TKI ke Eropa, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat?

Ini posting yang ke sekian kalinya, saya menggunakan judul yang diakhiri tanda tanya.

Sebab banyak yang bertanya kepada saya lewat email, telpon atau bahkan datang langsung ke kantor saya tentang peluang bekerja ke negara-negara Barat.

Sedih rasanya bila pertanyaan itu diajukan bila terpaksa saya menjawab dengan nada pesimis. Tapi itulah kenyataan yang kami temui. Sedikit sekali peluang kerja ke negara-negara tersebut kecuali bila anda punya keahlian khusus.  Dan mereka yang berkeahlian khusus tentulah tidak banyak.

Kalau anda hanya berangan-angan kerja sebagai pekerja kerah biru (pabrik, restoran, dsb) di negara-negara tersebut dan ingin berangkat ke sana sebagai TKI resmi (sebagian teman-teman di LSM mengatakan tak ada istilah TKI resmi dan tak resmi yang ada adalah TKI berdokumen dan tak berdokumen), saya berani berkata peluang semacam itu belum pernah kami, PJTKI, dapatkan.

Ada memang PJTKI yang memberangkatkan TKI ke negara-negara Barat, namun mereka yang diberangkat memiliki kemampuan di atas rata-rata, secara bahasa maupun keahlian. Peluang terbesar untuk TKI berkeahlian khusus adalah, perawat (itupun mereka yang memiliki kemampuan berbahasa dan pengalaman di atas rata-rata), staf hospitality di kapal pesiar, pelaut, tukang kayu dan tukang las  yang sudah berpengalaman di migas juga kru kapal ikan. Ada pula sebagai pekerja musiman pemetik buah di Australia dan Selandia Baru.

Tapi jumlah mereka tak banyak. Karena peluangnya juga sedikit.

Ada salah satu CTKI yang ngeyel pada saya bahwa sedikitnya TKI yang bekerja di negara Barat karena PJTKI lemah promosinya, juga hanya fokus memberangkatkan TKI informal.

Ketahuilah meski tak banyak, ada kok di antara kami yang berusaha menembus ke sana. Bahkan ada satu dua PJTKI yang membayar marketing manager bule buat menembus pasar kerja di negara-negara Barat. Hasilnya jauh dari menggembirakan. Kalaupun bisa, biayanya sangat-sangat tinggi. Mengapa? Karena semua pembiayaan total (biaya visa, tiket pesawat juga fee buat PJTKI) ditanggung oleh CTKI!

Apalagi untuk bidang-bidang tertentu seperti perawat misalnya, tidak bisa langsung bekerja sebelum mengikuti pendidikan selama beberapa bulan lalu dan lolos ujian untuk mendapatkan lisensi.

Lalu sang CTKI yang ngeyel membandingkan dengan negara Vietnam, Filipina dan Cina yang sanggup menempatkan banyak pekerja di negara-negara Barat.

Wah, kita sama sekali tidak dapat disamakan dengan mereka. Secara politik dan ideologi kita adalah bangsa yang dicurigai Barat.

Di Amerika Serikat banyak orang pekerja Vietnam karena ada hal semacam penebusan rasa bersalah sehingga negara Paman Sam menerima begitu banyak imigran dari negara tetangga kita itu.

Filipina lain lagi, selain secara ideologi mereka memang dekat dengan Amerika, kemampuan berbahasa Inggris para Pinoy juga luar biasa. Tak heran bila anda menemukan ada rakyat mereka yang bisa bernyanyi menyaingi Celine Dion dan Lady Gaga sementara penyanyi kita hanya bisa meniru bajunya.

Pekerja migran Cina banyak diterima karena tampaknya Barat ingin tampak ramah. Selain itu juga, penyeludupan manusia dari Cina ke negara Barat luar biasa modusnya. PJTKI ilegal paling bengal sekalipun belum pernah melakukannya.

Baru-baru ini ada seorang pekerja gelap asal negeri kita yang meminta suaka ke negeri Paman Sam. Alasannya; dia beragama minoritas dan preferensi seksualnya tidak direstui mayoritas yang berakibat dapat mengancam nyawanya. Berita itu dimuat di situs berita terkenal di AS.

Reaksinya luar biasa. Bukan memihak sang pencari suaka malah membela posisi bangsa Indonesia. Ada yang menulis, Indonesia adalah negara yang ramah bagi gay asal tidak bersikap vulgar. Katanya lagi, tiap hari dari pagi hingga malam kita bisa melihat gay tampil di TV-TV Indonesia dan mereka tidak dibakar kaum radikal muslim. Ada juga yang bilang pencari suaka itu bohong sebab di Indonesia semua agama diakui bahkan ada hari liburnya, hal serupa yang tidak ada di AS.

Sebelum berita itu pernah juga ada sekelompok orang kita yang mendapatkan suaka di Kanada karena aksi serupa; korban diskriminasi fisik, materi dan agama. Tapi suatu saat ketahuan karena petugas imigrasi curiga semua pengakuan mereka serupa.

Mengapa saya menulis hal semacam ini? Sebab beberapa waktu yang lalu pada sebuah bursa kerja di Jakarta, ada seorang lelaki usia 30an yang datang ke saya dan mengaku sudah bosan menjadi pekerja ilegal di negara Barat. Ia ingin berkerja secara resmi. Ia curhat tentang dirinya yang sudah menghabiskan uang seratus jutaan dua tahun belakangan buat para penipu hanya karena ingin kerja ke Eropa!

Meski sempat melongo saya lalu menjawab dengan kalimat semacam ini:

Bila anda adalah pekerja yang mau bekerja apa saja dan ingin mencari nafkah di salah satu negara Barat sebagai TKI resmi, maaf sekali saya terpaksa berkata peluang yang ada sungguh kecil. Bila anda punya uang untuk itu dan anda tetap merasa hidup di negara Barat lebih menjanjikan, lebih baik gunakan uang anda untuk mendapatkan visa sebagai pelajar atau ambil kursus apa saja di sana. Karena mendapat pekerjaan lebih mudah bila anda melanjutkan dulu pendidikan anda di sana.

Baru-baru ini saya menyelesaikan sebuah buku yang saya beri judul panjang,”Bekerja ke luar negeri: tahapan & proses pengurusan dokumen di dalam negeri. Kiat menghindari penipuan.”

Buku ini memaparkan apa adanya tentang bagaimana menjadi TKI sesuai prosedur. Mulai dari beburu peluang kerja, dokumen, dan biaya saya tulis, daftar PJTKI resmi hingga modus-modus bagaimana penipuan dilakukan terhadap TKI.

