Jangan bubarkan Terminal Khusus Kedatangan TKI!

Perbaiki pelayanan itu yang terpenting!

Keputusan Menakertrans mengenai bolehnya TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) untuk pulang langsung tanpa lewat Terminal 4 (terminal khusus kedatangan TKI) tampak sekali diambil tanpa mempelajari kejadian-kejadian mengenaskan di masa silam yang menimpa TKI sebelum terminal khusus ini dibentuk.

Saya yakin, kejadian di masa silam (TKI PLRT dibawa ke hutan lalu diperas habis-habisan) bakal terulang. Bahkan pernah ada berita setelah diperas oleh supir travel gelap, sang TKI PLRT ditinggal begitu saja di hutan. Itu tak sekali-dua kali terjadi. Belum lagi yang dihipnotis.

Memang di Terminal khusus sekarang ini, kejadian peras-memeras, masih terdengar. Namun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. Dan relatif lebih gampang diawasi.

Kalau pembaca tahu pasti bagaimana perekrutan TKI berawal, pasti setuju dengan pendapat saya. Bagi yang belum tahu, ada baiknya saya uraikan: sponsor/calo/petugas lapangan (PL) menjemput calon TKI dari rumah mereka masing, masing untuk diantar ke kantor cabang. Sebelumnya sponsor/calo/PL telah mengurus dan membayar tetek bengek dokumen yang diperlukan. Sesampai di kantor cabang, calon TKI menginap sembari diuruskan rekomendasinya di Disnakertrans. Lalu calon TKI dengan didampingi petugas dari kantor cabang PJTKI/PPTKIS dibawa ke kantor pusat dimana proses akhir diselesaikan.

Begitu proses akhir selesai, calon TKI siap diterbangkan dan didampingi oleh staf PJTKI/PPTKIS hingga check in di bandara.

Jadi mulai dari rumah hingga detik-detik akhir penerbangan, semua mobilisasi dan transportasi diurus oleh staf PJTKI/PPTKIS.

Bisa dibayangkan, sementara TKI PLRT itu di luar negeri bekerja di wilayah domestik, rumah orang, yang segala macam transportasi diurus/disediakan oleh majikan atau bahkan banyak yang tak pernah keluar rumah selama bekerja sepanjang minimal dua tahun!

Lalu saat pulang, majikan yang antar ke bandara dan setiba di Indonesia dilepas begitu saja! Sementara mereka tak punya pengalaman sama sekali untuk membeli tiket pesawat, pergi ke terminal bus, ke stasiun kereta api, ke travel dan sebagainya. Entah berapa puluh ribu setiap tahunnya TKI kita yang berangkat dan mengalami hal-hal yang serba pertama dalam hidup mereka. Pertama kali ke kota besar, pertama kali tinggal jauh dari rumah, pertama kali ke kantor pemerintahan, pertama kali naik pesawat dan sebagainya.

Dan perlu diingat sebagian besar TKI PLRT kita adalah orang desa yang sebagian besar juga hanya berpendidikan SD, SMP atau bahkan tak tamat SD!

Kecuali TKI PLRT yang berangkat re-entry (cuti), apalagi yang berkali-kali, bolehlah dilepas untuk pulang sendiri.

Makanya keberadaan Terminal Khusus TKI sangat penting. Pelayanan selama ini memang harus diakui buruk. Tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, TKI yang pulang tak ada pelayanan sama sekali sehingga banyak yang ditipu, diperas, didaur ulang oleh PJTKI nakal, ditelantarkan supir di hutan karena tak beri uang, dihipnotis dan berbagai kejahatan lainnya.

Keberadaan Terminal khusus kedatangan TKI terbukti meminimalisir hal-hal jahat tersebut.

Dengan melepas TKI PLRT melenggang begitu saja, sama dengan menjadikan terminal kedatangan sebagai ajang perburuan potensial bagi penjahat, dan TKI PLRT yang sebagian besar perempuan desa itu yang menjadi mangsanya.

Karenanya pihak pemerintah dalam hal ini Menakertrans Muhaimin Iskandar hendaknya meninjau ulang keputusannya. Sebab kebijakan ini penuh resiko buat TKI PLRT. Yang diperlukan adalah perbaikan pelayanan terminal khusus TKI; biaya dibuat masuk akal, waktu tunggu dipersingkat, libas manusia-manusia tukang catut.

Bahkan pekerja migas dengan level insinyur yang pernah saya tempatkan ke Dammam Arab Saudi, suatu kali menjadi korban hipnotis dan dibuang di pinggir tol. Hanya kejadian ini tak masuk berita. Namun sang korban bercerita di depan mata saya.

Ini insinyur. Bagaimana dengan TKI PLRT?

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

6 Balasan ke Jangan bubarkan Terminal Khusus Kedatangan TKI!

  1. aisyah berkata:

    pengalaman saya waktu dari jeddah (lancar) ke jakarta krn tak py tiket langsung ke surabaya,stlh dikumpulkan dibelakang atau diluar lalu nunggu dikumpulin tuk dipanggil satu2 ke bus yg setiap dipanggil petugas2 minta uang tuk naruh koper di bagasi au diminta uang saat didalam bus krn merengek2 sambil mengancam terpaksa kuberikan dan dan akhirnya sampai diterminal dan petugas au bisa dibilang kernet bus minta uang lagi tuk sekedar nurunun tas dr bagasi dan terpaksa ku turunin sendiri , dan didata dan anehnya mau beli tiket tujuan suarabaya dibilang tak ada kosong diloket tapi yg ada dibapak itu katanya dan terpaksa dan terpaksa ku beli dgn harga dua juta lima ratus tuk tujuan kesurabaya,

  2. aisyah berkata:

    betul mengapa harus dibubarkan sesuatu yg ada manfaatnya tapi perbaiki kualitasnya dgn menempatkan petugas2 yg mempunyai Amanah,

  3. nuroh berkata:

    Gak usah dibubarkan,tapi ditertibkan karna kayaknya seperti pemaksaan dan pemerasan,kalo memang keselamatan tki diutamakan knapa kalo ada keluarga tki dijemput dibandara tdak boleh,knapa diharuskan pergi ke terminal khusus tki,apa keluarga mereka bakal ngajak kehutan dan diperas habis2 gak bakal kan,malah kalo keluarga jemput. Lbih aman tp knapa tidak boleh,malah kalo keterminal 4 itulah tki malah diperas habis2 an baik oleh sopir,kenek,polisi yg ngantar kerumah saja kita harus ngasih uang apa itu untuk keamanan atau sekedar alasan,bahkan diterminal tki untuk tukar uang saja dipaksakan,,berilah kesejahteraan untuk tki jangan malah dipersulit mana ungkapan tki pahlawan devisa,

    • nila berkata:

      ia betul,di perbaiki tmpat nya klo bisa samakan dengan terminal utk turis,dan di tertibkan juga pelayanannya,menurut sy TKI juga sama manusia dan warga negara indonesia yg pya hak,kenapa di buat terminal kotor dan jelek,kyk pasar dan tanpa AC,dan kenapa harus di periksa detail barang yg di bawa TKI,dengan berdalih demi keamanan,sy rasa klo mslh barang yg di bawa TKI itu terlalu pribadi dan kurang etis,smpi hrs di daftar,dan di data,bkn nya kita naik kendaraan yg di sediakan udh di jamin aman,…? dan ttp sj mrk memaksa kt hrs memberi uang sm petugas yg di mobil dengan jumlah yg mrka inginkan,stlh kita smpi di rmh.

  4. pahlawan devisa bagi oknum di pjtki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s