya sudah kami proses, benar-benar ada. Bukan sekedar data kosong. Jangan sampai setelah bolak-balik proses dokumen untuk mendapatkan visa selama berminggu-minggu, saat tiket pesawat hendak dibeli, calon TKI tak ada di penampungan.

Jadi itulah mengapa, semua asrama TKI PLRT yang dikelola PJTKI/PPTKIS tertutup rapat. Dalam keadaan mendesak, calon TKI itu diperbolehkan keluar atau bahkan pulang. Tentu saja atas jaminan pihak sponsor mereka.

Khusus TKI PLRT dengan penempatan di negara-negara macam Taiwan, Hongkong, Singapura biasanya malah lebih ketat lagi. Sebab pelatihannya juga lebih tinggi standarnya.

Bagaimana dengan TKI formal, profesional, atau mereka yang bekerja pada perusahaan, proyek dan sebagainya. Untuk kategori ini, PJTKI/PPTKIS hanya menampung mereka saat menjelang tes & interview atau proses dokumen saja. Jarang sekali PJTKI/PPTKIS mengadakan pelatihan untuk mereka.

Karena pelatihan itu pada dasarnya bukan keahlian yang dimiliki PJTKI/PPTKIS. Kami ini perusahaan perekrutan. Tugas asli kami ya mencari pekerja sesuai bidang yang diminta oleh klien. Untuk membuktikan bahwa TKI (pekerja) yang kami cari punya kemampuan, ya harus ada sertifikat. Payahnya negara kita sangat minim memperhatikan ini.  Tanya saja ke BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi)

Lalu apakah tidak ada PJTKI/PPTKIS yang mengadakan pelatihan untuk TKI formal & profesional? Ada. Tapi sedikit sekali dan biasanya hanya demi meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris saja. Contohnya pernah ada beberapa PJTKI/PPTKIS mengadakan pelatihan bahasa Inggris khusus perawat. Dan supaya tak ditinggal begitu saja, PJTKI/PPTKIS biasanya menahan ijazah sang perawat yang ikut pelatihan.

Iya dong. Kalau tak ada jaminan apa-apa, sementara PJTKI/PPTKIS sudah mengeluarkan dana untuk pelatihan, kalau ditinggal siapa yang mau ganti?

Pemerintah? Atau mungkin Anda?

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Contoh surat permohonan pengubahan data di paspor di imigrasi dan dasar hukumnya

Saya tidak segan-segan memasukkan tulisan yang berguna untuk pencari info yang berkaitan dengan penempatan TKI di luar negeri. Tulisan di bawah masih berkaitan dengan cara mengubah data palsu di paspor menjadi data yang sebenarnya.

Lagi-lagi info ini saya dapat dari orang lain. Jadi bukan tulisan saya. Tapi cukup informatif. Bagi yang berkepentingan silakan dipelajari. Sulit dan banyak? Ya. Tapi tetap lebih murah daripada mengurus lewat calo sementera.

Untuk mbak Santi Mayasari, sekali lagi terima kasih.

Humari

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 31 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2011 TENTANG KEIMIGRASIAN

Pasal 64
Pembatalan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia dapat dilakukan dalam hal:
a. Dokumen Perjalanan Republik Indonesia tersebut diperoleh secara tidak sah;
b. pemegang memberikan keterangan palsu atau tidak benar;
c. pemegangnya meninggal dunia pada saat proses penerbitan Paspor;
d. tidak diambil dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan; atau
e. kesalahan dan rusak pada saat proses penerbitan.

Pasal 70
Ketentuan lebih lanjut mengenai prosedur teknis permohonan, pemberian, penarikan, pembatalan, pencabutan,
dan penggantian Paspor biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor diatur dengan Peraturan Menteri.
PERATURAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG PASPOR BIASA DAN SURAT PERJALANAN LAKSANA PASPOR

Pasal 6
(1) Bagi calon tenaga kerja Indonesia yang berdomisili atau berada di wilayah Indonesia, permohonan Paspor biasa diajukan kepada Menteri atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada Kantor Imigrasi yang masih berada dalam Provinsi yang sama dengan domisili yang bersangkutan.
(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan:
a. kartu tanda penduduk yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri;
b. kartu keluarga;
c. akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis;
d. surat pewarganegaraan Indonesia bagi Orang Asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih
kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan;
e. surat penetapan ganti nama dari pejabat yang berwenang bagi yang telah mengganti nama;
f. surat rekomendasi permohonan paspor calon tenaga kerja Indonesia yang diterbitkan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi atau kabupaten/kota; dan
g. Paspor biasa lama, bagi yang telah memiliki Paspor biasa.
(3) Dokumen kelengkapan persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) huruf c harus dokumen yang memuat:
a. nama;
b. tanggal lahir;
c. tempat lahir; dan
d. nama orang tua.
(4) Dalam hal dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c tidak memuat data sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pemohon dapat melampirkan surat keterangan dari instansi yang berwenang.