Teman-teman yang sudah membaca draft buku saya, berkata saya akan menjadi musuh banyak orang dengan membeberkan hal semacam ini. Dia mungkin benar. Tapi saya harap dengan menuliskan apa yang saya ketahui tentang ini, saya juga akan mendapatkan teman baru yang insya Allah lebih baik.

Ingin daftar PJTKI/PPTKIS mana saja yang merekrut dan menempatkan TKI formal? Klik kalimat ini.

Klik yang ini untuk penjelasan lebih rinci tentang peluang kerja di Australia dan Selandia Baru (New Zealand)

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

129 Balasan ke TKI ke Eropa, Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat?

  1. cellcan berkata:

    sangat menarik beritanya. Namun bikin sedih dan bikin pesimis. Padahal banyak warga Indonesia yang berharap dan ingin mengadukan nasibnya ke negeri sebrang. Karna di negeri sendiri hanya melihat dari ijasah. Banyaknya korupsi oleh pejabat dikarenakan uang. Karna uang pun orang yang bodoh bisa bekerja dipemerintahan.
    Semoga ajah ada satu agen resmi yang benar2 bisa membantu rakyatnya sendiri.

  2. Johan berkata:

    saya sangat respek dgn postingan anda saudara admin, saya juga berharap bisa mendapatkan secercah peluang untuk bekerja di luar negeri dengan resmi. semoga tulisan anda mengilhami para pencari kerja yang berniat tulus untuk mencari penghidupan yang layak tanpa diskriminasi dan pelecehan. salam kenal saudara.

    • pjtki dan tki berkata:

      Salam kenal juga. Terima kasih atas apresiasinya. Saya sendiri miris melihat para pencari kerja yang habis-habisan ditipu karena urusan ini. Dan tulisan ini sekedar memberitahu apa adanya bagaimana realita yang ada di lapangan. Mudah-mudah siapa yang sedang berminat kerja ke LN terhindar dari praktek penipuan dari pihak mana saja.

  3. joedenay berkata:

    Luar biasa artikel anda, sungguh menarik.

  4. endang supriyadi berkata:

    saya dukung semua aksi2 anda, kebetulan sekali saya juga sedang berniat mencari kerja ke LN,khususnya dia daerah2 asia,(jepang,korea,taiwan) ya walaupun dengan bermodal pendidikan yang setara SMA dan bahasa asing yang pas-pasan,Mengingat untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia sendiri cukup sulit. jadi bisa kah anda memberikan info PJTKI resmi yang bisa saya kunjungi, atas perhatiannya terima kasih.

  5. dewi ernawati berkata:

    saya lulusan sarjana ekonomi jurusan akutansi. saya adalah salah satu dari sekian banyak orang d indonesia yang ingin kerja di luar negeri kushusnya amerika( restoran). karena saya udah mencoba melamar beberapa perusahaan di negara sendiri sangat susah. saya sampai putus asa, saya mohon info pjtki resmi yang bisa di percaya. makasih.

  6. Demi Tangdilintin berkata:

    Salam kenal,
    setelah membaca artikel anda, saya berminat mewujudkan impian lama saya tuk bisa bekerja di negeri kanguru Australia, saya sudah pernah bekerja dengan expatriat asal australia yang kebetulan bekerja di perusahan tempat saya bekerja. namun waktu itu saya belum berminat tuk bermigrasi ke Australia, jika memungkinkan ada jalur yang resmi ke Australia walau jalur perorangan saya sangat berminat. Mohon Admin membantu saya.

  7. Agung Priyojati berkata:

    Dear Admin Yang Terhormat,
    Info yang sangat bagus dan berguna.
    Memang di negara kita umumnya penerimaan pegawai berdasarkan ijazah dan materi (uang), dan mengesampingkan skill dan pengalaman. Itu pun nanti nya dengan job yg lebih berat jika dibandingkan dengan salary/income diterima.
    Saya pernah mengikuti test, psikotest, interview di beberapa perusahaan untuk berbagai posisi dan jabatan diantaranya sebagai Head Office, Account Manager, Marketing Manager, Credit Analyst, dlsb. Walhasil saya diterima, tapiii..ada yang mengajukan syarat materi, dan ada yang mengajukan syarat ijazah (termasuk juga syarat penahanan ijazah). oia pendidikan saya D1 lulus dan S1. Yang S1 tidak sampai tamat/lulus (kira-kira tinggal sebentar lagi) karena waktu itu saya juga bekerja dan ada kesulitan ekonomi juga. Dari surat lamaran pekerjaan saya dapat diketahui bahwa saya tidak sampai tamat S1 dan ketika panggilan pun saya katakan bahwa S1 saya tidak sampai tamat.
    Berhubung sulitnya mendapatkan pekerjaan di dalam negeri maka saya ingin mencoba bekerja di luar negeri. Saya bersedia bekerja apapun (baik di dalam maupun di luar negeri) jika sekiranya saya sanggup. Tetapi terus terang saja saya mempunyai kesuitan masalah ekonomi.
    Kiranya admin dapat membantu saya atau memberikan info kepada saya. Atas perhatian admin saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

    Notes:
    Prioritas: Eropa (Inggris atau yang lainnya), Australia, Amerika, New Zealand, Jepang, Korea, dlsb.

  8. andry berkata:

    salam kenal pak, tentang penawaran kerja di australia bila di lihat prosesnya sbb : berangkat sebagai turis (di berangkatkan oleh agen yg katanya punya link langsung kerja dgn bbrp perusahaan di australia bekerja sbg kerah biru) —> setibanya di negara tujuan —> langsung ke perusahaan yg membutuhkan —> sembari berjalan pihak agen menjembatani dgn salahsatu lawyer setempat untuk pengurusan working permit —> setelah keluar working permit, paspor pekerja di pegang perusahaan selama masa kontrak kerja. yang mau ditanyakan : 1. apakah ini hal yg biasa dilakukan serta aman mengingat sy mendapat penawaran dr salahsatu agensi dan dalam 2-3 bln pasti berangkat.. salam hormat….andry

    • Humari berkata:

      Saya tidak menyarankan cara seperti ini. Hati-hati saja.

      • andry berkata:

        terima kasih sebelumnya pak. saya akan coba mengikuti rekomendasi list dari bapak.mudah2an ada hasil yang terbaik bagi saya. saya akan kabari bapak segera

      • Humari berkata:

        Ok, semoga Anda sukses. Saya memang tidak mensarankan jalur ilegal karena kalau ada permasalahan, sulit sekali penyelesaiannya. Yang legal saja sudah rumit.

