Prosedur Medical Check Up untuk calon TKI ke negara-negara Arab berubah

Bagi anda calon TKI mandiri yang akan berkerja ke negara-negara Arab Teluk yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council) yaitu Arab Saudi, Qatar, UEA, Oman, Bahrain, Yaman dan Kuwait untuk proses cek medis sekarang berubah.

Sejak pekan lalu pihak Kementerian Kesehatan GCC (http://sgh.org.sa/en-us/home.aspx) sudah menerapkan aturan baru buat cek medis. Calon TKI mandiri tak perlu datang lagi ke kantor GAMCA di Gedung Binawan Kalibata Raya buat melakukan pendaftaran. Prosedur itu dihapus sehingga semua calon TKI mandiri bisa langsung online di http://gcchmc.org/Gcc/Login.aspx 

Setelah masuk ke sana klik “Apply For Medical Check Up” lalu ikuti dan isi saja kolom yang diminta. Bila tepat dan lancar, hasil akhirnya anda akan mendapatkan halaman yang berisi nama dan identitas Anda serta klinik mana yang perlu Anda tuju untuk cek medis. Kalau lupa diprint, Anda bisa juga mendapatkan lembaran tersebut karena akan terkirim otomatis ke email anda.

Bagi calon TKI yang perekrutan dan penempatannya diurus PJTKI/PPTKIS bisa langsung berkoordinasi dengan PJTKI/PPTKIS masing-masing.

Biaya cek medis masih tetap 1 juta rupiah. Siapkan foto kopi paspor dan KTP juga foto berwarna terbaru 4×6 sebanyak 4 lembar.

Adapun klinik yang sudah disahkan GCC masih sama dengan klinik berstandar GAMCA sebelumnya. Namun menurut situs http://gcchmc.org/Gcc/Login.aspx klinik berstandar GCC sudah ada di Malang dan juga Mataram. Hanya saya belum mendapatkan data itu. Untuk wilayah Jakarta dan Surabaya, sebagian daftarnya di bawah ini:

  1. Afiat Medical Centre    Jl Condet Raya No 16, Jaktim
  2. Amanah Medical Centre    Jl Tebet Raya No 31, Jaksel
  3. Insani Medical Centre    Jl Basuki Rahmad No 18, Jaktim
  4. Nurhuda Medical Centre    Jl Otista III No 13, Jakarta Timur
  5. Al Hikma Medical Centre   Jl Asem Baris Raya No 15 Jaksel
  6. Ar Rahmah Medical Centre    Jl Dewi Sartika (di samping PGC Cililitan)
  7. Avida Medical Centre    Jl Cipinang Cempedak, No5 Jaktim
  8. Amalia Medical Centre    Jl Dewi Sartika No349 Jaktim
  9. Ar Ridha Medical Centre   Jl Kamp Melayu Besar 13 Jaktim
  10. Dewi Sartika Medical Centre   Jl Dewi Sartika No261,  Jaktim
  11. Salamat Medical Centre    Jl Abd Syafei Gdg Peluru 18 Jaksel
  12. Rayhan Medical Centre   Jl Tebet Timur Raya 141, Jaksel
  13. Assa’adah Medical Centre   Jl Tebet Timur Raya No 58, Jaksel
  14. Haninah Medical Centre    Jl Budi No21 Cawang, Jaktim
  15. An Nur Medical Centre    Jl KH Abd Syafei No12 Jaksel
  16. Bakthir Medical Centre   Jl Raya Condet No6, Jaktim
  17. RS MCU Haji Jakarta    Jl Raya Bekasi 122  Cipinang
  18. Hidayah Medical Centre    Jl Tebet Timur III/1 No7, Jaktim
  19. Moslem Medical Centre   Jl Mesjid Condet No39, Jaktim
  20. Azzahra Medical Centre    Jl Kalibata Raya 6 Cililitan Jaktim
  21. Zam-Zam Medical Centre   Jl Otista Raya No 119 Jaktim
  22. Ar-Raudah Medical Centre   Jl Tebet Raya No77, Jaksel
  23. Klinik Ultra Medica Sby   Jl Nias No 26, Surabaya

 

Dipublikasi di Uncategorized | 31 Komentar

Minat ke kerja ke Kanada lewat BNP2TKI? Info di bawah ini

 

Bekasi, BNP2TKI, Senin (12/05/2014) – Sebanyak 32 calon TKI yang akan bekerja di Canada untuk pemotongan daging (butcher/meat cutter) mulai hari Senin (12/05/2014) menjalani pelatihan peningkatan kemampuan atau kapasitas Bahasa Inggris. Pelatihan dilakukan 240 jam di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLKLN) “Cevest” Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalatas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Jalan Guntur Raya 1 Kayuringin, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Demikian keterangan Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (PHK-TKLN) II Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Drg Elia Rosalina Sunityo MARS MS di Bekasi, Senin siang (12/05/2014).