Bagian Ketiga
Perubahan Data Paspor Biasa
Pasal 24
(1) Dalam hal terjadi perubahan data pemegang Paspor biasa yang meliputi perubahan nama atau perubahan alamat, pemohon dapat mengajukan permohonan perubahan data Paspor biasa kepada Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi.
(2) Prosedur perubahan data Paspor Biasa, dilaksanakan melalui
tahapan:
a. pengajuan permohonan;
b. persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi; dan
c. pencetakan perubahan data pada halaman pengesahan.
Bagian Keempat
Penarikan Paspor Biasa

Pasal 25
(1) Penarikan Paspor biasa dapat dilakukan kepada pemegangnya pada saat berada di dalam atau di luar wilayah Indonesia.
(2) Penarikan Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal:
a. pemegangnya telah dinyatakan sebagai tersangka oleh instansi berwenang atas perbuatan pidana yang diancam hukuman paling singkat 5 (lima) tahun atau red notice yang telah berada di luar Wilayah Indonesia; atau
b. masuk dalam daftar Pencegahan.

Pasal 26
(1) Penarikan Paspor biasa di wilayah Indonesia dilakukan oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk.
(2) Penarikan Paspor biasa di luar wilayah Indonesia dilakukan oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada Perwakilan Republik Indonesia.
(3) Dalam hal pada Perwakilan Republik Indonesia belum ada Pejabat Imigrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penarikan Paspor biasa dilakukan oleh Pejabat Dinas Luar Negeri.

Pasal 27
Dalam hal penarikan Paspor biasa dilakukan pada saat pemegangnya berada di luar wilayah Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 ayat (2), kepada yang bersangkutan diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor sebagai dokumen pengganti yang akan digunakan untuk proses pemulangan.

Pasal 28
(1) Penarikan Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 dilakukan dengan menyampaikan surat pemberitahuan penarikan Paspor biasa kepada pemegangnya.
(2) Pemegang Paspor biasa yang mendapatkan surat pemberitahuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyerahkan Paspor biasa kepada Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari.
(3) Dalam hal pemegang Paspor biasa tidak menyerahkan dalam waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Pejabat Imigrasi yang ditunjuk harus menarik langsung Paspor biasa dari pemegangnya.

Pasal 29
Paspor biasa dapat diberikan kembali kepada pemegangnya oleh Pejabat
Imigrasi yang ditunjuk, dalam hal:
a. tidak terbukti melakukan perbuatan pidana berdasarkan keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap;
b. red notice dicabut oleh interpol; atau
c. namanya dicabut dari daftar pencegahan.

Bagian Kelima
Pembatalan Paspor Biasa

Pasal 30
Pembatalan Paspor biasa dapat dilakukan dalam hal:
a. Paspor biasa tersebut diperoleh secara tidak sah;
b. pemegang memberikan keterangan palsu atau tidak benar;
c. pemegangnya meninggal dunia pada saat proses penerbitan;
d. tidak diambil dalam jangka waktu 1 (satu) bulan sejak tanggal diterbitkan; atau
e. kesalahan dan rusak pada saat proses penerbitan.

Pasal 31
(1) Dalam hal pembatalan karena alasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 huruf a dan huruf b, terhadap pemegang Paspor biasa dilakukan pemeriksaan dan dibuatkan berita acara pemeriksaan.
(2) Berita acara pemeriksaan Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dalam waktu paling lama 2 (dua) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permintaan pengajuan pembatalan Paspor biasa.
(3) Berita acara pemeriksaan Paspor biasa disampaikan kepada Kepala Kantor Imigrasi setempat untuk diperiksa dalam rangka memberikan keputusan pembatalan Paspor biasa.
(4) Pemberian keputusan pembatalan Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilaksanakan dalam waktu paling lama 1 (satu) hari terhitung sejak tanggal diterimanya berita acara pemeriksaan.
(5) Dalam hal Kepala Kantor Imigrasi menyetujui pembatalan Paspor biasa, Pejabat Imigrasi melakukan pengguntingan Paspor biasa dan dimuat dalam berita acara penguntingan.

Pasal 32
(1) Dalam hal pembatalan karena alasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 30 huruf c sampai dengan huruf e, ditindaklanjuti dengan pembatalan Paspor biasa dan dimuat dalam berita acara pembatalan.
(2) Bagi Paspor biasa yang dibatalkan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 Huruf d, pemohon dapat diberikan Paspor biasa melalui prosedur pengajuan permohonan penggantian Paspor biasa.
(3) Bagi Paspor biasa yang dibatalkan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf e, langsung diberikan Paspor biasa tanpa melalui prosedur pengajuan permohonan.

