Arab Saudi yang menyerap semua…..

Bagi sebagian anda, tulisan ini mungkin pujian. Anda boleh jadi benar. Tapi ini merupakan hasil dari pengalaman kami, PJTKI, berhubungan dengan berbagai tingkatan masyarakat dan perusahaan Arab Saudi. Dan ini merupakan sisi lain dari apa yang selama ini mungkin tak pernah dilihat oleh sebagian besar dari kita.

Arab Saudi mungkin hanya satu-satunya negara yang mau menerima TKI dari berbagai tingkatan pendidikan. Ya sebenarnya bukan TKI saja yang mereka terima. Pekerja India, Filipina, Bangladesh, Srilangka, Mesir, Syria, Nigeria, belum lagi yang berasal dari Eropa dan Amerika, juga mereka serap.

Tapi hanya negara tertentu yang mengirim seluruh level pekerja ke Arab Saudi. Selain India, Filipina, Mesir ya Indonesia.

Perusahaan kami sendiri tak hanya mengirim TKW informal. Saat ini kami juga memproses penempatan untuk dokter, perawat, engineer, operator mesin pabrik, staf administrasi. Itu belum termasuk segala macam tingkatan pekerja migas mulai buruh hingga engineer yang masih dalam tahap menunggu perintah dari klien untuk proses seleksi. Sebelumnya kami juga sudah menempatkan berbagai macam pekerja ke negara itu. Insinyur bergaji USD 10.000 juga pernah kami rekrut dan terbangkan ke Arab Saudi.

Kami sudah promo ke berbagai negara, terutama negara-negara Eropa, Amerika Utara, Australia hingga New Zealand. Peminat untuk penempatan negara-negara itu luar biasa membludak. Hasilnya nihil. Ada teman-teman PJTKI yang juga berhasil menempatkan TKI di sana, tapi masih bisa dihitung dengan jari.

Malaysia saja paling hanya menerima TKI untuk penempatan di rumah tangga dan pabrik. Banyak pula yang ditempatkan di perusahaan-perusahaan migas mereka. Tapi boleh dikatakan, untuk pekerja kelas menengah, di perkantoran, hampir tak ada permintaan untuk itu.

Singapura, sebenarnya juga menyerap banyak TKI dari berbagai kategori. Tapi jumlahnya tentu tak terlalu signifikan. Selain itu mereka lebih cenderung menawarkan kerja pada orang-orang kita yang bersekolah di sana daripada merekrut TKI formal di Indonesia.

Kalaupun anda nanti menemukan perusahaan Singapura merekrut di Jakarta, (prosesnya hampir pasti tidak melalui BNP2TKI alias resmi) penempatan TKI belum tentu di negara mereka. TKI itu kadang mereka peruntukkan buat penempatan di negara-negara Arab bahkan ada juga yang dipekerjakan di Irak dan Afganistan.

Perusahaan Malaysia juga pernah penulis dapati melakukan hal serupa; menempatkan TKI di Irak.

Taiwan hanya menyerap TKI informal dan pabrik.

Jepang hanya perawat dan pekerja ‘magang’.

Hongkong hanya TKI informal.

Korea juga sebatas pekerja kerah biru (pekerja pabrik dan kapal ikan). Ada segelintir ‘craft’ (biasanya welder) dan juga ‘engineer’. Tapi tak banyak. Dan tak terdata oleh Pemerintah kita. Sebab proses perekrutan dan penempatan tanpa ‘kulo nuwun’ ke BNP2TKI dan Depnakertrans.

Arab Saudi lah yang menyerap hampir segala level TKI. Mulai dari mereka yang hanya mampu membaca terbata-bata hingga ‘engineer’ lulusan Eropa dan Amerika.

Banyak TKI yang mereka ambil hanya hapal kosa kata dalam bahasa Inggris tak lebih dari 100 kata, maksud saya pas-pasan . Bahkan ada yang tidak bisa sama sekali. Ini saya berbicara tentang TKI formal lho….bukan TKW pembantu rumah tangga.

Anda percaya bila ada PJTKI yang mengirim puluhan perawat ke Mekkah untuk ditempatkan di rumah sakit kapasita 300 ranjang tapi sama sekali tak bisa bahasa Inggris? Bukan sembarang kirim lho. Mereka diterima dan diseleksi langsung oleh pihak rumah sakit. Juga koki hotel berbintang, supir perusahaan dsb dsb.