Elin – panggilan akrab Drg Elia Rosalina Sunityo MARS MS – mengatakan, ke-32 calon TKI Canada yang menjalani pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah – yakni Kabupaten Cilacap, Pekalongan, Grobogan, dan Semarang – dan DKI Jakarta. Mereka merupakan angkatan pertama. Sebelum menjalani pelatihan selama 240 jam atau kurang lebih 40 hari, mereka terlebih dulu telah menjalani pre-tes. “Pre-tes dilakukan guna mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris mereka. Setelah dilatih selama 240 jam mereka nantinya akan diadakan post tes sebelum kemudian diberangkatkan ke Canada,” kata Elin. “Di Canada mereka juga akan menjalani pelatihan Bahasa Inggris selama 8 (delapan) bulan yang terkait dengan bidang pekerjaan yang dijalaninya,” tambahnya.

Pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris 32 calon TKI Canada dilakukan bersama 350 calon tenaga kerja lainnya di BBPLKLN “Cevest” Ditjen Binalatas Kemenakertrans di Kota Bekasi. Kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I” dibuka oleh Kepala BBPLKLN Drs Aris Wahyudi MSi . Pelatihan tersebut meliputi Kejuruan Bangunan, Tehnis Las, Refrigation, Tehnik Listrik, Tehnik Otomotif, Tehnik Elektronika, Tehnik Manufaktur, Bisnis dan Manajemen, Metodologi Pelatihan, Tehnologi Informasi dan Telekomunikasi.

Aris Wahyudi didalam sambutannya mengatakan, pelatihan yang diikuti 382 calon tenaga kerja (termasuk di antaranya 32 calon TKI Canada) difasilitasi berikut dibiayai negara. “Pelatihan ini dibiayai Negara melalui uang rakyat – yakni di antaranya dari uang pajak para orangtua peserta pelatihan ini. Karenanya peserta latih diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan maksimal. Sehingga antara keinginan peserta latih dengan harapan calon pengguna jasanya bisa klop atau mathcing sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan,” kata Aris.

Aris juga mengingatkan, bahwa menjadi TKI bekerja ke luar negeri itu merupakan alternatif pilihan terakhir ketika belum mendapatkan kesempatan bekerja di tanah air. “Prioritas utama adalah bekerja di tanah air, dikarenakan dengan menjadi TKI secara investasi sebetulnya Negara atau Pemerintah rugi. Kalau dihitung sejak lahir sampai lulus pendidikan dan kemudian bekerja, sebetulnya sudah cukup banyak inveestasi yang diberikan kepada anak bangsa ini. Lalu kalau kemudian diutamakan menjadi TKI bekerja di luar negeri, Negara sebetulnya rugi. Akan tetapi kalau didalam negeri belum mendapatkan kesempatan kerja, monggo saja menjadi TKI. Namun menjadi TKI itu bukan tujuan utama dan bukan untuk selamanya,” papar Aris mengingatkan peserta latih.

G to P

Sedangkan Elin mengatakan, terkait dengan 32 calon TKI Canada yang menjalani pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris karena merupakan angkatan pertama, hendaknya dapat memanfaatkan dengan baik dan maksimal. Sehingga ke-32 peserta nantinya semua dapat diberangkatkan bekerja di Canada. “Tingkatkan terus belajar selama menjalani pelatihan, sehingga semuanya (yakni ke-32 calon TKI Canada, red.) dapat diberangkatkan bekerja ke Canada. Berikut tunjukkan kemampuan yang terbaik, sehingga dapat dijadikan contoh para calon TKI lain nantinya,” kata Elin.

Elin menjelaskan, BNP2TKI – sebagaimana disampaikan Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Endang Sulistyaningsih didalam berbagai kesempatan – mendapatkan permintaan dari pengguna di Canada sebanyak 1.200 TKI semi skill dan skill pada sektor butcher/meat cutter. Tepatnya di perusahaan Cargill Meat Solustion (SMC) di Provinsi Alberta, Canada.

Dijelaskannya, bahwa penempatan TKI Canada ini terjadi melalui program Government to Privat (G to P). Baru-baru ini BNP2TKI telah melakukan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) pada saat kunjungan kerja ke perusahaan CMS Canada. Perusahaan CMS ini bergerak di industri peternakan, dan untuk TKI yang diminta saat ini untuk pemotong daging (butcher/meat cutter) dengan kontrak kerja selama 2 (dua) tahun.