      • andry berkata:

        terima kasih pak. info ttg kerja tsb saya dapat dari http://www.tki.web.id.tks

      • Humari berkata:

        Saya sudah mengunjungi web yang Anda tulis. Ada kejanggalan fatal di situ: mereka tidak mencantumkan alamat mereka. Selain itu beberapa komentar yang masuk menyebut-nyebut mereka berbadan hukum yayasan. Penting untuk diketahui oleh calon TKI bahwa semua perusahaan perekrutan di Indonesia harus berbadan hukum PT (Perseroan Terbatas). Kalau mereka yayasan kemungkinan besar mereka adalah calo atau lebih dikenal di kalangan PJTKI/PPTKIS sebagai sponsor. Aturan dari Pemerintah kita, setiap sponsor harus mendapat surat tugas resmi dari PJTKI/PPTKIS dan mereka hanya bisa merekrut untuk PJTKI/PPTKIS yang mengeluarkan surat tugas untuk mereka.

        Lain kali saya akan bahas lebih detil soal satu ini.

      • andry berkata:

        terima kasih atas infonya. di tunggu ulasannya

      • dean berkata:

        bener sekali pak…jangan sampai ditipu…itu bukan jalan legal..visa turis ada kondisinya yg mengatakan tidak bisa apply atau perpanjangan visa selama masih ada di australia.aturan ini mmg dibuat pemerintah ausi untuk mengatasi migran ilegal yv hy dtng dg visa turis.

        lawyer di australia sangat2 hati2..mereka tidak mau memakai cara illegal.bisa2 dicabut ijinnya..lagian biaya lawyer sangat mahal…jadi prosedur spt itu pastinya bohong semata.

        terima kasih

  9. Zenita berkata:

    terima kasih banyak pak atas infonya. saya S1 Bahasa Inggris dan suami S2 managemen pendidikan. Sudah lama sekali kami ingin bekerja di Australia atau New Zealand. kira-kira ada pekerjaan yang cocok tidak ya Pak untuk ijazah kami. lalu sistem potong gaji untuk negara tersebut ada nggak sih sebenarnya?….

    • Humari berkata:

      Untuk sistem potong gaji, tergantung agen dan perusahaan yang bakal memperkerjakan Anda. Kalau Anda bermaksud bekerja suami istri, sekalian saja cari jalan untuk mendapatkan residence permit. Anda perlu cari lawyer untuk itu.

      Yang jelas bagi WNI, masuk ke New Zealand sebagai pekerja bukan hal yang mudah.

    • vpkadmincontent berkata:

      Mudah-mudahan belum terlambat.
      Suami ibu Zenita sebaiknya melamar ke sebagian besar sekolah atau Polytech di NZ yang memiliki program untuk International Student, terutama yang memiliki pasar dfi Indonesia. Saya yakin IELTS atau TOEFL sudah tidak masalah, asalkan ada pengalaman 1-2 tahun, kesempatannya besar.
      Meksipun saya tidak menjamin, mungkin bisa mencari di google dan menghubungi beberapa instoitusi di bawah ini.
      ACG
      WITT
      BOPP
      Canterbury (Uni)
      Unitec
      Victoria Uni of Wellington
      Otago
      Weltec

      Beberapa posisi yang bisa diharapkan adalah international Student Admission, Student Coordinator (semacam kesiswaan), atau Education Program Supervisor.
      Perlu diingat bahwa saingan lokalnya semua juga S2, jadi penting untuk membawa pengalaman sebabai salah satu modal utama dalam wawancara (biasanya per telepon) atau dalam CV. Bebebrapa dari lembaga yang saya tulis diatas memiliki perwakilan di indonesia

  10. andry berkata:

    salam kenal, saya ada info kerja di eropa. pakai working permit, bukan sebagai turis. untuk jelasnya visit http://www.smartagencyjob.com.semoga dapat membantu.

  11. Zenita berkata:

    Pak Humari, ini saya kan baca iklan di internet, ada jasa penempatan TKI di perkebunan di Australia. Tapi dia gak ngurusi paspor, visa atau pemberangkatan, tapi cuma layanan penjemputan di airport Australi dan diantarkan sampai tempat kerja. Sedangkan fee dari jasa tersebut diserahkan setelah TKI sampai di perkebunan/ tempat kerja. Menurut pendapat Pak Humari bagaimana itu Pak? Sebenarnya saya sangat tertarik, tapi masih ragu dan takut, bener nggak itu? Terima kasih, penjelasannya sangat saya tunggu.

    • Humari berkata:

      Perlu diketahui oleh semua calon TKI formal, bahwa ada beberapa hal yang memang perlu diurus oleh TKI sendiri dan perlu kehadiran TKI secara langsung: pembuatan paspor, medical check up. Selebihnya adalah tanggung jawab agen/PJTKI/PPTKIS: pengurusan visa, membantu penerbangan juga tetek bengek urusan di kantor-kantor pemerintahan terkait di Indonesia maupun negara penempatan.

      Kalau agen hanya menjemput di bandara terus mengantar Anda ke lokasi kerja, jelas aneh. Siapa yang bantu urus visa, penerbangan dan dokumen yang perlu dilegalisasi dsb?

      Bila seorang calon TKI sudah mendapat visa kerja ke Australia dengan cara mengurus sendiri, TKI tersebut tidak lagi perlu agen. Buat apa? Sesampai di Australia seabrek lowongan di tengah kota. Apalagi perkebunan di pedalaman.

      Coba Anda tanya pada mereka bagaimana pengurusan visa? Siapa yang bertanggung jawab? Kalau mereka tidak bisa urus visa, percuma.

      • dean berkata:

        kalau itu memang iklan khusus untuk.orang yang sudah punya visa untuk bekerja di australia..contohnya working holliday visa..tp mereka tidak bisa ngurusin visa dan tidak bisa mensponsori tenaga kerja.sponsor untuk tenaga kerja dia australia juga gak sembarangan…yg dispinsorin itu harus tenaga yg punya skilled.

    • Hardi Ginting berkata:

      Zen. mohon info no hp jasa penempatan kerja yg di australia, oktober ini sy berangkat. terimakasih sebelumnya

  12. Dede mursidi berkata:

    Pk,sya mau tahu info kerja perkebunan di selandia,stahu saya bnp2tki pernah memberangkatkan tki ke selandia,mohon infonya klo ada lwat agen mana,trims

    • Humari berkata:

      BNP2TKI pernah melobi memang. Tapi tak ada kelanjutan. Kalau terealisasi tentu sudah mereka sosialisasikan ‘prestasi’ mereka di media atau minimal di situs mereka. Ada satu dua PJTKI memang yang pernah menempatkan di sana. Tapi jumlahnya tidak signifikan.

