Surel dari pembaca blog saya: Pungli di Bandara Husein Sastranegara Bandung & Kantor BP3TKI Bandung

Salah seorang pengunjung blog ini mengirim pengalaman tak enaknya berhubungan dengan BP3TKI Bandung.

Sekedar pembelajaran bagi semua pihak yang terkait.

Untuk, Mbak Titien terima kasih telah berbagi pengalaman.

Humari

From: Titien Irvianty
Sent: Monday, 6 May 2013 9:52 AM
To: ‘ap2_bdo@angkasapura2.co.id’
Subject: Pungli di Bandara Husein Sastranegara Bandung & Kantor BP3TKI Bandung

 

 

Pada tanggal 2 Mei 2013, salah satu staf kami Bapak Dikie Mardiyanto seharusnya kembali ke Singapura dengan menggunakan penerbangan QZ8361 dari Bandung ke Singapura. Sayang sekali beliau tidak dapat kembali bekerja karena pihak Air Asia bandara Husein Sastranegara Bandung tidak mengijinkan beliau untuk check in dengan alasan beliau tidak dapat menunjukkan kartu TKI. Petugas menyatakan ada peraturan baru mengenai pemberlakuan kartu tersebut, dan tidak dijelaskan kepada Bapak Dikie peraturan apa. Perlu diketahui Bapak Dikie bekerja di Singapura sejak tahun 2010, sudah berkali-kali mondar mandir Singapura Indonesia dan tidak pernah dipertanyakan kartu TKI oleh pihak ground staf airline. Kami juga melakukan pengecekan kepada pihak Kedutaan Republik Indonesia di Singapura bahwa kartu tersebut tidak diperlukan bagi pemegang S-pass/E-pass.

 

Walaupun Bapak Dikie telah menjelaskan bahwa beliau bekerja di Singapura dengan ijin resmi dari pemerintah Singapura, dan memperlihatkan kartu ijin kerja di Singapura (S-pass) petugas check in Air Asia tetap tidak mengijinkan dan meminta Bapak Dikie untuk mengurus kartu TKI tersebut ke BP3TKI di Jalan Soekarno-Hatta Bandung, dan dikatakan bahwa pengurusan kartu tersebut cepat dan gratis. Karena dalam posisi terjepit akhirnya Bapak Dikie mengikuti instruksi petugas untuk mengurus kartu tersebut.

 

Karena tiket yang sudah ada dinyatakan hangus, Bapak Dikie mencoba membeli tiket baru Air Asia untuk berangkat pada hari yang sama atau hari berikutnya. Ternyata kerjasama bertema pemerasan ini sudah biasa dilakukan oleh pihak ground staf Bandara Husein Sastranegara. Terbukti petugas menyatakan tidak ada tiket Bandung-Singapura, semua fully booked. Pihak keluarga Bapak Dikie mencoba diam-diam menghubungi pihak Air Asia untuk membeli tiket dan terbukti tiket masih tersedia. Jadi tanpa kartu tersebut pihak Air Asia tetap tidak mengijinkan beliau membeli tiket tujuan Singapura.

 

Ternyata telah terjadi persekutuan antara pihak petugas Air Asia dengan petugas BP3TKI yang ujung-ujung nya meminta uang. Bapak Dikie diminta untuk membayar Rp.500.000,- untuk biaya pengurusan kartu TKI tersebut, setelah berargumentasi akhirnya beliau hanya memberikan uang Rp.100.000,- kepada petugas bernama Ridwan. Alasan beliau bermacam-macam, harus menunggu instruksi atasan, atasan keluar kota dan lain-lain padahal kartu TKI tersebut sudah ada.

 

Akhirnya Bapak Dikie dapat kembali ke Singapura untuk bekerja melalui jalur penerbangan Jakarta-Singapura dan pada saat check-in di Jakarta dengan penerbangan lain, beliau tidak ditanyakan kartu TKI dan tidak dipersulit sama sekali. Ternyata pihak Bandara Husein Sastranegara memiliki standar berbeda dengan Bandara International Soekarno-Hatta dalam melayani konsumen.