Adapun persyaratannya adalah, berpendidikan serendah-rendahnya lulusan SLTA atau sederajat, usia antara 21 tahun sampai 43 tahun, memiliki pengalaman bekerja di pemotongan daging selama 3 tahun, dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris 4,5 IELTS.

Elin menambahkan, bahwa saat ini calon TKI yang berminat bekerja di Canada terdapat kurang lebih 1.000 orang. Hal itu meliputi pendaftaran yang dilakukan melalui sistem online di websitehttp://jobsinfo.bnp2tki.go.id maupun mereka yang datang sendiri dengan membawa curriculum vitae (CV) ke BP3TKI maupun ke BNP2TKI. “Untuk menghindari terjadinya pertukaran atau manipulasi data, kita dorong agar calon TKI seyogyanya melakukan pendaftaran secara online melalui website http://jobsinfo.bnp2tki.go.id,” jelas Elin memungkasi keterangannya.***(Imam Bukhori)

Dipublikasi di Uncategorized | 30 Komentar

Pembiayaan TKI formal dengan sistem potong gaji

PJTKI/PPTKIS menghindari sistem ini.

 

Kecuali karena memang diatur oleh negara penempatan. Dan untuk saat ini hanya pemerintah Taiwan yang memberlakukan itu. Karenanya mereka melibatkan bank mereka Chinatrust untuk melakukan pemotongan gaji, selain juga memberi kesempatan kepada BPR kita (yang tentu saja tetap saja harus bekerjasama dengan bank Taiwan lainnya).

 

Untuk penempatan TKI formal ke negara lain, tak ada pemotongan gaji yang menyerupai Taiwan. Menurut saya, penempatan ke Taiwan cukup mahal (saat artikel ini ditulis sekitar 45 jutaan) untuk gaji per bulan yang hanya berkisar 6-7 jutaan (tergantung naik turunnya nilai mata uang kita. Mereka juga menetapkan biaya yang tinggi pada pekerja dari lain negara seperti Filipina dan Vietnam. Pekerja dari negara terakhir malah harus membayar 30% lebih tinggi daripada TKI untuk dapat bekerja di Taiwan.

 

BNP2TKI, sejak pemberlakuan sistem online sudah berupaya menurunkan tarif tersebut. Tapi hasilnya, karena kurang perhitungan, malah membuat permintaan TKI kita malah turun. Pihak Taiwan lebih suka memilih pekerja Vietnam misalnya yang berani bayar lebih mahal atau rela gajinya dipotong lebih besar.

 

Kembali ke tema pokok kita kali ini, di lain negara selain Taiwan, tak ada perekrutan dan penempatan yang dibiayai seperti yang diberlakukan Taiwan.

 

Kalaupun ada, hanya antar perusahaan. Misalnya, perusahaan Malaysia memotong gaji TKI untuk mengganti biaya perekrutan dan penempatan. Tapi, pemotongan tidak dilakukan oleh bank mereka. Jadi hanya perusahaan saja. Segelintir perusahaan Arab Saudi melakukan hal serupa. Sementara perusahaan Qatar, Uni Emirat Arab (Dubai dan Abu Dhabi) dan Kuwait, tidak melakukan itu karena ada larangan pemerintah mereka.

 

 

 Bagaimana dengan negara Eropa, Australia, Selandia Baru (New Zealand) dan Amerika Serikat (AS)? Boleh dikatakan permintaan TKI untuk ke sana saja tidak ada, jadi tak perlulah dibahas pemotongan gaji. Untuk saat ini hanya di Kanada yang menerima TKI. Dan mereka tak memberlakukan sistem potong gaji. Jadi semua pembiayaan harus selesai di sini.

 

Apakah PJTKI/PPTKIS bisa melakukan inisiatif pembiayaan di awal lalu belakangan memotong gaji TKI yang diberangkatkan sebagai pembayaran biaya proses dan fee?

Tergantung. Tak semua PJTKI/PPTKIS sanggup melakukannya. Apalagi bila jumlah calon TKI yang bakal ditempatkan keluar negeri mencapai puluhan hingga ratusan orang.

Kalaupun bisa, juga ada satu hal yang menjadi pertimbangan; akankah TKI yang sudah diberangkatkan bersedia membayar? Mengingat seperti di Qatar misalnya, pemotongan gaji dilarang. Pekerja (Baca: TKI) harus dengan sukarela membayar langsung. Jadi perusahaan di Qatar tak boleh memotong.