Pasal 33
(1) Dalam hal Paspor biasa dibatalkan dengan alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a dan huruf b, Kepala Kantor Imigrasi dapat memerintahkan kepada Penyidik Pegawai Negeri Sipil Keimigrasian untuk melakukan Penyidikan terhadap pemohon.
(2) Perintah penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam surat keputusan pembatalan.
(3) Perkembangan proses penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaporkan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Imigrasi dan dicantumkan dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.

Pasal 34
(1) Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk menangguhkan pemberian Paspor biasa terhadap pemegang Paspor biasa yang dibatalkan karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 huruf a dan huruf b, dalam waktu paling singkat 6 (enam)
bulan atau paling lama 2 (dua) tahun terhitung sejak tanggal Paspor biasa yang bersangkutan dibatalkan.
(2) Penangguhan pemberian Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dimuat dalam surat keputusan pembatalan.
(3) Penangguhan Pemberian Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaporkan kepada Menteri melalui Direktur Jenderal Imigrasi dan dicantumkan dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.

Bagian Keenam
Pencabutan Paspor Biasa

Pasal 35
(1) Pencabutan Paspor biasa dapat dilakukan dalam hal:
a. pemegangnya dijatuhi hukuman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun;
b. pemegangnya telah kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan;
c. anak berkewarganegaraan ganda yang memilih kewarganegaraan asing;
d. masa berlakunya habis;
e. pemegangnya meninggal dunia;
f. rusak sedemikian rupa sehingga keterangan didalamnya menjadi tidak jelas, atau memberi kesan yang tidak pantas lagi sebagai dokumen resmi;
g. dilaporkan hilang oleh pemegangnya yang dibuktikan dengan surat keterangan lapor kepolisian; atau
h. pemegangnya tidak menyerahkan Paspor biasa dalam upaya penarikan Paspor biasa.
(2) Pencabutan Paspor biasa dimasukan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian.
3) Dalam hal pencabutan Paspor biasa dilakukan pada saat pemegangnya berada di luar wilayah Indonesia maka kepada yang bersangkutan diberikan Surat Perjalanan Laksana Paspor sebagai
dokumen pengganti Paspor biasa yang akan digunakan untuk proses pemulangan.

Bagian Ketujuh
Penggantian Paspor Biasa

Pasal 36
(1) Penggantian Paspor biasa dilakukan jika:
a. masa berlakunya akan atau telah habis;
b. halaman penuh;
c. hilang;
d. rusak pada saat:
1. proses penerbitan; atau
2. di luar proses penerbitan, sehingga keterangan didalamnya menjadi tidak jelas atau memberi kesan yang tidak pantas lagi sebagai dokumen resmi.
(2) Penggantian Paspor biasa yang masa berlakunya akan atau telah habis, halaman penuh, atau rusak pada saat di luar proses penerbitan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d angka 2 ditindaklanjuti dengan pencabutan.
(3) Penggantian Paspor biasa yang rusak pada saat proses penerbitan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d angka 1 ditindaklanjuti dengan pembatalan.

Pasal 37
(1) Penggantian Paspor biasa dapat diberikan di wilayah Indonesia atau di luar wilayah Indonesia.
(2) Penggantian Paspor biasa yang diajukan di wilayah Indonesia diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk.
(3) Penggantian Paspor biasa yang diajukan di luar wilayah Indonesia diberikan oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk pada perwakilan Republik Indonesia.
(4) Dalam hal pada perwakilan Republik Indonesia belum ada Pejabat Imigrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3), penggantian Paspor biasa dilakukan oleh Pejabat Dinas Luar Negeri.

Pasal 38
(1) Penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf d angka 1 yang diajukan di wilayah Indonesia dapat langsung diberikan penggantian Paspor biasa melalui prosedur permohonan Paspor biasa.
(2) Penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf d angka 2 yang diajukan di Wilayah Indonesia, diberikan setelah pembuatan berita acara pemeriksaan dan mendapat persetujuan Kepala Kantor Imigrasi atau Pejabat Imigrasi yang ditunjuk.
(3) Penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf d angka 1 yang diajukan di luar wilayah Indonesia dapat dilakukan penggantian Paspor Biasa melalui prosedur permohonan di luar wilayah Indonesia.
(4) Penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf d angka 2 yang diajukan di luar Wilayah Indonesia, diberikan setelah pembuatan berita acara pemeriksaan dan mendapat persetujuan Kepala Perwakilan Republik Indonesia.

Pasal 39
(1) Berita acara pemeriksaan penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 dilaksanakan oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk atau Pejabat Dinas Luar Negeri dalam waktu paling lama 2 (dua) hari sejak diterimanya permohonan penggantian Paspor biasa.
(2) Dalam hal permohonan penggantian Paspor biasa disetujui, Pejabat Imigrasi yang ditunjuk atau Pejabat Dinas Luar Negeri dapat melanjutkan proses penggantian Paspor biasa dalam waktu paling lama 3 (tiga) hari sejak diterimanya permohonan penggantian Paspor biasa.