  13. Eti setiyawati berkata:

    bapa saya seeking employer with work visa to go selandia baru atau australia untuk TKW ex hongkong 8 tahun ada surat pengalaman kerja ,i can speak english

  14. maria loise berkata:

    DH, Kalau saya sdh ada pekerjaan / mau terima saya kerja di UK / London, caranya bagaimana ya ? Calon juragan saya apakah harus memberikan jaminan pribadi ( sekian pound) ke KBRI ? mohon penjelasan. Thx.

    • Humari berkata:

      Tidak. Calon majikan Anda cukup datang ke KBRI dengan membawa kontrak kerja, dan minta tanda tangan dari pihak KBRI. Pekerjaan harus atas nama perusahaan (TKI formal), bukan perorangan. Kalau perorangan kontrak kerja tidak akan ditandatangani KBRI. Biaya untuk KBRI London, saya tidak tahu. Tapi tidak mahal kok.

    • caberawit berkata:

      hubungi kedutaan/ konsulat UK di Jakarta dan tanyakan persyaratan apa saja yang diperlukan untuk dapat bekerja disana. Kumpulkan semua persyaratan yang dibutuhkan, saya yakin salah satunya adalah surat kontrak kerja anda dengan pengguna (calon juragan). Setelah semuanya lengkap ajukan aplikasi anda beserta dokumen-dokumen/persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan ke kedutaan/konsulat UK di Jakarta untuk mendapatkan visa kerja anda. Setelah semuanya anda dapatkan ada peraturan baru di Indonesia yang mengharuskan TKI memiliki KTKLN (kartu keterangan kerja luar negeri). Anda dapat mengajukan permohonan KTKLN ini dengan persyaratan:
      1. bukti permintaan calling visa dari pengguna TKI (visa kerja)
      2. perjanjian kerja yang telah ditandatangani oleh anda dan pengguna

      apabila anda calon TKI mandiri bidang informal anda bisa berangkat keluar negeri tanpa melalui PJTKI/agen swasta asalkan anda sudah mendapatkan visa kerja (dari negara tujuan) dan kontrak kerja dari calon pengguna.

      sukses selalu!

      • Humari berkata:

        Untuk TKI mandiri buat pengguna jasa perorangan (non perusahaan), saya tak yakin BNP2TKI bakal meloloskan. Sebab itu bertentangan dengan UU 39 2004. Kalau BNP2TKI meloloskan, pertanda mereka sendiri mengabaikan UU yang membuat mereka bisa terbentuk. Dan ini kesempatan buat siapa saja, tak perlu lagi bayar deposit, urus izin ini itu untuk mendapat izin sebagai PJTKI/PPTKIS, ambil jalan pintas menempatkan TKI perorangan. LSM bisa, pemain ilegal apalagi. Cara begini lebih menguntungkan. Tak perlu ijin, tak perlu staf yang banyak, tidak perlu pelatihan, tinggal beri pengarahan seadanya untuk mengurus KTKLN, masa tunggu cepat, bisa menempatkan TKI informal untuk rumah tangga yang hampir mustahil diawasi tersebut, kalau ada masalah, tinggal bilang, “kan TKI mandiri”.

        Eunak tenan….

  15. Arie berkata:

    DH. Pak Humari
    Temen saya sudah punya visa Turis 1 bulan, dia pengen kerja di australia di perkebunan buah dan tinggal beberapa tahun di sana, apakah bisa urus sendiri utk pepanjangan izin tinggal di Australia.. seandainya kalau ga di perpanjang izin tinggalnya, apa resikonya, makasih Pak..

  16. Arie berkata:

    DH. Pak Humari
    Saya bisa minta info untuk kerja di australia dan resmi, saya harus kemana ya Pak, makasih

  17. dirga berkata:

    sebenarnya apa sih visa tki sebagai pemetik apakah visa visitor atau visa kerja ?

    • Humari berkata:

      Untuk di perkebunan, seperti pemetik buah, ada yang memakai working holiday visa yang berlaku 6 bulan (kalau tak salah). 3 bulan buat kerja, 3 bulan jalan-jalan. Tapi setahu saya hanya untuk yang berusia 30 tahun ke bawah. Visa ini yang sering disalahgunakan orang kita.

  18. ari berkata:

    salam pak humari,,temen saya mengajak saya mendaftar di salah satu agen yang menawarkan kerja di eropa 2 tahun itu legal gak pak

    • Humari berkata:

      Anda minta perlihatkan saja demand letter (surat permintaan) dari perusahaan di Eropa. Kalau ada di demand letter tersebut tanda tangan dan cap KBRI, tandanya bisa.

      Yang sudah memulai rekrut pekerja Indonesia adalah Eropa Timur. Eropa Barat belum.

    • Arie berkata:

      P Ari, boleh saya minta alamat/telepon yg bisa dihubungi agennya, saya sdh lama cari info2 agen mana yg resmi.. makasih

  19. jenny berkata:

    maaf pak saya ingin bekerja ke Australia calling Visa ,PJTKI mana yg bsa mengurus keberangkatan saya ke sana

  20. Gufhron berkata:

    “Yang sudah memulai rekrut pekerja Indonesia adalah Eropa Timur. Eropa Barat belum.”
    Untuk negara Eropa Timur apa ada info lebih jelasnya Pak Humari?
    Dan bagaimana biaya dan kualifikasi pendidikannya untuk bisa bekerja disana?
    Saya hanya lulusan SMA.
    Terima kasih banyak infonya Pak. :)

    • Humari berkata:

      Saya pernah dapat permintaan dari Eropa Timur, Polandia. Setahun yang lalu. Tapi waktu itu gaji yang ditawarkan tak memadai. Tawaran gaji buat welder hanya sekitar USD 1200, makan dan akomodasi tanggung sendiri. Carpenter cuma diberi USD 600, kotor. Yang dicari sebagian besar klien kami adalah pengalaman. Bila pengalaman Anda bagus dan dibutuhkan mereka kerap tidak memandang ijazah.