 

Saya sebagai manajer langsung Bapak Dikie Mardiyanto, juga warganegara Indonesia yang bekerja di Singapura menyayangkan persekongkolan yang terbentuk antara pihak petugas check-in counter Air Asia dengan pihak BP3TKI. Sangat merugikan pihak kami, dengan tertundanya kedatangan Bapak Dikie seluruh rencana yang sudah dibuat berantakan. Bayangkan jika beliau ada penerbangan lanjutan, siapa yang akan membayar semua kerugian materi ini.

 

Perlu menjadi perhatian pihak Kementerian Tenaga Kerja mengenai pemerasan terhadap para pekerja yang bekerja diluar negeri. Alangkah baiknya jika ada peraturan  baru mengenai kewajiban memiliki kartu TKI, hendaknya diinformasikan melalui instansi terkait. Apa yang dilakukan staff Air Asia di Bandara Husein Sastranegara adalah tindakan menjebak yang berujung pemerasan terselubung dengan pihak BP3TKI.

 

Sangat disayangkan ternyata pihak swasta seperti petugas Air Asia pun mendapatkan “komisi” dari pemerasan terencana ini. Mohon perhatian bagi pihak terkait bahwa banyak sekali warganegara Indonesia yang bekerja diluar negeri baik dalam sektor formal dan non formal. Jika ada kewajiban dari pihak pekerja hendaknya diinformasikan melalui instansi terkait.

 

Jika Bandara Soekarno Hatta tidak mempertanyakan keberadaan kartu tersebut kenapa pihak check in counter Air Asia di Bandara Husein Sastranegara mempermasalahkannya. Bukankah petugas check in seharusnya hanya melakukan pengecekan terhadap paspor, visa dan tiket? Mohon pertanggungjawaban dari pihak check in Air Asia di Bandara Husein Sastranegara dan petugas BP3TKI Bandung mengenai persekongkolan ini.

 

Perlu diketahui juga, Bapak Dikie Mardiyanto merupakan atlit berkuda nasional yang telah mewakili “merah putih” di berbagai perlombaan internasional termasuk Asian Games 2006 di Doha, Qatar dimana tim Indonesia meraih posisi ke 4. Layakkah bangsa kita sendiri “melayani”nya seperti ini. Sementara negara lain memberikan kemudahan birokrasi, kemana bangsa ini akan dibawa jika aparatnya tidak memiliki nurani.

 

Hormat kami,

 

Titien M Irvianty

Manager

Equestrian Federation of Singapore/National Equestrian Centre

 

 

Regards,

 

sign-titien

 

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

22 Balasan ke Surel dari pembaca blog saya: Pungli di Bandara Husein Sastranegara Bandung & Kantor BP3TKI Bandung

  1. Gozali berkata:

    Pembantu rumah tanggal saya yg kembali ke Singapura juga di kerjain di Husein Rp200.000. Mereka mempertanyakan kartu penerbangan yg terakhir dll yg tidak perlu.

  2. sebenarnya fungsi dan kapan dimintanya/ditanyai,,,mengenai kartu TKI yang sesuai dengan prosedure yang berlaku di indonesia,,,,?

    • Humari berkata:

      Aturannya mulai tahun 2004 akhir. Yang tanda tangan UUnya, presiden kita masa itu: Megawati Soekarnoputri. Pelaksanaannya sempat timbul tenggelam dan baru sekitar akhir tahun 2010 setelah Kemenaketrans rujuk dengan BNP2TKI, aturan ini diberlakukan.

      Fungsinya pendataan. Karena jika terjadi masalah pemerintah kerap gelagapan tak punya data saat ditanya oleh media, rakyat dan LSM. Jadi kalau ada masalah yang menimpa TKI di luar negeri, pemerintah dapat mencari dengan cepat siapa keluarganya, dimana alamatnya, klinik mana yang menjadi tempat medical, PPTKIS/PJTKI yang memberangkatkan, nama dan alamat majikan/perusahaan dsb-dsb.

  3. HERY H berkata:

    perlu di tindak tegas oknum pemeras berdasi di Bandara Husein sastranegara bandung.