Pasal 40
(1) Permohonan penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf c diajukan secara langsung oleh pemohon dengan mengisi aplikasi data dan melampirkan persyaratan:
a. surat lapor kehilangan dari kepolisian setempat;
b. kartu tanda penduduk yang masih berlaku; dan
c. kartu keluarga.
(2) Pejabat Imigrasi melakukan pemeriksaan terhadap permohonan penggantian Paspor biasa sebagaiamana dimaksud pada ayat (1) dan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan.
(3) Berita acara pemeriksaan Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan oleh Pejabat Imigrasi yang ditunjuk dalam waktu paling lama 1 (satu) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permintaan pengajuan penggantian Paspor biasa.
(4) Berita acara pemeriksaan Paspor biasa disampaikan kepada Kepala Kantor Imigrasi untuk mendapatkan pertimbangan dalam memberikan keputusan penggantian.
(5) Pemberian keputusan penggantian Paspor biasa sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dilaksanakan dalam waktu paling lama 1 (satu) hari terhitung sejak dimintakan pertimbangan.
(6) Dalam hal Kepala Kantor Imigrasi menyetujui penggantian Paspor biasa, Pejabat Imigrasi mengeluarkan penggantian Paspor biasa.

Pasal 41
(1) Dalam hal dari hasil pemeriksaan diperoleh petunjuk Paspor biasa hilang atau rusak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf c dan huruf d disebabkan karena:
a. musibah yang dialami oleh yang bersangkutan antara lain kebakaran, kebanjiran dan gempa bumi, dapat diberikan penggantian langsung;
b. ditemukan adanya unsur kekurang hati-hatian dan terjadinya kehilangan di luar kemampuan pemegang Paspor biasa, diberikan penggantian Paspor biasa;
c. ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian disertai alasan yang tidak dapat diterima, pemberian Paspor biasa dapat ditangguhkan paling sedikit 6 (enam) bulan sampai dengan paling
lama 2 (dua) tahun.
(2) Penggantian Paspor biasa karena hilang atau rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikenakan biaya denda sebagai berikut:
a. disebabkan karena musibah, dibebaskan dari pengenaan denda;
b. disebabkan karena kekurang hati-hatian tanpa unsur kesengajaan, dikenakan denda sebesar biaya Paspor biasa yang hilang atau rusak; dan
c. disebabkan karena kecerobohan, dikenakan denda 2 (dua) kali lipat dari biaya Paspor biasa yang hilang atau rusak.

Pasal 42
(1) Pejabat Imigrasi yang ditunjuk atau Pejabat Dinas Luar Negeri dapat menolak permohonan penggantian Paspor biasa karena alasan tertentu.
(2) Alasan tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi:
a. tempat tinggal pemohon berada di luar wilayah akreditasi perwakilan Republik Indonesia di luar negeri; atau
b. pemohon telah kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia dan/atau telah memperoleh kewarganegaraan lain.
(3) Pejabat Imigrasi yang ditunjuk atau Pejabat Dinas Luar Negeri menyampaikan penolakan pemberian Paspor biasa kepada pemohon dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) hari terhitung sejak tanggal diterimanya permohonan penggantian Paspor biasa.
contoh
SURAT PERMOHONAN PERUBAHAN IDENTITAS PASPOR

Bandung, 15 September 2014

Kepada Yth.
Bapak Ketua Pengadilan Negri
Di
Bandung

Perihal : Permohonan Perubahan Identitas Paspor

Dengan hormat,
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Santi Mayasari
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat Tinggal : xxxxxxxxxx
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Tidak bekerja

Dan selanjutnya disebut sebagai ———————————————- Pemohon.

Bersama ini, pemohon hendak mengajukan permohonan ke hadapan Bapak Ketua Pengadilan Negri Bandung, dengan alasan-alasan sebagai berikut :

