TKW dan martabat bangsa, perempuan Arab Saudi, artis tanpa prestasi dan Jumhur Hidayat

Saya kerap terheran-heran bila ada orang-orang mengkait-kaitkan suatu profesi halal (pembantu rumah tangga) dengan martabat. Pandangan saya terhadap orang-orang semacam ini seperti tipikal manusia dari zaman feodal. Dimana kehormatan seseorang semata dinilai dari keturunan dan cara dia mencari makan.

Pelajaran-pelajaran moral yang diajarkan sejak kecil (salah satunya adalah semua pekerjaan halal itu terhormat) ternyata tak meresap ke dalam sanubari manusia yang ‘bermartabat’ ini.

TKW pembantu rumah tangga bukan isu yang sepele karena bagi sejumlah negara penerima mereka sungguh mempunyai peranan yang penting. Peran itulah membuat mereka bermartabat.

Saya tidak yakin penduduk Malaysia, Arab Saudi, Singapura, Hong Kong, Taiwan, dapat hidup senyaman sekarang tanpa mereka. Salah seorang senior saya di PJTKI bahkan berkata,”Coba saja hentikan pengiriman pembantu rumah tangga ke Saudi, bakal bergejolak itu negara, angka perceraian bakal meledak. Kalau begitu raja pun akan turun tangan.”

Dia benar adanya. Siapapun yang pernah hidup di Saudi Arabia mesti tahu bagaimana terbiasanya perempuan-perempuan negara padang pasir itu dengan kemewahan dan kemudahan. Mereka sama sekali tak terbiasa mengurus rumah.”Jangan harap ada kopi panas pas suami bangun tidur kalau tak ada pembantu.” kata senior saya tersebut.

Makanya anda tak perlu terkaget-kaget bila menonton ulasan fashion di TV luar negeri tentang siapa pembeli lebih dari 50% adibusana buatan Paris. Meski kesan yang ditangkap orang luar, bahwa perempuan Arab Saudi itu terkungkung. Ya dalam satu hal mereka tidak bebas, namun dalam hal lainnya mereka mempunyai keleluasan yang tak dimiliki perempuan dari belahan dunia lain.

Malaysia lain lagi. Perempuan-perempuan yang mengambil pembantu hampir dipastikan mereka yang mempunyai karir. Saya pernah membaca salah satu surat keluhan yang dimuat di salah satu koran di Malaysia, tentang bagaimana perempuan itu terpaksa mengorbankan karirnya yang cemerlang demi mengurus rumah hanya karena tidak dapat pembantu dari Indonesia. Padahal dia bisa mengambil pembantu dari lain negara.

Bagaimana dengan Taiwan, Hongkong dan Singapura? Kurang lebih begitulah.

Sementara di dalam negeri Indonesia sendiri, sumbangan TKW pembantu rumah tangga sudah kita ketahui bersama. Itu kalau kita bicara soal uang. Kalau kita bicara soal taraf pendidikan akan timbul pertanyaan; apa yang diharapkan dari bangsa yang 70% angkatan kerjanya tamatan SD dan SMP?

Baru-baru ini pada sebuah pertemuan dengan pimpinan PJTKI, Menakertrans Muhaimin Iskandar menyampaikan kabar bahwa Presiden sudah membentuk tim investigasi soal TKI. Ya tak masalah. Toh ini bukan tim yang pertama yang dibentuk presiden. Tim-tim sebelumnya, di lain bidang, sudah ada. Meski hasilnya tak kemana-mana.

Hadir juga dalam pertemuan itu ketua BNP2TKI, Jumhur Hidayat. Seperti biasa dia tak berbicara apa-apa. Padahal dihadapannya adalah seluruh pimpinan PJTKI. Kalau dia mau marah itu adalah saat yang tepat. Lebih jantan daripada umbar ancaman dan komentar lewat wartawan seperti artis tak jelas prestasi yang berusaha tetap eksis. Tapi dia melenggang pergi begitu Menakertrans pamit untuk menghadiri acara lain. Rupanya meski pernah mendirikan partai guna ikut berlomba dalam pesta pemilu, dan sekarang diangkat menjadi pejabat oleh seorang Presiden dari Partai Demokrat, sikap yang dia tunjukkan jauh dari salah satu persyaratan yang diwajibkan dalam demokrasi; dialog.
Tapi bagaimanapun sikap pejabat kita, saya tetap cinta negeri ini. Dan saya menyatakannya dalam bahasa Indonesia.

(Kali ini saya berusaha mengikuti gaya menulis almarhum Rosihan Anwar, baik judul dan isinya. Bila anda pernah sekali dua kali membaca tulisan beliau di salah satu tabloid, mesti paham maksud saya. Entah berhasil atau tidak, terserah yang baca:).