  4. ahmad berkata:

    satu pengalaman lagi, teman saya yang 8 bulan kebelakang pulang (exit) lewat tarhil karena dia seorang TKI illegal, saya sangat terkejut karena hari kemaren tgl 28 agustus 2013 sudah berada lagi di rumah kontrakannya yg dulu deket kantor kerja saya. setelah mengobrol banyak; dia pun bercerita bagaimana dia sampe bisa lolos nyampe di saudi lagi padahal sementara temen TKI yg lain pada sibuk-sibuknya ngurusin masalah amnesti. dia lolos dengan modus menyusup ke rombongan umroh dengan paspor yang di beri tanda dengan uang Rp.20.000 .- ternyata antara pengurus umroh dengan penjaga imigrasi itu udah ada kerjasama. kapan negeri ini akan membaik kalau aparatnya seperti ini.

    • Humari berkata:

      Tak adil bila Anda menyalahkan aparat, agen umroh. Pemilik kesalahan terbesar adalah teman Anda. Karena dia lah yang paling tahu status dia terakhir di Arab Saudi. Dan karenanya dia mengatur semuanya untuk lolos.

  5. fitri wijiastuti berkata:

    Sy bkerja dsingapura,,,,dan akan pulang cuti keindonesia,kperluan membuat ktkln,,,,tp dibnp2tki,,,hrs membeli lg asuransi sbsar Rp400.000,,,asuransi itu buat apa sbnernya,,,,karna diluar negri majikan sdah membelikan asuransi slma 2th kpda saya,,,,mohon yg tahu berbagi infonya,,trimakasih

    • Humari berkata:

      Asuransi itu ya untuk Anda dan keluarga bila terjadi apa-apa. Dan sebenarnya wajar saja. Bila suatu waktu TKI yang masih dalam masa kontrak pulang dan sakit, sementara uang tak ada, sudah ada rumah sakit yang bersedia merawat. Kan asuransi di Singapura tak berlaku di Indonesia. Juga bila ada TKI yang meninggal, tak usah lagi ribut soal biaya transportasi ke daerah asal dari bandara. Jadi tak ada jenazah TKI misalnya yang terkatung-katung hanya karena berbagai pihak saling melempar tanggung jawab. Selain itu ahli waris juga mendapatkan kompesansi bila ada kerabat mereka yang meninggal. Tak banyak sekitar 50 jutaan. Tapi lumayanlah daripada tak ada sama sekali.

    • hasan berkata:

      emba kalau mau pulang cuti syaratnya di lengkapi aja minta sama majikan kamu misalnya 1 surat cuti 2 perjanjian kerja 3 kontrak kerja dan 4 surat insuran ,mudah mudahan tulisanku ini bias membantu anda,saya juga TKI

  6. Abdul Kadir berkata:

    Saya berniat berlibur ke Indonesia hanya 10 hari saja dari tanggal 25 Juli 2014 sampai 5 Agustus 2014 sekalian berlebaran di sana.
    Namun saya mempunyai kendala yaitu KTKLN masa berlakunya sudah habis.

    Sekiranya bapak bisa memberikan informasi yang valid mengenai waktu libur bersama kantor pemerintahan khususnya BP3TKI (Serang) pada lebaran 2014?
    Agar pada saat saya pulang bisa memperpanjang KTKLN saya.

    Terima kasih

    • Humari berkata:

      Kalau di Serang, kantor-kantor pemerintah liburnya sama saja dengan yang lain. Mulai Kamis depan. Coba saja di bandara Soetta. Di sana ada konter KTKLN punya BP3TKI serang dan Jakarta

    • hasan berkata:

      kamu bisa bikin KAD KTKLN di Surabaya bandung semarang jogya cilacap,yg lain saya engga tau.

  7. Abdul Kadir berkata:

    Tanggal 3 Juli 2014 kemarin saya departure di Soetta dimana pada saat itu KTKLN saya sudah expire 9 Juni 2014.
    Karena waktu itu banyak urusan yang harus diselesaikan sedang cuti saya hanya sebentar, saya tidak sempat renewal KTKLN. Oleh karenanya saya berinisiatif untuk renewal di Bandara Soetta saja.
    Sesampainya di counter KTKLN untuk renewal, petugas tidak mau melayani dengan alasan persyaratan kan harus lengkap (padahal pada saat itu sata bawa semua persyaratan, termasuk job offer letter).
    Tetap saja petugas tersebut tidak mau melayani, alih alih memberi solusi (suap imigrasi).
    Petugas itu menyarankan saya lanjut saja ke imigrasi dan di passport diselipkan selembar kertas tapi jangan Rp.10.000. Pasti imigrasi langsung kasih stempel pass.
    Lanjut saya ke counter validasi, saya jelaskan permasalahan saya dan dan sudah ke counter D1 (pembuatan dan renewal ktkln). Kemudian mereka tanya saya kerja sebagai apa, saya jawab saya expatriat di perusahaan oil & gas. Kemudian mereka diam dan menyarankan lanjut saja ke imigrasi.