Kecuali ‘engineer’ dan dokter serta yang selevel dengan itu barulah kemampuan berbahasa Inggris mereka jadikan salah satu syarat utama. Mengapa bahasa Inggris? Bukan Arab? Karena itulah bahasa utama yang bakal anda pakai di perkantoran-perkantoran mereka. Terutama perkantoran yang berhubungan langsung dengan perusahaan internasional.

Sebab karyawan di kantor-kantor mereka terdiri dari berbagai bangsa.

Apakah karena mayoritas TKI kita muslim hingga mereka mau memperkerjakan kita?

Tidak sama sekali. Itu bukan alasan utama. Kecuali penempatan untuk di Tanah Haram (Mekkah dan Madinah).

Sebab pada dasarnya banyak sekali non muslim yang bekerja di sana. Dalam penempatan TKI formal ke negara-negara Arab, Filipina yang pekerjanya sebagian besar adalah umat Kristiani jauh lebih berhasil dibanding kita. Isu agama tak relevan di sini.

Arab Saudi (dan sebenarnya semua negara-negara Arab Teluk yang kaya itu) hanya pemilik. Operasional hampir semua dijalankan oleh pekerja non Saudi. Mulai dari manajemen hingga office boy. Pekerja pribumi Arab Saudi sendiri disisipkan di antara mereka.

Salah seorang bos Arab Saudi beberapa perusahaan yang menjadi klien saya pernah terang-terangan tidak menyukai kehadiran anak buah pribumi, yang berarti temannya setanah air, ke kantor,”Saya tak masalah bayar mereka, Humari. Asal jangan datang ke kantor. Kalo ke hadir di kantor ada saja masalah yang mereka buat.” Demikian sang bos berkata saat saya bertanya tentang gencarnya Saudinisasi yang saya baca dari iklan di koran Arab Saudi.

Saya biasa merekrut untuk perusahaan Arab Saudi namun yang paling sering saya hadapi adalah manajer bule, India, Filpina, Syria, Mesir dan Pakistan. Saya bahkan pernah berhadapan dengan HR specialist berkebangsaan Jepang pada sebuah perusahaan Arab Saudi totok (asli maksudnya)!

Baru-baru ini di Milis Migas, ada member yang memposting tentang perusahaan kontraktor Cina yang memenangkan tender Aramco. Dia mentertawakan bagai mana kelak mereka bekerja sama; pemilik proyek Arab, kontraktornya Cina, pekerjanya India dan mungkin juga Indonesia yang huruf-hurufnya tak ada yang nyambung! Hehehehehehehe…..

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

8 Balasan ke Arab Saudi yang menyerap semua…..

  1. heri berkata:

    pengen kerja di arab saudi syaratnya apa ya?trim’s

  2. Winardi berkata:

    P.Humari Saya pernah bekerja Saudi sebagai sopir pribadi. dan sekarang Saya berumur 47 thn, apa bisa Saya ini di berangkatkan untuk bekerja Sebagai sopir pribadi ke Arab Saudi, dan kalau bisa ,mohon diberitahukan PT apa? Saya mohon informasinya

    • Humari berkata:

      Untuk supir dan penata laksana rumah tangga, pemerintah kita belum membuka penempatan ke sana. Masih ditutup. Soal bisa atau tidak tergantung majikan.

  3. serius kerja berkata:

    Assalamu alaikum. Sy tertarik untuk kerja di perusahaan minyak arab saudi, terserah posisi apa sj helper gpp.. Tpi terus terang sy tidak pernah kerja minyak. Tolong sy harus kursus jur apa? Biar ada bekal kerja di perusahaan minyak arab. Thx masukannya.

    • Humari berkata:

      Industri migas itu luas banget. Jadi Anda harus tahu juga sisi sebelah mana dari industri migas yang ingin Anda masuki. Untuk bekerja di industri perminyakan di luar negeri, minimal harus ada pengalaman kerja di industri yang sama di dalam negeri.

  4. rudi berkata:

    P.Humari sy kirim lamaran ke agen u/ kerja dipabrik packaging di jubail. Sy di test 2x pertama oleh HR mgr kemudian GM manufacturing karena saya 20 tahun experience. Nego sallary tidak deal. Setelah 1 bln agency memforward bahwa saya passed dan disuruh kirim dokmen untuk kontrak. Ini artinya apa sallary saya disetujui..? Aneh

    • Humari berkata:

      Minta mereka (perusahaan Arab Saudi sana) kirim offer letter yang menunjukkan gaji dan fasilitas yang sesuai dengan keinginan Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s