1. Bahwa Pemohon lahir dengan nama SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986, sesuai dengan KUTIPAN Akta Kelahiran No. 5***-LT-20112013- 0***, tertanggal 27 November tahun 2013 yang lahir dari pasangan suami istri yang bernama Ujan Suryana dan May Maryati dari kantor Catatan Sipil Bandung. (foto copy terlampir);
2. Bahwa sekitar tahun 2006, Pemohon telah mengajukan permohonan penerbitan Paspor, sehingga terbitlah Paspor No. AB016***, atas nama PIPIT PITRIANI, lahir di Bandung, tanggal 19 September 1980 (foto copy terlampir);
3. Bahwa Pemohon ingin kembali mengajukan permohonan penerbitan Paspor di Kantor Imigrasi atas nama SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986, akan tetapi khawatit oleh pihak Imigrasi ditolak oleh karena Pemohon telah memiliki paspor atas nama PIPIT PITRIANI, lahir di Bandung, tanggal 19 September 1980;
4. Bahwa perubahan yang dilakukan oleh Pemohon dari SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu,pada tanggal 30 Oktober 1986 menjadi PIPIT PITRIANI, lahir di Bandung, tanggal 19 September 1980 mengajukan permohonan penerbitan paspor pada tahun 2006 tersebut, yang mana pada waktu itu Pemohon tidak berfikir tentang akibat selanjutnya, oleh karena pada waktu itu Pemohon tidak berfikir tentang dampak negatif dari perubahan tersebut;
5. Bahwa namun demikian Pemohon berprinsip bahwa nama Pemohon adalah SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986, sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran No. 5202-LT-20112013-0054, tertanggal 27 November2013;
6. Bahwa terkait dengan permohonan Pemohon tersebut di atas, Pemohon sangat
berharap agar Bapak Ketua Pengadilan Negeri Bandung dapat mengeluarkan suatu penetapan bahwa nama Pemohon adalah SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986, sesuai dengan Kutipan Akta Kelahiran No. 5202-LT-20112013-0054, tertanggal 27 November 2013, dan memerintahkan kepada Kantor Imigrasi untuk memperbaiki Paspor Pemohon dari Nama PIPIT PITRIANI, lahir di Bandung, tanggal 19 September 1980, menjadi SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986. Menurut Pasal 52 Undang-undang Nomor 23 tahun 2006, tentang Administrasi Kependudukan, terlebih dahulu harus mendapatkan ijin/Penetapan dari Hakim Pengadilan Negri tempat Pemohon.

Maka berdasarkan uraian-uraian tersebut diatas, Pemohon mohon kepada Bapak Ketua Pengadilan Negeri Bandung agar berkenan mengabulkan permohonan Pemohon dengan memberikan Penetapan sebagai berikut:

1. Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya;
2. Menetapkan bahwa Pemohon lahir dengan nama SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986 sesuai dengan Kutipan Akta
Kelahiran No. 52**-LT-20112013-**54, tertanggal 27 November tahun 2013;
3. Memerintahkan kepada Kantor Imigrasi untuk merubah Paspor No. AB 0163**, atas nama PIPIT PITRIANI, lahir di Bandung, tanggal 19 September 1980 menjadi SANTI MAYASARI, yang lahir di Gununghalu, pada tanggal 30 Oktober 1986;
4. Membayar biaya perkara menurut ketentuan yang berlaku.

Demikian permohonan ini diajukan kepada Bapak Ketua Pengadilan Negri Bandung. Diucapkan terima kasih.

Hormat saya,
Pemohon,

Santi Mayasari

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Untuk Perawat Indonesia, tulisan ini patut direnungkan

Sebagai perekrut, saya merasakan sulitnya untuk meyakinkan perawat Indonesia bahwa di luar sana begitu banyak peluang. Padahal banyak info masuk ke saya, pengangguran tenaga medis khususnya perawat dan bidan, bukanlah kabar burung.

Banyak hal yang menjadi hambatan, di luar kemampuan berbahasa Inggris, yang jauh lebih sulit untuk ditembus: mentalitas, sikap inferior, kecurigaan bahwa PJTKI ambil untung, dsb dsb. Saya sendiri tak menyangka bahwa bahkan perawat berpengalaman seperti penulis di bawah ini juga mengalami hambatan yang sama. Sementara dalam benak saya sebelumnya, sebagai penulis, motivator, trainer yang latar belakangnya memang di bidang keperawatan, Pak Syaifoel Hadi tentu takkan menemui hambatan untuk masuk dan berbicara langsung kepada para perawat tentang peluang dan kesempatan yang ada. Dibanding kami-kami yang sudah tak paham teknis, orang bisnis pula.

Dugaan saya keliru. Karena itu saya merasa, perlu menyebarkan tulisan beliau. Karena blog saya termasuk populer di kalangan perawat yang mencari info peluang ke luar negeri.

Buat Anda perawat Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri, saya sarankan rajin-rajin berkunjung ke almamater, ceritakanlah pada para yunior dan dosen Anda seperti apa sebenarnya bekerja di luar sana. Sebab TV kita tak pernah melakukannya. Menyinggungpun tidak. Sementara orang kita mempercayai TV hampir seperti mengimani kitab suci.

Humari

SUARA HATI BUAT DOSEN-DOSEN KEPERAWATAN

Awal Februari depan, saya menawarkan untuk mengadakan sebuah acara motivasi plus Bedah Buku Free of Charge di sebuah kampus di Jawa Tengah. Butuh perjalanan 12 jam dari Malang untuk ke sana. Cukup jauh.