  21. Gufhron berkata:

    “Yang dicari sebagian besar klien kami adalah pengalaman. Bila pengalaman Anda bagus dan dibutuhkan mereka kerap tidak memandang ijazah”
    Saya memang hanya lulusan SMA, tapi sudah bekerja 5 tahun lebih di sebuah kantor yang kegiatan sepenuhnya seputar administrasi, operator komputer, dan sejenisnya dengan gaji saat ini sekitar 2 jt/bln.
    Apakah hal semacam ini bisa disebut “pengalaman”?, mengingat menjadi TKI yang saya tahu pekerjaannya seputar teknik, manufaktur, industri, pertukangan, hospitality, perhotelan, nurse, dll.

    Saya bertekad akan menjadi TKI dimana saja, asal penghasilannya cukup jauh di atas gaji saya saat ini. Bila negara barat memang sulit mungkin saya akan mencoba negara-negara lain.

    Saya mohon sarannya Pak Humari, terima kasih :)

    • Humari berkata:

      Perlu Anda ketahui, bahwa negara-negara penerima tenaga kerja asing hanya menyediakan pekerjaan golongan tertentu yang kerap dikenal sebagai 3 D (dirty, dangerous, difficult) dan sebenarnya ada satu lagi yang kerap tak disebut: Low Payment. :)

      Sebagian besar TKI yang kami kirim adalah 3 D. Yang Low Payment biasanya disikat oleh India, Filipina, Nepal, Srilangka dan sebagian negara-negara Afrika.

      Jadi untuk kategori pekerjaan administrasi, jarang ada yang mau buka buat orang asing. Dulu Arab Saudi biasa terima, sekarang jarang sekali. UEA & Qatar masih terima tapi salary tak menarik.

      Singapura, HK, Taiwan, Malaysia? Jangan harap deh.

      Eropa, Australia dan AS? Apalagi.

  22. dendles berkata:

    begini pak. . . .
    saya kan ingin pergi bekerja ke taiwan. . . . .
    syarat- syarat apa saja yang harus aku penuhi???
    pjtki mana yang formal di sekitar jatim?
    saya minta bimbingannya. . . . . ^_^

    • Humari berkata:

      Untuk sementara ini saya baru punya info http://tklnformal.wordpress.com/, silakan klik.

      Saya sedikit sekali mengenal PJTKI di luar Jakarta. Maklumlah jarang ketemu mereka.

    • Misbahus Corp berkata:

      Sekedar berbagi info, kami sdg butuh 250 TKI Formal di Pembangkit Listrik Taiwan. Lokasi kantor di Malang, JATIM. Untk info hubungi ************ (Bpk.Misbah), Semoga membantu dan brmanfaat.

      ********** Maaf no hp tidak kami perkenankan dicantumkan di blog ini.

      • Humari berkata:

        Pak, silakan kirim data lengkap perusahaan Bapak (Nama, alamat, no SIUP PPTKIS) dengan alamat lengkap dan no kantor yang bisa dihubungi. Saya akan tayangkan di blog saya. Gratis.

  23. Derita romeo berkata:

    Di australia.. Semuanya mahal… Orangya kasar… Jika gk punya nyali dan kreatifitas.gk payah deh..
    banyak buktinya…Kok.
    Apalagi kalau dah pinter sdkit disana lupa daratan..gayanya sok soan..
    GAJAH DIDEPAN MATA GK KELIHATAMW TAPI KALAU SEMUT DI SEBRANG LAUT KELIHATAN… ;-)

  24. dean berkata:

    @derita romeo…
    maaf sedikit meluruskan…sudah berapa lama anda tinggal di australia?kok pandangan saya stlh study,kerja dan tinggaldi ausie selama 4 tahun bertolak belakang dg anda.

    saya merasa nyaman sekali tinggal di ausi.bule ausie adalah bule yang gak sombong dibanding bule eropa..orangnya baik..ramah..padahal sy berjilbab lho…saya gak pernah dikasarin spt yg anda bilang…polisi,supir bus..orang2 dijalan..semuanya cenderung baik. saya malah kl dihampiri polisi di indonesia takut pak…kl.di ausi gak..krn mereka gak pernah macem2..

    kl biaya mahal iya..tp gaji juga tinggi.bisa nabung banyak.kok..dibanding dg di indonesia.

    maaf bukannya apa…tp pernyataan bahwa orang2 ausi kasar sangat2 tidak ada dalam pengalaman saya.

    terima kasih

    • indra berkata:

      dear mbak dean
      makasih bgt ya buat infonya, sy saat ini sgt tertarik untuk merantau ke ausie
      sy lulusan s2 ilmu komunikasi tp stelah tamat sy langsung nikah n sbuk dgn dunia baru sy tp saat ini sy dan suami berencana buat ksana, sy jg berhijab.
      menurut anda sberapa besar kans sy untuk mendapatkan pekerjaan dsna? mengingat sy minim pengalaman n skill nya hanya “ngomong doang”
      lo tdk keberatan tlg krim k email sy. tq b4 :-D

  25. Fitrya berkata:

    saya suka sekali dengan postingan anda yang jujur walaupun membuat pesimis. Saya juga berkeinginan bekerja ke luar negeri. Saya lulusan S1 pendidikan bahasa inggris dan ingin mencoba bekerja diluar negeri. Tujuan saya adalah negara asia dulu seperti Korea dan Jepang. Ada info terbaru gak untuk jenis pekerjaan dan salary untuk lulusan seperti saya. Makasih, min.

  26. Fitrya berkata:

    Makasih postingannya sangat membantu :)

  27. aci berkata:

    salam pak Humari,,,saya ingin bertanya,di mnakah alamat kantor untuk pengurusan visa ke Australia, di Indonesia.kira2 dana yg dibutuhkan berapa? Sebenarnya saya berencana untuk menikah dengan pemuda Melbourne, Australia,beliau bersedia menjadi sponsor saya.untuk mendapatkan visa turis,apakah perlu mengikuti ujian test bahasa seperti IELTS.saat ini saya sbgai tki-Hong Kong.mohon info selengkapnya dari bapak,karena calon suami saya ingin tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan dalam pengurusan visa.terimakasih sebelumnya pak…

  28. sinta berkata:

    saya ingin bertanya,saya sudah interview oleh mjikan saya di london dy maw mmbayar 60% dari biaya yg saya kluarkan dy jg yg akan mngurus dkedutaan sana,msalahx,saya masih pertma ksli,kmmpuan inggris saya mjikan blg ok..nah bsakah anda mmbntu bagaimana proses dan dokument apa yg saya hrus siapkan dan kmana serta kpada siapa saya bsa mlakukan proses untuk kerja informal

    • Humari berkata:

      Untuk bidang informal, saya tak bisa bantu. Dan memang tak saya sarankan. Tak ada jaminan Anda bakal terlindungi di sana.

  29. nando berkata:

    Hallo pak humari

    Saya ingin mencoba mencari pekerjaan diluar negeri
    Latar belakang pendidikan saya D3 Keperawatan lulus 2004 diManado
    Pengalaman kerja 1 thn di UGD, klinik pertambangan nickel 2 thn, on site klinik offshore Pertamina Medoenergi BP.Migas 2 thn-an, dan Ministry Health, dan memiliki sertifikat2
    Tujuan negara, Aust, Can, USA, Eropa, baik sbg nurse or caregiver
    Kiranya bpk dpt membantu saya
    Atas bantuannya, saya ucapkan banyaj terima kasih

  30. nando berkata:

    Hallo pak humari

    Saya ingin mencoba mencari pekerjaan diluar negeri
    Latar belakang pendidikan saya D3 Keperawatan lulus 2004 diManado
    Pengalaman kerja 1 thn di UGD, klinik pertambangan nickel 2 thn, on site klinik offshore Pertamina Medoenergi BP.Migas 2 thn-an, dan Ministry Health, dan memiliki sertifikat2
    Tujuan negara, Aust, Can, USA, Eropa, baik sbg nurse or caregiver
    Kiranya bpk dpt membantu saya
    Atas bantuannya, saya ucapkan banyaj terima kasih.

    • Humari berkata:

      Maaf saya belum punya info untuk penempatan paramedis. Kalau ada akan saya update di blog saya tklnformal.wordpress.com

      • Wham berkata:

        Untuk Pak Nando cb msk ke Bali minta info Ke BP3TKI Bali disn ada Job utk Perawat untuk negara Aust,Belanda,Jerman,& Europe.Info ini disampaikan waktu pameran Bursa Tenaga kerja yg diadakan BP3TKI Bali.
        -

  31. Eko berkata:

    Saya sangat senang dengan adanya orang-orang yang pernah berkecimpung didunia PJTKI mau membagi pengalaman mereka secara jujur dan menkesampingkan aspek keuntungan.
    Sebagai pencari kerja dan pendidikan. Yang menolak menghalalkan segala cara (makanya kami mau coba ke luar negri hehe) untuk berhasil. Saya rasa apa yang bapak lakukan adalah hal yang sangat membantu kami dalam mempertimbangkan sesuatu.
    Karena walaupun dalam tahap mengejar mimpi, semua informasi itu sangat penting. Entah yang manis atau pahit tapi yang jujur adalah sebuah kebaikan.
    Tahun ini saya sedang berusaha untuk mendapatkan pendidikan ke australia, bila mungkin sambil bekerja. saya beruntung bisa mendapatkan sponsor dari sana. Tapi entahlah, saya masih sangat pesimis dengan ijin keluarga yang mendapatkannya jauh lebih sulit daripada ijin dari kedutaan australia.
    Terima kasih

  32. ahmad berkata:

    assalamuallaikum,saya tahu resiko apa yang akan terjadi bila bekerja dinegeri orang, bila tak mempunyai skil apapa, maka dari itu tolong bimbingannya dari bapak,untuk saya mengetahui yang pertama masalah biaya,bahasa yang dituju, dan kesepakatannya,karna saya belum pernah kerja bekerja diluar,dan kemana saya harus bertemu rekan yang bisa menjelaskan secara jelas dan detai,khususnya diwilayah jakarta. terimakasih atas jawabannya.

  33. maulana mukhsin berkata:

    Assalamualaikum..
    saya suka dengan informasi yang bapa sampaikan, jujur n apa adanya, terdengar sangat realistis.
    Pa Humari, saya lulusan D3 jurusan Manajemen Informatika, saya menguasai pemrograman PHP (pembuatan website), saya juga menguasai ilmu elektronika arus lemah dan aplikasinya (saya dapat dari kursus elektronika).
    Saya berkeinginan bekerja dibidang elektronika, untuk tujuan Timur Tengah atau Asia Timur (Taiwan, Hongkong, Korea, Jepang).
    Adakah info yg bisa anda share ke saya..?
    terimakasih..

    • Humari berkata:

      Untuk yang di bidang IT ada saja lowongan. Masalahnya kita kerap kalah saing dengan pekerja serupa dari India. Keunggulan mereka, selain teknis adalah bahasa Inggris yang lancar (meski logatnya aneh) dan gaji yang murah.

      Untuk info lowongan silakan klik http://tklnformal.wordpress.com/

    • vpkadmincontent berkata:

      Mas Mukhsin (atau indra ya?). Soal bahasa Inggris anda bisa belajar, asala ada kemauan. saya sama sekali bukan lulusan Sastra Inggris atau Kependidikan bahasa Inggris, tapi IELTS saya 8.5 dan iBT TOEFL saya 114 (hampir sempurna).
      Tapi Pemrograman PHP tidak cukup untuk bersaing. Anda minimal mumpuni di C++ and the gang; termasuk Phyton dll, Java (atau sekalian Java Plus), paham Linux (minim Red Hat). kalau sudah kesitu, anda boleh coba-coba mengirimkan Portofolio anda berupa beberapa contoh project anda. saya punya mantan student yang sekarang kerja di Jepang dengan kemampuan minim seperti tadi.

  34. katty berkata:

    assalamualaikum pak,,
    saya delly,,,25 thun dari sumbawa besar ntb,,saya lulusan s.1 bahasa inggris,,tp pengalaman saya hanya sebagai penyiar radio,,operator warnet n tutor bahasa inggris,,,kira2 pekerjaan apa yah pak yang cocok tuk ke luar negeri,,dan kira2 klo kita urus pasport seperti ke kanada itu berapa yah pak bayarnya,,,?
    kira2 yah pakk,,,cocok tidak pak,,saya bekerja dengan Lowongan ini : CHILD OR YOUTH RESIDENTIAL CARE ASSISTANT Kanada (PT. Yonasindo) dan apakah persyaratannya hanya bisa bahasa inggris dan punya pasford pak,,walaupun masih sedikit ragu ptnya bisa dipercaya ato tidak,,,,terimakasih pak,,,

    • Humari berkata:

      Mbak Katty, silakan langsung hubungi Yonasindo. Saya hanya menyebarkan lowongan saja.

      Soal cocok apa tidak suatu pekerjaan yang paling tahu adalah pekerja sendiri. Kami PJTKI/PPTKIS paling hanya bisa mencari pekerja yang sesuai dengan kriteria. Makin mendekati kriteria tandanya semakin cocok. Tapi keadaan berubah sewaktu-waktu, ada TKI yang semua persyaratan, pendidikan, kesehatan, semua sesuai persyaratan tapi setelah beberapa bulan tidak betah. Ada yang calon TKI yang selama pendidikan murung, tak semangat, tapi malah bisa menjalani kontrak tanpa konflik dan berhasil bawa uang (bukan cuma pengalaman).

      Jadi kalau ditanya cocok apa tidak, ya saya sendiri tak tahu. Yang jelas kalau Anda memenuhi kriteria yang disyaratkan ya pasti bisa ke sana.

      • katty berkata:

        terima kasih infonya pak,,,saya mau tanya lagi pak,,bagaimana caranya,,jika kita ingin bekerja di luar negeri dan ketika sudah punya uang ingin mengambil s2 di sana pak,,??

      • Humari berkata:

        Kalau Anda masuk dengan visa kerja, harus seijin perusahaan yang memperkerjakan Anda. Karenanya peruntukan visa selalu dibuat berbeda. Sementara fokus saya hanyalah visa kerja sementara bukan visa belajar, liburan dan permanent residence

  35. vpkadmincontent berkata:

    Pak Humari, informasi yang sangat membantu pekerjaan saya, dan menarik secara pribadi.
    Secara profesi, saya bekerja di Konsultan Pendidikan Luar Negeri, jadi cukup sering bergaul dengan rekanan dari berbagai belahan dunia (perusahaan tempat saya bekerja memiliki 500-an sekolah partner) dan melayani berbagai jenis klien yang ingin sekolah ke LN.
    Baru-baru ini saya baru saja pulang dari workshop yang diadakan oleh ENI bekerjasama dengan Kedubes NZ. Sedikit informasi yang ingin saya share adalah:
    1. jalan tercepat dan termudah (tapi juga sangat mahal) untuk kerja di Selandia Baru, adalah dengan sekolah disana selama (sedikitnya) 2 tahun. Bila anda membuka situs IMM (https://www.immigration.govt.nz/) maupun newzealandeducated, maka akan tertera bagan dan prasyarat untuk bekerja disana. kenapa saya menampilkan NZ, karena NZ (dan Kanada) secara resmi menginginkan penduduk yang lebih banyak; terutama dalam rangka mempertahankan economic capacity dan mengisi workforce yang bolong2.
    Sederhana saja, sekolah 2 tahun setara dengan Cerificate 4 atau Diploma (NZQF Level 4) itu sudah menjamin 1 tahun gratis visa kerja. Kerja dimana? Semua sekolah yang menawarkan program Cerificate atau Diploma, teruatama Polytech dan Technology Institute akan mencarikan pekerjaan, atau minimal akan mencarikan penawarannya.
    testimoni dari seorang klien, dia berangkat untuk ambil Diploma di Construction selama 2 tahun di sebuah Institute di Invercargill, yang sedianya akan dia pakai untuk bekerja di perusahaan pamannya di Indonesia. Setelah masuk Certificate 4 (sebelum Diploma) dia sudah ditawari kerja. Memang bukan upah besar, tapi karena Visa Kerja nya gratis dan diuruskan oleh sekolah, dia bertahan. Setelah satu tahun ia masuk sekolah lagi untuk naik ke Advanced Diploma, dan mendapat Bachelor selama setahun. kali ini ia kembali ke perusahaan yang sama dan dengan promosi posisi barunya, memiliki cukup uang untuk membayar visa kerja.
    Total biaya untuk sekolah di NZ adalah sekitar NZ$ 26,000 per tahun. Upah construction Supervisor (untuk lulusan certificate cuma Assistant Supervisor) NZ$ 41,000 (refers to http://www.seek.co.nz/jobs-resources/)
    Selain itu, buat yang sampai S2, bisa langsung ditawari Permanent Resident, dimana kita akan diperlakukan sama dengan warga negara sana (cuma soal pajak nya yang mahal dikit)
    Kalau soal biaya sekolah, bisa tanya ke saya atau ke semua Overseas Study Agency di seluruh Indonesia.

    Berhubung bagian satu sudah cukup panjang, bagian 2 saya pending minta ijin ke yang punya blog, hehe

  36. vpkadmincontent berkata:

    Sedikit tambahan dari teman yang punya testimoni tadi, ‘untung’ yang besar justru setelah ia menikah (dengan wanita Indonesia). Isterinya mengambil National Certificate (semacam ujian kesetaraan) untuk Child Care selama 8 minggu (sebenarnya hanya 6 minggu, tapi karena kurang berbakat akademis, jadi harus extra) dan kemudian bekerja di sebuah child care di sekitar kampus suaminya. Bayarannya lumayan besar, apalagi mengingat perempuan Indonesia lebih sabar, lebih telaten dan lebih penyayang pada anak kecil. Ia disukai oleh pimpinan Child Care tempatnya bekerja, dan diberi kesempatan untuk ‘sekolah malam’ untuk melanjutkan sekolah dengan subsidi.

    • indra berkata:

      membaca info dr anda sy sgt tertarik,
      klu sy tertarik untuk bekerja ke NZ apakah sy memiliki peluang (tanpa hrs ambil studi dsna)?
      saat ini sy berumur 29, lulusan magister ilmu komunikasi slh 1 perguruan tinggi negeri di solo……
      mohon info nya
      terima kasih :-D

      • vpkadmincontent berkata:

        Ilmu Komunikasi nya UNS memang terbaik di indonesia, hehehe.
        However,
        1. Saya sudah menjelaskan posisi saya sebagai “Konsultan Pendidikan Luar Negeri”
        yang berarti dan bermakna bahwa saya tidak sedang dan tidak akan mengurus atau membantu orang untuk bekerja disana.
        2. Kalau memang ada yang seperti itu, kenapa tidak saya saja yang kesana mas? Ngapain saya masih di Indonesia tingak-tinguk seperti ini? Saya punya S2 Ilmu Politik dari ‘sebuah PTN di Yogya’ (dah, mmg cuma 1 yg ada S2 Fisipol), dan S2 Pastoral.
        3. Kalau mas Indra berhasil, kabar-kabari ya.. saya juga mau…

      • vpkadmincontent berkata:

        hmmm. sepertinya saya sudah menulis bahwa saya melayani STUDI bukan KERJA.
        Mungkin ada beberapa tipe orang yang senang datang ke penjual tahu untuk bertanya bakso, tapi saya berharap anda bukan tipe orang seperti itu. ;P

  37. henry prasetyo berkata:

    kapan ada lowongan lagi ????

  38. Joedi berkata:

    Salam Kenal…..saya cuma lulusan SMA, selama kita punya kemampuan maka akan ada harganya , saya susah bekerja di Timor Leste 1 thn dengan rata rata gaji US$ 5.000.00
    Yang jelas belajar belajar dan belajar,,,,,,,,,,,,tidak ada kata kata kita sudah tua dan ketinggalan,,,,,,,,,,,,,,,,,,Siiipp,,,,,,,,,,,,Joedi

  39. Fadia berkata:

    Saya akan ditugaskan kerja ke Amerika Serikat, dan berencana membawa asisten rumah tangga saya untuk ikut dg saya. Ada yang bisa bantu kasih info bagaimana pengurusan dokumen utk ART saya atau adakah agent yg bisa saya hubungi utk pengurusan tersebut?.

    Salam

    • Humari berkata:

      Bu, visa apa yang digunakan buat asistennya? Kalau bawa asisten pakai visa kerja baru perlu pengurusan dokumen sesuai yang disyaratkan pemerintah. Kalau tidak, ya gak perlu.

      • fadia berkata:

        Terima kasih atas balasannya. Apa bisa bw ART tanpa visa kerja? Sedangkan saya rencananya akan disana selama 3th.

        Salam

      • Humari berkata:

        Setahu saya tidak. Entahlah kalau ada cara lain.

      • fadia berkata:

        Apa bapak punya info agent yg bisa bantu utk urus surat2nya? Atau bagaimana prosedurnya supaya ART bisa ikut dg saya.
        Terima kasih

      • Humari berkata:

        Untuk ke AS, setahu saya tak ada yang menempatkan ke sana. Kalaupun ada hanya sedikit saja dan dari daerah tertentu di Indonesia. Selama 2-3 tahun belakangan TKI yang bisa mendapatkan visa kerja dan diproses lewat PJTKI/PPTKIS bisa dihitung dengan jari.

  40. Rita berkata:

    Pengen kerja di singapore, canada atau Amerika sebagai tenaga kerja informal apakah mungkin bisa? Saya bisa berbahasa Inggris. Saya punya tekad dan bertanggung jawab dalam pekerjaan

    • Humari berkata:

      Secara legal menurut aturan negara kita? Gak bisa. Khusus informal ke negara manapun harus ada kerjasama antar negara. Sebab penempatan informal di negara manapun, cukup beresiko.

      • Rita berkata:

        Bisakah di beritahukan untuk saya, bagaimana cara bekerja sama dengan pemerintah, apa maksutnya dan apa yang harus saya lakukan untuk bisa bekerja sama dengan pemerintah? bisa tolong di jelaskan? Sebelumnya terimakash banyak atas jawabannya :)

      • Humari berkata:

        Kerjasama yang dimaksud adalah perjanjian antar negara. Jadi Anda yang perorangan tak bisa. Kalau ada perusahaan di Indonesia ingin mengirim pembantu rumah tangga ke Amerika Serikat misalnya, pemerintah Indonesia harus ada perjanjian khusus dengan pemerintah AS. Dan untuk negara Barat, belum ada perjanjian semacam itu.

  41. kusairi berkata:

    untuk penempatan perawat di abudabi, saudi arabia, kuwait dan qatar ada tidak tahun ini?

    • Humari berkata:

      Untuk female nurse dan penempatan di RS/Poliklinik swasta selalu ada. Meski tak banyak. Hambatan utama adalah belakangan mereka minta ujian Prometric di Indonesia. PPTKIS dan perawat malas mengikuti prosedur ini. Karena berbiaya cukup tinggi dan kalau tak lolos duit hangus.

  42. effy berkata:

    Aslmkm,,,pak humairi yg terhormat.sy mau tny misal kan kt berangkt ke australi dgn visa pelancong dan bkrj dsn,apakah bs kita memperpnjg visa kt nnti.krn kt g mau pasport smpai mati mohon petunjukny

  43. effy berkata:

    Boleh ksh tau pak dmn kt bs mengurus visa ke australia pak

  44. revi berkata:

    Pak humari saya butuh bantuan email saya revimarlina87@gmail.com

    • Humari berkata:

      Kalau ada pertanyaan silakan langsung tulis saja di sini.

      • ajir al-farizi berkata:

        salam kenal Pk Humari, saya dapat info dari abng sepupu saya bahwa dia ada tawaran pekerjaan di Australia Sebagai Pemetik Buah untuk Keberangkatan Tgl 7 Juni 2014, Disponsori Oleh BS Corporation Pte, Ltd yang Beralamat 90 Cecil Street, #10-20, RHB Bank Building, Singapore 069531. cuma mengeluarkan biaya pengurusan yang tak seberapa, sedangkan tiket pesawat, visa semua itu di tanggu perusahaan. kerja di kontrak selama 2thun, gaji nya tinggi, saya mohon pertolongan sama bapak apakah ini benar atau penipuan soalnya bnyak banget sudah yang mendaftar, sayang di kampung saya orang2 yang tidak mampu sampai menjual tanah untuk pengurusan pemberangkatan ke australi pak. sama saya ada dokumen kontraknya kalau da email bapak bisa saya kirim ke papak. mohon bantuan pak. Trimakasih

      • Humari berkata:

        Setahu saya Australia tidak menerima TKI (dengan visa kerja) lewat negara manapun. Mereka paling memasukkan pekerja dengan visa working holiday atau bahkan turis. Jadi, hati-hati saja.

  45. saimron berkata:

    salam kenal pak humari,saya ingin kerja di kapal ikan australia tp saya cuma punya sertifakat (BST,SEAMEN BOOK,PASPORT masih aktif) bahasa inggris pas2an tp saya serius ingin bekerja
    trs berapa dana yg harus saya keluarkan,mohon pak bantuannya.terimakasih…

    • Humari berkata:

      Maaf, spesialisasi saya ada untuk pekerjaan di darat. Untuk kapal, saya hanya punya sedikit info. Sebagian besar permintaan nelayan adalah ke Taiwan dan Korea. Belum pernah dengar Australia juga meskipun secara regulasi tak ada masalah.

  46. saimron berkata:

    tp kalau buat korea kapal apa?? terus harus lewat mana saya harus mndaftar……..
    beri saya informasi company pak yang resmi,TERIMAKSIH pak……

  47. angga berkata:

    klo utk welder ada g pak

  48. julius iwan berkata:

    Salam
    Saya perna kerja di negara seberang di malaysia sebagai service ingen cumins selama 4 tahun saya berhenti dengan mendapat surat pengalaman krja nmun sya sda tinggal di indonesia dan sya mau kepengen jdi tki tpi sya tk tau cranya di mna mau mendaftar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s