Mereka yang menggelandang di bawah gandara…

Berita :

Ratusan TKI Terlantar di Kolong Jembatan (Media Indonesia, 8 Desember 2010)

Tanggapan :

Tidak semua TKI yang berada di bawah gandara dikarenakan permasalahan yang mereka dapat dari majikan atau ilegalitas mereka akibat permainan jahat PJTKI. Dari banyak kasus, ini yang terjadi: TKW kabur dari majikan bukan sekedar karena mereka mengalami kekerasan, pelecehan, tak digaji dsb dsb…………..Banyak yang sengaja kabur karena ingin bekerja di luar.

Mengapa?

Mereka akan dapat gaji lebih besar bila bekerja di luar. Kalau dengan majikan mereka paling menerima 800 riyal. Di luar mereka bisa dapat 1000 – 1200 riyal. Dan itu tidak pakai menginap di rumah majikan. Kerja dari pagi hingga sore saja. Malam menginap di penampungan liar.

Bila uang dirasa sudah terkumpul banyak dan mereka ingin pulang ke tanah air, mereka kirimkan semua barang dan uang. Sisakan secukupnya buat hidup hingga nanti ditangkap oleh jawazad (polisi imigrasi). Mereka dapat pulang dengan gratis, tak perlu beli tiket.

Dulu hingga tahun 2004-2005, jawazad akan menangkap langsung TKW yang tidak mempunyai identitas Iqama (KTP) ataupun paspor dan langsung memasukkan mereka ke penjara deportasi untuk dipulangkan. Biaya ditanggung oleh pemerintah Arab Saudi. Dari salah satu sumber, saya pernah mendengar uang yang digunakan pemerintah Arab Saudi untuk memulangkan TKI kaburan kita itu berasal dari uang zakat.

Namun setelah tahun 2005, semakin banyak yang kabur, jawazad kewalahan. Penjara deportasi penuh sesak. Ratusan orang menunggu kepulangan. Karenanya banyak yang berkeliaran di jalanan tidak lagi ditangkapi. Mereka lalu menggelandang di bawah jembatan (gandara).

Celakanya orang kita kerap bermain di situ. Mereka melihat itu sebagai peluang bisnis. Ada orang kita yang memungut bayaran dari TKW yang menginap di bawah gandara. Lalu uang dan nama-nama TKW/TKI yang membayar dibagikan juga pada jawazad yang bertugas. Jawazad lalu menangkapi dan membawa mereka yang sudah membayar ke penjara deportasi. Yang tidak membayar dijamin akan menggelandang di situ berbulan-bulan.

Permasalahannya sangat Indonesia kan?

Anda bisa percaya kalau saya sampaikan bahwa baru-baru ini seorang teman yang bekerja di tour & travel haji menyampaikan info bahwa ada orang Indonesia yang mencari nafkah dengan menghalangi haji dari Indonesia juga buat mencium Hajar Aswad. Hadangan baru mereka buka bila mereka dibayar 500 – 700 riyal!

Kembali ke masalah utama……..

Tahun 2006, sepengetahuan saya (waktu itu saya melakukan riset untuk naskah soal TKI yang sampai sekarang tak laku-laku:)), rata-rata perlu waktu dua minggu bagi seorang TKW untuk dipungut oleh jawazad. Itupun bagi mereka yang sudah membayar dengan orang kita yang lalu menyetorkan uang ke jawazad! Itu sudah berlalu 4 tahun.

Apakah KBRI dan KJRI tidak tahu itu? Lalu apa upaya mereka (yang adalah kaki tangan pemerintah) untuk mengatasinya? Mengapa semua baru sekarang dipermasalahkan setelah semua diungkap besar-besar oleh media (dulu juga ada segelintir yang memberitakan namun tak seperti sekarang)? Pemerintah macam apa yang baru bertindak setelah ada berita?

Sampai kapan mentalitas ‘mau berak baru gali lobang’ dipertahankan pemerintah?

Perlu anda ketahui bahwa tidak semua mereka yang di bawah gandara itu TKI yang mendapat masalah dari majikan. Dan tidak semua mereka masuk ke Arab Saudi sebagai TKI. Banyak pula yang masuk dengan visa umrah lalu kabur dari rombongan setelah umrah selesai lalu mencari kerja di sana.

Lalu siapa yang harus disalahkan?

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

3 Balasan ke Mereka yang menggelandang di bawah gandara…

  1. aisyah berkata:

    pernah kulihat mrk pr muda mudi di bawah kubri bkn seperti orang kesusahan atau malu krn seperti gelandangan,malahan mrk asyik bermain gitar dan bernyanyi

  2. reni berkata:

    Orang kayak gitu seharusnya sibiarkn saja biar jera,kerja disaudi meraup real bahkan pengen plang gratis,keenakan banget,gak tau malu harga diri bangsa indonesia ditaruh dipantatnya,siapa yang harus disalahkan,jangan tuding pemerintah indonesia,,salahkan tki itu sndiri malah indonesialah yg harus malu punya warga kayak gitu,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s