Sebuah kampus terkenal di Jakarta dan Yogyakarta membatalkan, dalam sebuah event yang berbeda, karena fee saya terlalu mahal. Kampus terkenal di Denpasar Bali bilang tidak bisa, karena tidak ada ruang kelas kosong. Kalapun bisa, minta hadiah SATU buku sebagai kompensasi. Sebuah kampus besar di Kediri, batal, tanpa ada pemberitahuan awal. Kampus di Solo, tidak ada jawaban sesudah beberapa kali kontak lewat telepon. Kampus di Jember, malah sesudah kami tiba di kampus, peserta sudah buyar, kurang koordinasi. Di sebuah kampus kondang di Surabaya, bilang lain kali saja. Di Malang, mohon ditunggu jawabannya. Di Kendari, gagal, katanya sangat minim pesertanya. Di Sumbawa, katanya lain kali saja. Di Medan, sedang menunggu respon teman-teman. Di Maluku dan Papua, tidak terdengar nasibnya…….

Saudara…….
Acara ini adalah bagian dari program Roadshow INT, sebagai salah satu bentuk ‘Pengabdian Masyarakat Kampus’, kepedulian perawat terhadap perawat. Dari perawat, oleh perawat dan untuk perawat, terkait dengan belum mantabnya mahasiswa yang memilih keperawatan sebagai jurusannya.

Yang kedua, dilatar-belakangi oleh kualitas layanan keperawatan kita yang diasumsikan rendah. Yang ketiga, karena minimnya lowongan kerja yang tidak imbang dengan jumlah lulusan. Yang keempat rendahnya animo perawat Indonesia mengisi peluang kerja di luar negeri yang sebenarnya juga menjanjikan. Ke lima, mindset masyarakat keperawatan itu sendiri terhadap profesi mereka.

Acara ini merupakan sikap konkrit kepedulian kami terhadap profesi yang dikemas dalam bentuk motivational event: kuliah motivasi, bedah buku dan diikuti initial screening bagi yang ingin ke luar negeri. Tentu saja memiliki nilai akademik yang tinggi (bagi mereka yang ngerti), punya greget akreditasi, kegiatan akademik yang dinamis, memberikan penyegaran bagi mahasiswa dan kampus. Secara umum, konstruktif.

Oleh seorang kenalan dekat yang menghubungkan kami dengan kampus, ternyata jawaban yang kami peroleh dari orang nomer satu di kampus tersebut, jabatannya sebagai direktur,: “Kalau hanya motivasi dan jualan buku, sebaiknya tidak usah!”

Jawaban seperti ini sungguh sangat disesalkan. Seorang pemimpin perguruan tinggi yang mestinya menjunjung nilai-nilai sebuah motivasi sebagai fondasi profesi, khususnya generasi muda, malah beropini sebaliknya, melecehkan. Beliau tidak menyadari, bahwa yang membuat profesi ini dipinggirkan bukan karena lulusan perawat kita tidak terampil, bukan karena tidak pintar dan bukan pula karena kurang pengetahuan. Namun, karena motivasi yang ‘salah’ sehingga mereka: merasa terjebak, lulus kemudian menganggur, dibayar murah dan tidak tahu harus berbuat apa dengan profesi. Bahkan, sistem pengajaran yang ‘kurang tepat’, kalau boleh saya katakan. Bagaimana tepat ngajarnya, jika banyak dosen yang tidak tahu seluk beluk mengajar, kemudian otomatis berdiri dan menjelaskan di depan kelas?

Sebagai seorang penulis, saya merasa dilecehkan karena saya diangap seorang jualan buku. Meski tidak menolak, Yessss!!!! saya butuh duit! Tapi, berapa sih duit hasil menjual buku maksimal yang bisa bawa 100 buah (itu pun sudah berat sekali) jika per buku keuntungan saya Rp 20 ribu? Itupun, hanya sedikit yang beli, karena generasi muda saat ini lebih suka membaca status di FB serta sms ketimbang buku motivasi nursing yang langka ini. Kalaupun buku saya terjual semua, paling banter Rp 2 juta uang yang masuk. Duit segitu, tidak cukup untuk beli tiket Kereta Api dua orang team kami, makan tiga kali, serta nginap di hotel. Apalagi jika harus membawa kendaraan sendiri, bayar bensin dan sopir.

Saudara…..
Jangan kaget dengan mentalitas generasi muda keperawatan ini, karena banyak mereka ada yang dididik dalam naungan mentalitas pendidik seperti yang saya sebutkan di atas.
Bila saya sebutkan berapa jumlah honor ketika mengundang, mereka bilang terlalu mahal. Bila saya sebutkan terserah berapa kampus mampunya, mereka bilang saya tidak profesional. Bila saya jawab tidak usah bayar, mereka bilang saya ini murahan. Bila saya menawarkan coba dulu presentasi saya di depan 3-4 dosen senior, sebelum mengundang buat mahasiswa, mereka tidak berani.