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

11 Balasan ke TKW dan martabat bangsa, perempuan Arab Saudi, artis tanpa prestasi dan Jumhur Hidayat

  1. samsudin berkata:

    pak saya kerja disaudi
    kalo bikin KTKLN dijuanda bisa gak? kalo bisa jam kerjanya jam berapa sampai jam berapa?masalahnya biasanya aku pulang cuti nyampe juanda jam 08 malem dan ingin langsung bikin KTKLN.
    makasih

  2. ahmad berkata:

    Assalamu’alaikum
    pak, saya seorang laki-laki umur 24 tahun, lulusan STM Elektronika tapi ahli lebih ke Jaringan Komputer. Saya punya keinginan untuk bekerja di Arab Saudi. Ada beberapa tujuan saya ingin bekerja disana :

    1. belajar dan fasih bahasa arab
    2. bisa umrah atau haji
    3. menghadiri majelis ulama-ulama disana (jika ada waktu selepas bekerja)
    4. mencari nafkah

    Terkait keinginanan itu. Apakah ada kesempatan bagi saya saat ini untuk bekerja disana pak, mengingat skarang pemerintah katanya menghentikan pengiriman tki ke arab saudi ? jika ada, bagaimana prosedurnya yah pak, apa yg harus dilakukan bagi seorang awam seperti saya ? Terima kasih…

    ahmad
    makassar

  3. Lisa berkata:

    Maaf numpang tanya terkait KTKLN
    Bpk humari yg terhormat…. Saya rencana plg bulan ini dan saya baca banyak TKI kita yg secara sengaja di kerjain pihak bandara saat mengurus KTKLN … Diperlambat prosesnya dan ujung2nya nadahin tangan Demi dompet pribadi …..(cara kerja yg asal/ogah2an melayani kita apa lagi klo tahu kita cm PRT)Jujur saya benci yg seperti itu krn selain merusak citra bangsa juga bakal buat hati dongkol bukan krn kita harus merogoh gocek tp krn waktu kita yg sia sia melayani tingkah mereka….. Di bandara pastinya ada kan tempat pengaduan dan no tlp untuk menegakan ke adilan dan Demi kenyamanan bersama dinegeri hukum kita tercinta… Dan apakah dalam mengurus KTKLN kita Akan di beri bukti pembayaran juga sekian dan thanks a lot

    • Humari berkata:

      KTKLN sendiri sebenarnya gratis. Yang perlu dibayar adalah asuransinya yang berjumlah sekitar 400 ribu rupiah. Bayarnya juga ke bank, lalu bukti pembayarannya dibawa ke konter KTKLN. Cuma itu. Tak ada bayaran untuk cetak kartu atau sidik jari dan foto misalnya.

      Banyak kok yang bisa urus gratis. Tapi biasanya insinyur atau pekerja high skill lainnya. Sebab mereka takut pada calon TKI dari golongan ini. Saya sering dengar TKI PLRT yang dimintai duit tambahan buat KTKLN. Saran saya, Anda jangan datang mepet waktu biar punya waktu buat ngotot agar tidak bayar uang yang tanpa kwitansi. Sebab itu adalah hak pekerja dan kewajiban mereka untuk mengeluarkan KTKLN bila semua syarat sudah terpenuhi.

  4. reni berkata:

    Numpang nanya,adakah nomor telpon tempat ngelapor karna saudara saya udah 5 taun gajinya gak dikasih,

    • Humari berkata:

      Lapor ke BNP2TKI nomornya 08001000.

      Saudara Anda masih di sana kan? Belum sampai ke Indonesia? Kalau sudah ada di Indonesia, urusannya sulit….dan jarang yang berhasil.

      Juga sebutkan nama PPTKIS yang memberangkatkan. Juga sebutkan apakah saudara Anda sudah pernah pulang ke Indonesia.\

      Semoga berhasil

  5. Syam berkata:

    P’Humari, ada ahli waris dr seorg tkl yg meninggal di Saudi, Almarhum sdh msk thn ke 11 disana. tiap 2 thn selalu perpanjang kontrak dan terlebih dahulu ke Indonesia (cuti). Siahli waris sdh mengajukan klaim, tp ditolak oleh pihak asuransi. Dgn alasan penyakit yg diderita alm (radang & gagal ginjal) memerlukan jangka wkt yg lama. Sy mnt saran bgm baiknya dgn kasus yg spt ini. Tks

  6. Muzaki berkata:

    apa saja syarat-syarat.nya buat KTKLN…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s