Blak-blakan tentang biaya penempatan TKW ke negara-negara Arab

Orang di luar kami banyak yang mengira bahwa selama ini kami, PJTKI, memotong gaji TKW pembantu rumah tangga setiap bulannya selama mereka bekerja. Dan bilamana TKW tersebut memperpanjang kontrak dengan majikannya kami dianggap sebagai pihak yang paling beruntung. Tak perlu mengurus dokumen dan membayar ini itu tapi uang terus mengalir.

Anggapan itu salah sama sekali.

Sebenarnya sejak tahun 2005, bahkan tak ada lagi PJTKI yang memungut pembayaran bagi TKI yang berangkat kerja ke negara-negara Arab. Pada masa itu mulai muncul istilah fee bagi sponsor dan calon TKI yang melamar. (Sebelumnya istilah itu sudah ada namun hanya terdengar pada bulan Ramadhan dimana minat calon TKW untuk berangkat sangat menurun karena mereka memilih berpuasa dan lebaran bersama keluarga di rumah, untuk merangsangnya PJTKI mengeluarkan fee. Tapi saat itu tidak terlalu tinggi. Kisaran ratusan ribu rupiah).

Sebelum tahun 2005, PJTKI memang memungut uang, namun hanya digunakan untuk pengurusan dokumen, membayar asuransi dsb. Tak lebih. Fee PJTKI tetap berasal dari majikan negara penempatan.

Saat ini rata-rata PJTKI mengeluarkan fee untuk sponsor (calo TKI) dan calon TKW sebesar 7-8 juta. Tanpa potong gaji. Uang itu digunakan untuk mengurus surat menyurat (di kantor-kantor pemerintahan asal TKW), uang jajan TKW, hingga uang yang ditinggalkan untuk keluarga mereka di rumah. Kerap kali yang menjadi sponsor TKW adalah suami atau keluarga mereka sendiri.

Itu belum termasuk biaya yang harus dikeluarkan PJTKI untuk mengurus dokumen lainnya seperti paspor, membayar dana perlindungan, asuransi, pelatihan, transportasi dsb-dsb. PJTKI paling banter menerima USD 100 per TKI. Itu nilai terbesar. Banyak yang di bawah itu. Bila ada TKW yang diberangkatkan terkena masalah, hampir pasti hanya buntung yang dipanen.

Fee yang besar untuk sponsor dan calon TKW tadi memunculkan bisnis sampingan; TKW kaburan. Ya TKW kabur dari satu PJTKI ke PJTKI lain demi mendapatkan fee. Semua PJTKI pasti pernah mengalaminya. Berapa prosentasenya pastinya tak diketahui. Tak pernah ada yang mempelajari kasus semacam itu. Tak menarik mungkin.

Dari desas-desus yang terdengar untuk penempatan Arab Saudi saja, sedang antri 120 ribu visa yang telah ngendon di Indonesia berbulan-bulan. Bila negara lain setelah ada TKW yang mendaftar dan lolos cek medis, pelatihan dsb, baru visa turun, Arab Saudi menganut sistem yang berbeda. Visa datang duluan, setelah ada yang mengisi baru distempel oleh Kedubes mereka yang di Jakarta.

Menurut teman saya yang biasa mengedarkan visa dari PJTKI ke PJTKI, 120 ribu visa itu dipastikan uang fee buat sponsor dan calon TKI yang berminat telah tersedia. Siap disalurkan begitu TKW yang mendaftar lolos cek medis.

Jadi jumlahkan saja 120 ribu x 7 juta (jumlah fee minimal). Segitulah uang segar yang berpotensi mengalir ke desa-desa kita, kantung-kantung TKI, bahkan sebelum calon TKW mengerjakan apa-apa.

PJTKI sama sekali tak mendapatkan untung dari fee yang besar itu. Sebab bila calon TKW kabur saat masa pelatihan misalnya, PJTKI lah yang ketiban pulung; mengganti uang yang sudah dikeluarkan buat fee. Atau bila TKW pulang sebelum masa percobaan, PJTKI juga yang harus mengganti.

Karenanya banyak diantara kami yang lebih menyukai bila permintaan TKW untuk Indonesia menurun agar fee tidak menjadi setinggi ini.

Caranya?

Seleksi betul kemampuan ekonomi calon majikan. Salah satu yang paling mudah adalah menerapkan aturan hanya majikan yang mempunyai uang jaminan sebesar minimal 2 tahun gaji TKW yang boleh mendapatkan TKW kita. Kelak, begitu TKW sudah mulai bekerja, tiap bulannya, uang jaminan tersebut dipotong dan ditransfer langsung ke rekening milik TKW.

Minimal 80% permasalahan yang selama ini menimpa TKW bermasalah bisa selesai. Kita bisa fokus menangani masalah lainnya.