Kesimpulannya, ternyata yang harus mendapatkan motivasi bukan mahasiswa keperawatan saja. Melainkan banyak pendidik profesi keperawatan, posisi-posisi senior keperawatan yang perlu dicuci pola pikir dan kinerjanya terhadap profesi ini. Jangan-jangan, mereka justru yang terpaksa memilih profesi ini?

Mohon maaf jika saya yang salah persepsi tentang anda para pengajar. Artikel ini merupakan hasil ungkapan saya sesudah mengelilingi tidak kurang 80 kampus di Indonesia. Bukan apa-apa tujuannya, kecuali bila anda peduli kepada masa depan mahasiswa, mari maju bersama, hidupkan lingkungan akademik, jangan monoton, beri kesempatan praktisi luar untuk terlibat dalam pengajaran, dan satu lagi, perluas wawasan kesempatan anak-anak, melalui orang-orang seperti kami, di luar pagar kampus, meski gelar kami tidak sepanjang deretan gelar anda. Agar masa depan mahasiswa lebih cerah!

Atau, saya perlu koreksi diri

Wallahu a’lam!
Malang,
SYAIFOEL HARDY

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Penempatan TKI ke Eropa, Australia, Selandia Baru, Kanada & AS mengapa begitu sulit?

Sekali lagi yang saya tekankan, bahwa pembahasan saya di blog ini hanya terbatas pada penempatan TKI dengan visa kerja.

Sementara banyak sekali WNI yang ternyata bisa bekerja dan bermukim di negara dan kawasan, seperti yang saya tulis di judul di atas. Lalu bagaimana mereka bisa masuk ke sana?

Sebagian besar mereka adalah yang sebelumnya menempuh pendidikan di sana lalu menetap. Atau mereka mendapatkan PR karena keilmuan atau karena kekayaan.

Atau mereka yang berstatus masih pelajar atau bahkan mereka dari golongan yang tak terlalu mempedulikan legalitas dokumen. Jadi turis lalu malah melamar kerja.

Sementara kami PJTKI/PPTKIS hanya bisa menempatan TKI hanya dengan visa kerja. Tak lebih.

Diantara kami banyak yang sudah berupaya. Tapi usaha penempatan ke sana sama sekali tak menguntungkan. Penempatan tak bisa banyak dan masal. Kalau penempatan yang bisa dilakukan untuk di bawah sepuluh orang misalnya, biaya akan sangat tinggi. Padahal menurut pengalaman teman-teman saya sesama PJTKI/PPTKIS di lapangan, sering sekali dari 10 approval hanya 1-2 yang diloloskan kedutaan negara-negara yang saya sebut di atas. Atau tidak sama sekali. Kesimpulannya, Eropa, Australia, Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat tak mau menerima TKI dalam jumlah besar. Kalau bisa hampir pasti bukan untuk jatah negara kita.

Selain itu, pesan saya kepada Anda yang S1 apalagi di bidang exact seperti teknik dan kesehatan, jangan sekali-sekali tergiur untuk bekerja di negara-negara tersebut dengan posisi low skill seperti menjadi pekerja serabutan, pemetik buah, pencuci piring di restoran dan sejenisnya meski gaji yang ditawarkan tampak menggiurkan. Bukan apa-apa, bila Anda tidak berkarir sesuai bidang lalu kebablasan bertahun-tahun bekerja sebagai tenaga low skill di AS misalnya, Anda akan sulit lagi diterima untuk berkarir di bidang yang sesuai dengan latar pendidikan.

Tak sekali dua kali saya didatangi pelamar kerja semacam ini. Insinyur tapi malah jadi buruh di AS. Lalu saat pulang ke Indonesia tak ada yang mau terima. Usia sudah 40an. Perusahaan di Indonesia takkan mau memberi tempat fresh graduate buat usia semacam itu. Pihak luar negeri yang selama ini lebih akomodatif. seperti Qatar misalnya, takkan mau juga menerima insinyur mesin tapi pengalaman di gudang sebagai operator forklift di Amerika Serikat.

Karena itu bila Anda punya pendidikan memadai, fokus pada bidang Anda. Tak usah tergiur dengan tawaran pekerjaan low skill di Australia misalnya. Kecuali kalau Anda tak lagi berharap pada kesarjanaan Anda.

Dipublikasi di Uncategorized | 7 Komentar

Data paspor TKI palsu? Begini cara memperbaikinya.

Info di bawah ini adalah berdasarkan pengalaman Mbak Santi yang sebelumnya pernah memegang paspor dengan data palsu. Di posting ini kita tak usah lagi cari kambing hitam. Fokus pembahasannya adalah bagaimana memperbaiki paspor yang berdata palsu dengan dengan data yang sebenarnya.

