TKW kita unggul dimana-mana

Bukan cuma TKW sebenarnya, TKI formal kita di bidang migas misalnya juga sudah diakui negara-negara luar sono. Tapi saat ini saya sedang ingin berbagi info tentang TKW alias pembantu rumah tangga.

Mungkin anda membayangkan bahwa TKW kita adalah seorang yang bila berjalan di depan majikan membungkukkan sedikit badan sembari menundukkan kepala, berbicara pelan pada si pemberi gaji, gemetaran bila dibentak dsb-dsb yang berkaitan dengan sikap inferior lainnya.

Bila hal semacam itu yang anda bayangkan, itu pertanda anda kebanyakan menonton sinetron atau memang anda tak pernah punya pengalaman memperkerjakan pembantu rumah tangga versi terbaru.

Bahkan bila anda jeli, di film-film Indonesia anda dapat melihat pergeseran sikap pembantu rumah tangga. Masih ingat adegan yang memperlihatkan pembantu memanggil tuannya ‘ndoro’? Terus semakin kesini menjadi ‘tuan’ dan ‘nyonya’. Sekarang ‘pak’ dan ‘bu’.

Ya semacam itulah. Sikap lugu (yang memang tidak perlu) dan inferior (yang satu ini lebih-lebih) sudah banyak ditinggalkan oleh TKW. Dan majikan mereka juga tak memerlukan itu. TKW bukan dibayar karena itu.

Ada sederet hal yang membuat permintaan TKW Indonesia begitu tinggi. Yang jelas buang khayalan anda bahwa majikan dapat mengeluarkan dana yang rendah untuk mendapatkan TKW kita.

Ini yang membuat TKW kita unggul:

1. Keibuan. Ya karakter semacam itu kerap dibawa TKW kita di luar negeri. Contohnya, saat sedang memasak, bila anak majikan menangis, mereka menghentikan dulu kegiatan mereka dan mendahulukan menenangkan anak majikan.

2. TKW kita tak banyak tuntutan. Bila gaji dibayar tepat waktu, itu sudah cukup. Kerja berat adalah resiko. Perlu anda ketahui, komentar dan penilaian ‘not too much demand’, penulis dapatkan dari berbagai kalangan klien di luar negeri, tak cuma mereka yang merekrut pembantu namun juga perawat, supir, bahkan insinyur migas!

3. Gampang belajar hal-hal baru. Itu bahkan berlaku bagi mereka yang tak menamatkan SD. Sangat berbeda dengan rekan-rekan mereka asal Asia Selatan (India, Nepal, Srilangka, Bangladesh).

4. Pembersih. Bau tubuh tidak menyengat. Sekali lagi soal satu ini TKW kita kerap dibandingkan dengan pekerja asal negara-negara di atas.

TKW kita hanya kalah satu hal dengan rekan mereka asal Filipina: bahasa Inggris. Sementara pembantu asal Filipina juga kalah dalam satu-dua hal; karakter keibuan serta soal ‘demand’. Pembantu Filipina sangat profesional, dalam artian mereka hanya mau mengerjakan sesuai yang tercantum dikontrak. Kalau ditugaskan di luar itu jangan harap kalau tidak ngoceh.

Itu yang menyebabkan permintaan TKW kita sangat tinggi. Tak cuma Arab Saudi dan Malaysia, Hongkong, Taiwan, Qatar, UEA, Oman, Syria juga begitu.

Karenanya perekrutan TKW kita sangat mahal. Bila dibandingkan ‘apple to apple’ jauh lebih mahal daripada rata-rata biaya perekrutan perawat bahkan pekerja migas sekalipun.

Soal satu ini akan saya tuturkan pada tulisan-tulisan berikutnya.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s