72% angkatan kerja kita berpendidikan SD dan SMP, bencana atau berkah?

Seperti judul yang saya tulis di atas, angkatan kerja kita sebagian besar lulusan SD dan SMP. 72% gabungan keseluruhan. Kalau mau dipecah lagi yang lulus dari SMP hanya sekitar 19%. Sisanya 53% adalah berpendidikan SD ke bawah! Ini sumber BPS lho. Bukan khayalan saya.

Hebatnya masih menurut data BPS, Febuari 2010, dari 55 juta lebih angkatan kerja kita yang berpendidikan SD ke bawah, kurang dari 4% yang mengganggur. Sedangkan tamatan Diploma dan Universitas yang berstatus pengangguran masing-masing bersaing ditingkatan 15% dan 14%!

Jadi pendidikan tinggi apakah bencana atau berkah bagi kita?

Kenyataan yang menyedihkan, makin tinggi pendidikan seseorang makin besar hambatan mereka untuk mendapatkan kerja. Hambatan dari diri mereka sendiri tentu saja. Sebab menurut Mario Teguh, pekerjaan selalu ada, hanya upahnya mau atau tidak.

Yudhistira ANM Massardi mengungkapkan bahwa PISA (Program for International Student Assessment) tahun 2009 mengadakan survey di 65 negara, hasilnya pelajar Indonesia berada di urutan ; 60 untuk sains, 57 untuk membaca dan 61 untuk matematika. Kemampuan pelajar kita secara rata-rata berada di posisi rendah bersaing dengan Argentina, Tunisia, Albania, Panama, Peru, Qatar, Kazakstan, Azerbaijan, Kyrgysztan.

Jika kita membaca berita bahwa ada pelajar kita yang juara olimpiade di sana sini, itu memang kenyataan yang membanggakan. Tapi mereka bukan gambaran hasil pendidikan kita secara umum. Rekan-rekan mereka, berdasarkan data BPS dan survey PISA, masih banyak yang jauh tertinggal di belakang.

Baiknya saya ungkapkan juga pengalaman pribadi saya sebagai perekrut. Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan order dari klien lama saya. Permintaan tak macam-macam; 10 TKI perempuan tamatan SMA yang bisa berbahasa Inggris untuk ditempatkan di rumah sakit sebagai staf administrasi. Gajinya memang tak banyak, lebih dari tiga kali lipat UMR DKI belum termasuk lembur. Biaya penempatan gratis (mulai dari dokumen hingga tiket pesawat) tanpa potong gaji, akomodasi dengan perabotan dan peralatan dapur, gas air, asuransi disediakan. Dipotong dengan belanja makan sehari-hari bisa didapat sekitar 3 juta bersih.

Saya tahu agak kecil harapan merekrut angkatan kerja tamatan SMA di Jabodetabek mengingat buruknya imej bekerja sebagai TKI selain upah yang tak terlalu menggiurkan.

Makanya saya hubungi salah satu lembaga pendidikan swasta dimana dulu saya selama 7 tahun lebih mengajar. Pengajaran bahasa pada masa saya menjadi guru di situ lumayan baik.

Percakapan saya lewat telpon dengan salah satu rekan yang masih menjadi guru di sana kira-kira begini,”Sulit diharap, Mas. Tak ada yang bisa.”

“Ngajarnya sekarang bagaimana?”

“Ya begitulah. Setelah sekolah digratiskan murid memang tambah banyak. Tapi masuk seenaknya. Yang baik malah ikut-ikutan bolos.”

“Lho kok bisa lulus 100%?”

“Kan dibantu.” Dibantu kayak kasus salah satu SD di Surabaya yang sempat heboh tempo hari maksudnya.

Saudara-saudara, bila kita ingin mengurangi pekerja di sektor domestik rumah tangga mari kita benahi pendidikan anak-anak bangsa kita selain yang tak kalah penting perbesar peluang kerja di tanah air.

Ini pekerjaan luar bisa sulit.

Yang mudah bagaimana?

Tutup perekrutan dan penempatan TKW lalu anda duduk di rumah sambil menonton sinetron atau bola dengan perut kenyang. Tapi sesekali siapkan mata dan telinga anda untuk menonton berita (lalu mengecam siapa saja yang bisa disalahkan) seperti; anak SD usia 9 tahun dari desa di pantura Pulau Jawa mengidap penyakit maag akut lalu pindah ke lain dunia karena kelaparan atau terbongkar sindikat ‘ibu-ibu single parent’ penjual narkoba lewat facebook.

Itu semua tentu saja imajinasi liar saya. Tapi bukan tidak mungkin di negeri yang devisa nomor duanya berasal dari TKI.

<a href=”http://indonesia-blogger.com”><img src=”http://www.indonesia-blogger.com/img/indonesiablogger.jpg&#8221; border=”0″/></a>

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

11 Balasan ke 72% angkatan kerja kita berpendidikan SD dan SMP, bencana atau berkah?

  1. ova berkata:

    ya benar orng dgn pendidikan tinggi tingkat penganggurannya jg tinggi,saya masuk golongan ini,hehehe. pandangan sy tentang tki berubah,ternyata tdk mudah jg jd tki,meskipun berpendidikan tinggi tp kl tdk pnya pngalaman akan kalah saing dgn yg berpendidikan lbh rndh namun berpengalaman.

    • Humari berkata:

      Hehehehehehe, anda bisa saja. Terima kasih buat komentarnya.

      • Gusti Ahmadi R berkata:

        Dijaman yang serba sulit sekarang ini mencari kerja sangat sulit apalagi bila ingin perpenghasilan lebih. Diusia saya yang sudah hampir seja ini benar-benar sulit Untuk saya untuk mendapatkan itu semua.
        Kiranya Apakah saya dapat bantu carikan Calon TKI sesuai Kriteria Yang Perusahaan Ini perlukan dengan harapan mendapatkan penghasilan tambahan. Dan Insya Allah saya akan memberikan informasi ini sesuai ketentuan yang berlaku di perusahaan ini. terimakasih

  2. Soffy Sopyan berkata:

    please bri sya kesempatan tuk mmbimbing pra calon devisa,,, insya alloh sya kan brusaha smammpu sya tuk beradaptasi dgn mereka hehehehe,, cita2x sya semenjak dahulu ingin bekerja di pjtki andai di sana ada harapan tlong bri sya ksempatntuk mnjalankanya pak,,memang pendidikan sya tidak tinggi,, nmun alhamdullah bahsa insya alloh sudah sya kuasai melayu, englih juga bahasa arab,,,sekian trima ksih ,, semoga bpa dpt mmbrikan kesempatan kpda sya ,, sekian trima kasih,,, klo bpa sudi mmbalas ini alamat email saya.. soffy_sopyan@yahoo.com

    • Humari berkata:

      Sayangnya sebagian besar PJTKI yang menempatkan TKI di Timur Tengah sudah tidak aktif. Yang masih bertahan juga mengurangi karyawan.

  3. maul berkata:

    aslmkm.
    wah ternyata pak humari penggemar pak mario juga yah. betul pak pekerjaan ada tapi upahnya mau atau tidak.
    kalu pak humari ada rekruitmen untuk tamatan sma hubungi saya ya.

  4. Richa berkata:

    Sy PLRT di singapura sejak mei-2008 sampai skrg. Bisa bhs melayu fasih, inggris sedikit. Ingin krja di australiaa. Tp sayangnya ijazah gk punya. Hehe adakah pjtki yg menerimaku?

    • Humari berkata:

      Yang menerima itu employer/user/pengguna jasa. PJTKI itu cuma bantu carikan job dan urus dokumen yang jadi persyaratan.

  5. Adrian Arif berkata:

    Pak Humari, saya mau ngecek PJTKI mana aja yg menangani NZ. Boleh kah saya tahu? Kelihatannya, dalam waktu terngah tahun ini saya akan memberi presentasi di hadapan Dubes baru NZ untuk Indonesia tentang pemetaan imigrasi orang Indonesia ke NZ dari sudut pandang pendidikan. dalam presentasi ini, saya juga mau mengeksplorasi sebagian orang indonesia yang berharap mendapatkan pekerjaan full time disana, dan harapan NZ untuk mendapatkan pekerja blue-collar dan internationally experienced white-collar dari indonesia.

    Mohon bantuannya, biar kita bisa tahu bagaimana respon dan antisipasi dari mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s