Untuk Mbak Santi, terima kasih atas infonya. Tulisan Anda sedikit saya edit dengan tidak mengubah inti perkara.

Humari

Kalau misalkan langsung membuat paspor dengan data baru di Imigrasi, pasti langsung kena kasus duplikasi dan prosesnya malah ribet, pengalaman teman saya yang terkena kasus duplikasi paspor disuruh pencabutan data dulu ke imigrasi penerbit paspor pertama.
Paspor saya yang pertama nama, umur semuanya memakai identitas orang lain dan saya sudah mendapatkan paspor baru dengan data asli.

Sebelum memroses perubahan data, datang dulu ke Imigrasi bagian Wasdakim. Konsultasikan masalah perubahan data tersebut.
Di Wasdakim dibuatkan BAP, jadi kita ditanya-tanya seputar paspor pertama dengan data palsu, menurut staf Wasdakim Imigrasi data lama kita tidak bisa dihapus. Kalau kita memperpanjang paspor dengan data asli tersebut data paspor lama kita akan muncul, tapi tidak usah takut kena kasus duplikasi karena ada BAP salinannya diberikan ke kita, dan kita juga punya penetapan pengadilan jadi insya Allah tidak akan bermasalah.

Pengalaman saya, pihak Wasdakim Imigrasi langsung menyuruh ke pengadilan buat mendapatkan penetapan nama saya, prosesnya sekitar 2 minggu. Biaya dibawah 500 ribu, setelah itu bawa kembali penetapan pengadilan tesebut ke Wasdakim Imigrasi beserta paspor lama, Kartu Keluarga, KTP, Ijazah. Proses sekitar 1 bulan, Alhamdulillah cuma bayar paspor baru 360 ribu, tapi yang capek itu bolak baliknya karena kurang satu persyaratan saja disuruh datang lagi besoknya.

Semoga infonya bermanfaat.

Santi Mayasari

Dipublikasi di Uncategorized | 14 Komentar

Anda yang di Banda Aceh, Denpasar, Surabaya & Bandung ingin langsung melamar ke BNP2TKI ke Korea, Kanada, Jepang? Silakan baca pengumuman di bawah

BNP2TKI  akan mengadakan Jobfair (Bursa Kerja) di kota-kota yang saya tulis di atas. Tanggal 13-14 November 2014 akan di adakan di Banda Aceh tempatnya di Hermes Mall.

Bagi Anda yang mencari lowongan ke Korea, Kanada, Jepang (khusus perawat) lewat BNP2TKI bisa langsung datang dan mengorek info langsung dari staf BNP2TKI pusat dari Jakarta.

Untuk kota-kota lainnya jobfair akan diadakan dalam dua minggu ke depan. Waktu, tempat dan tanggal akan saya update di posting ini juga.

Jadi tunggu apa lagi, siapkan CV yang bagus. Dan masukkan lamaran Anda ke BNP2TKI juga PJTKI/PPTKIS yang ikut bersama mereka. Untuk format CV yang layak silakan klik https://pjtkidantki.wordpress.com/2013/03/10/cv-untuk-melamar-kerja-ke-luar-negeri/

Salam sukses!

Humari

Dipublikasi di Uncategorized | 5 Komentar

Jangan mau selamanya menjadi TKW Penata Laksana Rumah Tangga!

Karena bila ada kesempatan buat berkembang, mengapa tidak dimanfaatkan. Jangan habiskan semua uang Anda untuk suami apalagi pacar. Pikirkan juga masa depan Anda. Kembangkan kemampuan diri.

Salah selalu ada cara untuk mengembangkan diri. Salah satunya adalah menambah ilmu dengan mengikuti kursus.

Salah satu order yang paling jarang bisa dipenuhi PJTKI saat ini adalah pekerja di bidang salon dan spa. Peminatnya ada saja, namun komunikasi dalam bahasa asing tidak bisa. Ada yang bisa berbahasa asing, namun keahlian tak punya.

Terutama Anda TKW berpengalaman di Arab Saudi, Qatar, UEA, Oman & Bahrain dan masih muda (dalam pengertian kami di bawah usia 35 tahun), mengapa tidak mengambil kursus menjadi penata rias misalnya. Permintaan pekerja salon dan terapis di negara-negara Arab cukup tinggi. Dan kelebihannya, bila Anda mendapatkan kerja pada salon dan spa di Arab Saudi misalnya, Anda hanya melayani tamu perempuan.

Karena itu mengikuti kursus adalah pilihan yang tetap. Salah satu yang terkemuka adalah yang saya umumkan di bawah.

Klik gambar untuk memperbesar.

Mustika Ratu2 Mustika Ratu3 Mustika Ratu4 Mustika Ratu5 Mustika Ratu6

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar