Soal sistem online TKI, mari bertanya pada Gayus Tambunan

Berita:

Layanan TKI Online adalah revolusi penempatan TKI” (Jumhur Hidayat, Info Loker, Edidi Rabu 5-12 Januari 2010)

Tanggapan:

Ketua BNP2TKI memuji diri sendiri. Lagi-lagi.

Berlebihan?

Ya!

Bagi kami layanan online buat TKI itu bagus. Tapi tak bisa dimasukkan dalam kategori brillian apalagi revolusi sebab sesungguhnya teknologi itu sudah lama tersedia di negeri ini. Namun mengapa menjelang akhir jabatan dia sebagai kepala BNP2TKI baru dilaksanakan. Apalagi baru diterapkan di satu provinsi. Mimpi apa dia selama ini?

Lagipula itu cuma sistem pendataan TKI, pelatihan dan juga PJTKI yang memproses penempatan sang TKI. Bukan penempatan. Kalau penempatan itu di sana, di luar negeri.

Bagi saya, Jumhur Hidayat baru bisa menepuk dada, mengklaim prestasi kerjanya bila bisa mengubah penempatan TKI informal menjadi formal! Bukan cuma sekedar merapikan data TKI yang selama ini semrawut.

Apa jaminannya bila ada sistem online tersebut pada penempatan perlindungan TKI informal? Sebab sebenarnya kasus penganiayaan, pemerkosaan dan semua tindakan dholim yang dialami TKW itu bukan hanya menimpa TKW yang tidak terlatih. TKW yang berpengalaman juga rentan mendapatkan perlakuan tak wajar. Lha wong wilayah kerja mereka di dalam wilayah privat.

Cobalah lakukan pengamatan lebih jujur dalam melihat masalah-masalah yang menimpa TKW.

Selain itu sistem online TKI juga seharusnya memuat data TKW yang berangkat bolak-balik namun pulang dari negara penempatan kurang dari masa kontrak kerja. Tak sedikit yang punya ‘track record’ 1 bulan kerja di Qatar, 4 bulan kerja di Arab Saudi, sudah pulang diiringi dengan penggantian beberapa majikan dalam kurun waktu yang singkat tersebut. Banyak kami temukan TKW semacam ini datang dan mendaftar di kantor kami yang tentu saja, kalau tak ada tekanan dari pihak sponsor, kami tolak.

Ada baiknya sistem ini ‘memblack list’ TKW yang terbukti tidak niat kerja. Cuma menambah beban kami dan juga KBRI untuk mengurus kepulangan mereka hanya karena tidak betah atau alasan yang dibuat-buat lainnya.

Bagaimanapun saya ucapkan selamat untuk BNP2TKI dan Provinsi Jawa Barat yang mulai menerapkan sistem pendataan online TKI.

Tapi tetap saja ini cuma sistem dalam komputer. Manusianya lebih penting.

Tanya saja sama Gayus.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s