    Inti cerita diatas adalah bahwasannya counter (kantor cabang) untuk mengurus KTKLN di Bandara Soetta tidak effective dan berfungsi sebagaimana mestinya, malah menyarankan suap (pungli) yang sudah biasa dilalap pihak imigrasi untuk memberikan stempel pass.
    (saya saksikan dengan mata kepala sendiri, banyak orang luar (foreigner) di depan antrian saya menyerahkan lembaran Rp.50.000 an kepada petugas imigrasi untuk mendapatkan stempel pass, padahal petugasnya tersebut seorang perempuan yang memakai kerudung.)

    • hasan berkata:

      memalukan tega tega nya mempersulit TKI yg pulang cuti, di suruh bikin KAD KTKLN Medical, kalau yg baru mau berangkat di suruh medical bikin KAD KTKLN MUNGKIN WAJAR kita kan sudah kerja di luar negri pulang cuti kenapa di perlakukan macam orang yg baru mau ke luar negri,lhat Negara lain orang yg mau kerja di luar sangat mudah,contoh dari Negara Nepal Bangladesh Vetnam philipin Pakistan dan lain lain urusanya sangat mudah, calon TKI kAN KEBANYAKAN DARI KELUARGA MISKIN yg mau merubah nasib lihat di kampong kampong sekarang banyak rumah gedong hasil memeras keringat di negri orang.. bukan hasil korupsi, yg menjijikan lagi di bandara yg suka mempersulit TKI, jadi tolong permudah TKI yg mau berangkat ke Negara asal bekerja setelah masa cuti nya habis.,saya juga TKI di tempat kerja saya sudah dapat Best Aword 2013 walaupun saya cuma PENJAHIT yg bekerja di garment pembuatan jaket dan celana olah raga yg bermerek nikke adidas Colombia,,.mudah mudah 2014 dan seterusnya engga ada orang yg mempersulit TKI yg pulang cuti.,dan berangkat ke Negara asal bekerja,Amin

  8. hasan berkata:

    emang bener bisanya meras TKI sudah tau kita pulang ke Indonesia cuti kenapa di haruskan buat Kad KTKLN Medical seneng betul memperusulit TKI emang TKI dari luar negri pulang bawa duit milyaran apa..bagi saya pejabat korupsi saya engga masalah tapi pegawai bandara memeras TKI sangat menjijikan,kita kirja di Negara orang engga ada yg memperulit pulang ke Negara sendiri di persulit di peras,KTKLN gratis medical Rp 125 kad satu tahun 170 2 tahun 290 lagi 3 4 5 tahun sendiri Tanya, di mana ada gratis engga ada undang undang. tolong jangan mempersulit TKI yang pulang cuti.

  9. Fian berkata:

    Ya Allah..mau sampai kpn nih bandara husein ngaco ky gini..ayo kembangkan lg infrastrukturnya dan perbaiki seluruh sistem dan SDM yg ada..

    • Humari berkata:

      Saya sudah tidak dengar lagi keluhan di atas. Sudah semakin baik kok pelayanannya. Itukan saat-saat awal diberlakukan KTKLN (sekarang E-KTKLN)

  10. zha ra berkata:

    Maaf mau tanya suami saya kan kerja di.malaisya kemarin pulang pasal finish permit sekarang dia calling visa baru di indonesia kenapa prosesnya lamaa ya ?? Dah 4bln tak selesai selesai padahal dah medical online dll borang juga dah masuk imigrasi malaisya .agennya kata pengurusan permit di tutup uud baru terus apa benar apa tidak ya mohon penjelasan nya….

    • Humari berkata:

      Soal calling visa itu wewenang pihak Malaysia. Kita tak bisa ikut campur. Soal buka tutup, ubah aturan, itu biasa terjadi. Kita yang pekerja ya bisa apa. Jadi jangan stress dan selalu bersabar.

  11. Dian berkata:

    Bagaimana memperpanjang E-KTKLN yang sudah habis masa berlaku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s