Masih tentang kualitas SDM kita

Info mengenai lowongan lewat PPTKIS/PJTKI silakan klik https://tklnformal.wordpress.com/

Soal kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia kita sebenarnya tak jelek-jelek amat. Saya bahkan optimis dan, dalam hal-hal tertentu, bangga. Contohnya, makin ke sini, bahkan penata laksana rumah tangga asal Indonesia (baca: TKW pembantu rumah tangga) hingga hari ini tetap menjadi incaran. Tak sekali dua kali pihak negara-negara Arab Teluk melobi pemerintah kita agar penghentian penempatan TKW dicabut. Padahal kalau cuma masalah kuat-kuatan kerja di berbagai bidang, mereka bisa impor SDM dari negara-negara lain semacam Afrika yang badannya besar dan tahan panas. Namun selalu saja mereka kembali datang ke kita. Dan mereka bukan satu-satunya yang begitu. Malaysia, Singapura, Taiwan sama saja. PRT Indonesia sudah bertahun-tahun menjadi idola.

Bagaimana dengan yang lain? Sama saja. Seperti yang pernah saya ungkap dalam posting sebelumnya, kami sedikit sekali menerima keluhan dari perusahaan luar sana yang menyatakan mekanik kita, misalnya, tak paham tugas yang diberikan. Atau perawat kita sama sekali tak bisa menangani pasien.

Lalu di mana masalah kita terletak? Kuantitas yang timpang; sebagian besar tenaga kerja kita berasal dari kategori berkeahlian rendah (low skill)!

Ya apa yang mau diharap dari negara yang hampir 60% angkatan kerjanya tamatan sekolah dasar?

Itu masalah utama kita. Dan saya kira saya tak perlu mengatakan pada pembaca dan, lebih-lebih pemerintah, soal apa yang perlu dilakukan. Yang jelas saya tak melihat ada perubahan kebijakan untuk menanggulangi masalah ini dari pemerintahan Presiden Jokowi. Soal TKI masih seperti menangani korban kebakaran. Kalau ada masalah baru ribut. Kalau tidak ada yang adem ayem.

Pula tak ada pelatihan dan sertifikasi untuk calon TKI kita. Kami PPTKIS masih cari jalan masing-masing bagaimana pekerja kita yang sudah lolos tes (namun tak punya surat-surat yang menandakan bahwa mereka punya kompetensi yang diminta) bisa juga lolos persyaratan yang diajukan negara penempatan.

BLK, kapasitas dan intruktur ya masih itu itu juga.

Jadi yang hanya punya kemampuan dan bakat sebagai penata laksana rumah tangga terpaksa ke luar negeri dengan profesi yang sama. Parahnya di dalam negeri tak ada yang bisa menggaji mereka dengan layak.

Ujung-ujungnya ya cari jalan lagi ke luar negeri menjadi pembantu rumah tangga. Hingga detik ini penempatan TKW PRT secara ilegal dan berlangsung di depan mata pemerintah (saya tulis begini karena pemberangkatan mereka semua melalui bandara-bandara kita yang jelas-jelas wilayah kekuasaan pemerintah). Hebatkan? Moratorium TKI pembantu rumah tangga ke negara-negara Arab Teluk hanyalah lips service.

Jadi? Nikmati saja. Semoga besok belum kiamat. Jadi kita masih punya kesempatan untuk memerangi kemiskinan (miskin itu bisa berujung pada kekufuran) dan meningkatkan kualitas SDM kita.

Amien….

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke Masih tentang kualitas SDM kita

  1. YanYan berkata:

    Assalamualaikum,,
    Sy mau tanya pa, apkh ada lowongan kerja ke luar negeri di thn 2017 ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s