Saya pribadi berharap banyak dengan tim pemerintah, yang dipimpin oleh Jumhur Hidayat ketua BNP2TKI, berhasil mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan dan lebih melindungi TKW.

Kami, PJTKI, sangat berkepentingan dengan kenyamanan kerja TKW. Mereka bermasalah (dari diri sendiri atau dari majikan dan keluarganya) sama sekali tidak menguntungkan kami.

Kalau tidak?

Bubarkan BNP2TKI.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

22 Balasan ke Blak-blakan tentang biaya penempatan TKW ke negara-negara Arab

  1. Dida Hidayat berkata:

    mestinya pjtki bisa membagi dua fee tersebut dan memberikannya langsung pada calon tki dan calo(sponsor), saya melihat yang di untungkan itu memang calo, sampai2 mereka(calo2) itu jadi banyak yang kaya2 hanya mengiming-ngimingi calon tki supaya mau kerja di saudi, padahal calo2 tersebut tidak mau bertanggung jawab bilamana ada tki yang bermasalah di saudi, mereka (calo2) hanya sekedar bisa nanya sama pjtki yang memberangkatkan, dan pjtki pun tidak bisa secara langsung menangani tki yang bermasalah di saudi, mereka (pjtki-pjtki) hanya bisa sekedar memberi informasi/meminta bantuan lewat email ke pjtka (istiqdam) yang ada di saudi,,, naaah… baru penterjemah (mutarjim) lah yang ada/kerja di istiqdam tersebut yang sedikit banyak langsung bisa menyelesaikan masalah yang di hadapi tki, akan tetapi pjtki yang ada di jakarta banyak yang meremehkan kerja mutarjin tersebut dengan tidak memberi fee kepada mutajim atas kerjanya dalam menyelesaikan masalah yang di hadapi para tki.
    terus terang saya merasa iri dengan di berikan-nya fee yang banyak pada calo2 yang ada di daerah yang kerjanya hanya membual dan membodohi para calon tki supaya mau kerja di saudi, sementara para mutarjim yang kerja di istiqdam sana tidak diperhatikan oleh pjtki di jakarta dengan tidak di berikannya fee pada mereka.
    Saya pernah kerja 2 tahun lebih jadi mutarjim di istiqdam almusharraf yang bekerjasama dengan pt.amri margatama (awal 2006-awal2009), saya merasa banyak sekali membantu para tki/tkw yang bermasalah, dari masalah ringan sampai masalah yang sulit, dan saya juga berusaha menekan angka pemulangan tki/tkw yang bermasalah dengan cara yang bijaksana terhadap para tki/tkw agar tidak dipulangkan sebelum waktu percobaan 3 bulan yang mana hal tersebut menguntungkan pihak pjtki di jakarta karena tidak mengganti rugi pemulangan tki/tkw sebelum waktu percobaan tersebut. Saya kecewa karena pada waktu saya pulang cuti 2009 datang ke pt.amri margatama untuk ngurus cuti saya dan meminta fee pada amri, namun tidak di kasih.

    • Humari berkata:

      Ini sebenarnya tergantung perjanjian kerja Anda dengan PJTKI. Kalau Anda di sana bekerja sebagai perwakilan PJTKI ya minta ke PJTKInya. Kalau di sana bekerja sebagai pegawai dari kantor agen di Arab Saudi yang gaji ya Arab Saudi. Bila ada yang ingkar, gampang saja tinggal kembali ke perjanjian kerja yang ditandatangani bersama.

      Untuk masalah calo/sponsor, PJTKI pun iri. Tujuh kali lipat dari yang didapat PJTKI. Bos PJTKI saja kalah.

      • Dida Hidayat berkata:

        Masalahnya memang saya status supir di perwakilan istiqdam tersebut, namun selama jadi supir saya juga jadi penerjemah sekaligus, karena kekosongan penerjemah. Dua tahun lebih saya bekerja, sedikit banyak saya sudah bantu pt.amri untuk menekan pemulangan sebelum 3bulan masa percobaan, yang hanya rata-rata paling banyak 2 sampai 4 orang yang di pulangkan dalam waktu 1 bulan dari jumlah 100 s/d 200 tkl/tkw yang datang tiap bulannya. Saya kira wajar ketika saya waktu cuti, saya datang ke pt.amri dan minta kebijaksanaan mudir pt. amri untuk memberi fee walaupun 1 atau 2 juta lah istilahnya untuk uang makan selama lagi cuti di kampung, tapi nyatanya malah cuek-cuek saja. Memang “ter la lu” kalau kata bang haji…. Di riyadh itu ada kurang lebih 12 maktab istiqdam almusharraf yang bekerja sama dengan pt. amri tapi hampir tidak ada satu pun mutarjim asli yang di tempatkan oleh pt. amri di istqdam-istiqdam tersebut, melaikan hanya SUPIR lah yang mengurus semua tkl/tkw yang bermasalah yang datang ke istiqdam-istiqdam tersebut.

      • Humari berkata:

        Semoga pihak PT. Amri Margatama baca pernyataan Anda. Btw, setahu saya mereka sedang vakum.

  2. riki berkata:

    klo ingin cabut surat izin suami yang istrinya dah di penampungan bagaimana caranya?atau mencekal biar passportnya tidak bisa. tolong di balas secepatnya terimakasih

    • Humari berkata:

      Apakah masuk ke PT lewat sponsor? Kalau iya, baiknya Anda langsung datangi sponsornya minta cabut. Kalau sudah terima uang kembalikan saja. Kalau tidak mempan langsung ke kantor PJTKInya

      • riki berkata:

        terimakasih atas kecepatannya tanggagapannya, itu yang jadi masalahnya sponsor tidak tahu tapi pjtkinya tau, sedangkan dokumennya yang di pegang hanya kartu keluarga asli selebihnya di pegang istri. Apakah tetap bisa?klo terjadi masalah /atau di persulit oleh pjtkinya lembaga pemerintahan apa yg harus di datangi?

      • Humari berkata:

        Bisa lapor ke BNP2TKI telpon ke: 08001000

  3. Riki berkata:

    Minta email admin dong, soal mau nanya apa yg sy lakukan indikasi pemalsuan dokumen yg sdh terjadi dan bukti ada pada sy.

  4. Sugiono berkata:

    Ada yg mau bantu sy. ?
    Rata2 yg terima beres kerja di saudi tuh.. TKW.. Jika TKI non pormal bagi sy laki laki.. Harus ada biya2 dulu. Sy berminat kerja jadi Driver pribadi.. Bagi yg sudh tau atow pernah keja jadi driver..di saudi. Sebagey sesama supir.. Mohon batu sy.********* itu nomer HP sy. Bisa ksih info nya. Mksh

    *****No hp saya sensor.

    • Humari berkata:

      Untuk TKI informal Arab Saudi, pembantu rumah tangga maupun supir sudah tidak ada penempatan sejak dua tahun silam. Tapi kalau di sekolahan masih ada namun jumlahnya sangat sedikit.

      Bila Anda ingin info soal bekerja di Arab Saudi silakan masuk ke Facebook, join grup TKI Arab Saudi.

  5. Muhyidin berkata:

    Mengapa PJTKI harus mengeluarkan uang fee sebanyak itu kepada sponsor. Seandainya jumlah sponsor makin sedikit berarti PJTKI harus lebih banyak lagi mengeluarkan fee agar orang-orang berminat menjadi sponsor.

    • Humari berkata:

      PJTKI itu tidak dalam posisi menawarkan orang menjadi sponsor. Kami justru ingin sponsor berkurang. Masalahnya, tenaga kerja kita itu malas cari info lowongan di koran, internet dsb. Itulah yang membuka peluang sponsor muncul. Mereka berkeliling kampung, naik turun gunung menyebar info. Sesuatu yang cuma dilakukan pemerintah kita kalau mengejar teroris. Mereka mengeluarkan dana untuk itu, sebelum kami memberi mereka uang fee sebagai upah. Selain itu sponsor, karena mereka orang daerah juga ya lebih gampang masuk ke kampung-kampung sekitar dari pada kami yang berkantor di kota. Sponsor itu distributor info dari kami. Perannya mirip koran Kompas yang bila kita pasang iklan di sana luar biasa mahal. Kalaulah semua TKI kita pembaca koran, internet, sponsor (penyampai info manual dan tradisional) akan mati dengan sendirinya

      • Muhyidin berkata:

        Assalamu’alaikum Wr.wb
        Pak Humari Yth, boleh nanya untuk proses stamping visa kunjungan keluarga apakah diperbolehkan diurus perorangan ataw hanya melalui agency saja ke kedubes Saudi. Seandainya via kantor pak Humari berapa jasa proses yg harus saya bayarkan. Awaiting your reply.

      • Humari berkata:

        Ke tour and travel umroh saja. Lebih murah

  6. Linfrinsi berkata:

    Saya ingin jadi sponsor yang baik dan bertanggung jawab,gimana caranya ya pak?

  7. Bud cahyo laksmono berkata:

    Aslmualaikum ..maav sya mau brtanya apakh ada kwajiban hak konsorsium trutama bgi orng awam sprti sya kontrak krja 2 th di saudi.apakh sya dpt dana konsorsium.trima kasih

    • Humari berkata:

      1. Dana itu hanya untuk penempatan TKI Perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

      2. Segelintir klien kami bersedia menanggung seluruh pembiayaan. Tapi hanya untuk pekerja dengan skil tertentu dan industri tertentu (biasanya dari bidang migas dan engineering)

  8. rasi tuasikal berkata:

    ass,,,,pa kantor pjtki di mna ya,,,,ini saya pengen jadi tkw di qatar,tapi saya tak tau caranya,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s