 

Bagi kami, perekrutan dan penempatan TKI dengan sistem potong gaji, sangatlah beresiko. Tak usahlah kepentok masalah, dengan alasan tidak betah, TKI biasa mangkir membayar. Samalah dengan bila anda meminjamkan uang ke teman. Saya yakin kalau jumlahnya tak seberapa anda lebih memilih memberi daripada meminjamkan. Daripada sakit hati karena susah payah menagih.

 

Jadi itu yang membuat kami menghindari sistem potong gaji.

 

Keterangan saya tentu tak menggembirakan bagi anda yang sedang mencari kerja ke luar negeri lewat kami dengan mengharapkan sistem potong gaji. Kembali saya mengingatkan anda bahwa penempatan TKI yang kami lakukan murni bisnis. Dan anda yang hendak bekerja di luar negeri atau di manapun, haruslah berhitung secara bisnis juga. Pula, bekerja di luar negeri adalah salah satu cara untuk mencari nafkah. Masih banyak kesempatan di luar sana.

 

Mengenai pembiayaan untuk menjadi TKI formal silakan klik: http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/01/27/tentang-biaya-untuk-tki-informal-dan-formal/

 

Yang berminat menjadi TKI tanpa melalui PJTKI/PPTKIS silakan klik: http://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/01/tentang-tki-mandiri-dan-persyaratannya/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 10 Komentar

Satu lagi kiat menghindari penipuan

Terutama bila anda melamar ke salah satu lowongan yang diumumkan PJTKI dan anda diminta untuk membayar di muka. Inilah yang perlu anda lakukan; minta perjanjian penempatan antara PJTKI/PPTKIS dan anda selaku calon TKI.

Apa itu perjanjian penempatan? Seperti namanya adalah perjanjian yang dibuat antara calon TKI dan PJTKI/PPTKIS yang berisi hal-hal yang berkaitan dengan:

1. Posisi kerja yang ditawarkan oleh PJTKI/PPTKIS

2. Gaji yang disepakati

3. Negara tujuan

4. Rincian pembiayaan

5. Waktu tunggu setelah membayar hingga berangkat ke negara penempatan. Saya sarankan anda, calon TKI untuk memberi toleransi tidak lebih dari 3 atau 4 bulan dari setelah anda membayar hingga terbang. Mengapa? Bila lebih dari itu, medical report anda sudah hangus.

6. Sanksi bila PJTKI/PPTKIS tidak bisa menepati perjanjian penempatan juga sanksi bila anda calon TKI bila melanggar perjanjian yang sama. Bila ada sanksi keuangan, harus disebutkan secara detil.

7. Perjanjian penempatan harus ditandatangani oleh pihak berwenang dari PJTKI/PPTKIS setingkat direktur. Bukan karyawan apalagi sponsor/calo (bila Anda melamar tidak langsung).

 

Jadi itu adalah poin-poin penting dalam perjanjian penempatan. Dan bila ada salah satu pihak yang melanggar, bisa dituntut secara hukum karena perjanjiannya jelas.

Semoga membantu

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 20 Komentar

Tiga tahun sudah……….

Alhamdulillah…..hingga hari ini Tuhan masih memberi saya konsistensi untuk berbagi info tentang seluk beluk mendapatkan kerja ke luar negeri.

Selain blog saya ada juga sumber info lain yang rutin memuat tentang hal semacam ini: bnp2tki.go.id. Tapi itu milih pemerintah yang semua info tentu pada tataran normatif saja dengan bahasa yang jaim layaknya situs milik pemerintah lainnya.

Sumber lainnya tentu saja situs milik berbagai LSM yang biasanya melulu tentang permasalahan TKI dan penderitaannya dengan semangat menyalahkan dan pengambilan posisi ‘kami benar, kamu salah’. Dan di situs semacam itu hampir-hampir tak ada tips bagaimana memanfaatkan peluang yang ada selain berita kekacauan dunia akibat ulah PJTKI dan pemerintah seolah-olah dua lembaga itu saja yang bisa berbuat salah.

Blog ini saya usahakan tak terjebak pada hal semacam itu. Karenanya saya memuat tentang petunjuk (kadang praktis kadang tidak) yang selalu saya usahakan selalu sejajar dengan kenyataan di lapangan juga aturan yang di negara kita.  Dan khusus untuk TKI informal pembantu rumah tangga saya bahkan menayangkan satu tulisan dalam bahasa Inggris agar para majikan mereka memahami dan mau taat pada aturan yang berlaku di negara kita. Pula, meski saya tidak selalu menambah tulisan baru, posting-posting sebelumnya saya selalu revisi dan isi dengan info teranyar.

Pertanyaan dan lebih-lebih kritik telah membuat blog ini bertambah lengkap. Dan saya berterima kasih untuk anda semua yang telah nimbrung ke sini.

Karena anda juga blog ini sudah mencapai kunjungan 329 ribu lebih. Dan blog saudaranya http://tklnformal.wordpress.com/ yang berusia lebih muda  dan melulu berisi lowongan kerja luar negeri dari dari instansi pemerintah dan tentu saja pelaku utamanya, PJTKI/PPTKIS, sudah dikunjung 124 ribu kali.

Jumlah yang belum seberapa dibandingkan dengan angka TKI kita di seluruh dunia yang diperkirakan sekitar 6 juta orang!

Apapun itu, saya berdoa pada Allah, ada atau tidaknya blog ini pada TKI yang berjuang mencari nafkah di negeri orang tetap diberi kekuatan. ketabahan, kesehatan dan tentu saja gaji yang layak dan berkah, amien……

 

Dipublikasi di Uncategorized | 6 Komentar

Menjadi TKI, info awal yang perlu diketahui (bagian 2)

Untuk anda TKI mandiri setelah mendapatkan paspor, lulus cek medis, dan mendapatkan visa, perlu juga melakukan pendataan di SISKOTKLN. Pendataan selesai dan ini ditandai dengan keluarnya KTKLN (Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri). Ini penting bila sewaktu-waktu terjadi permasalahan, pemerintah kita tidak kerepotan untuk menelusuri keluarga anda, perusahaan asing yang memperkerjakan anda dan sebagainya.

Banyak memang cibiran orang pada sistem ini. Sebagian besar berkata, bahwa mereka sudah bekerja pada perusahaan besar yang semuanya terjamin, apa perlunya pemerintah memberlakukan ini.

Tak perlulah menempatkan martabat anda setinggi itu.

Ketahuilah seberapa besar perusahaan tempat anda bekerja di luar negeri, tak ada yang 100% menjamin segalanya. Memang fasilitas yang mereka sediakan jauh lebih baik. Tapi itu tetap jaminan ala manusia. Sehebat-hebatnya mereka, bila ada sesuatu tetap saja ujung-ujungnya lari ke pemerintah. Bila terjadi musibah kematian misalnya, pastilah KBRI/KJRI yang urus. Dan tak lucu bila mereka tak punya data apa-apa tentang TKI profesional kita yang meninggal dan hanya mengandalkan informasi serta data dari perusahaan internasional yang hebat dan terkenal itu.  Karenanya tak ada salahnya mengikuti aturan yang memang sudah dibuat oleh pemerintah dan wakil-wakil kita di DPR yang berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini.

Dan adalah penting untuk anda TKI formal dan profesional untuk memberi contoh, teladan bagi TKI low skilled ataupun informal. Buat apa kritik pemerintah dan orang lain soal kepatuhan pada aturan kalau kita sendiri melanggar.

Bila anda setuju dengan pendapat saya, untuk mendatakan identitas & alamat anda juga perusahaan tempat anda bekerja di luar negeri  di sistem SISKOTKLN serta mendapatkan KTKLN silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2011/05/15/persyaratan-mendapatkan-ktkln-dan-alamat-kantor-bp3tki/

Bila tak setuju, anda bisa kirim kritik pedas di bawah ini layaknya LSM :)

Dipublikasi di Uncategorized | 8 Komentar

Menjadi TKI, info awal yang perlu diketahui (bagian 1)

Masih banyak yang menanyakan ke saya tentang syarat dan persyaratan dan hal-hal yang perlu diketahui sebelum menjadi TKI. Sebenarnya saya sudah banyak membahas soal satu ini di dalam posting terpisah. Kali ini saya usahakan merangkum dalam satu tulisan saja agar lebih mudah dipahami.

TKI adalah singkatan dari Tenaga Kerja Indonesia. Dari info yang saya dapat istilah TKI nanti akan diganti menjadi TKLN (Tenaga Kerja Luar Negeri). Saya sendiri tak tahu apa konsekwensi baru dari perubahan istilah tersebut. Tapi adanya berbaik sangka; semoga penempatan dan perlindungan menjadi lebih baik.

TKI adalah WNI kita yang tinggal dan bekerja di luar negeri dengan visa kerja. Semua WNI yang ditempatkan PJTKI/PPTKIS menggunakan visa kerja. Kalau PJTKI/PPTKIS menggunakan visa lainnya, tandanya itu adalah penempatan ilegal.

Jadi bila Anda bertanya pada saya tentang visa belajar ke negara Barat misalnya, atau bagaimana mendapatkan status permanent residency, itu bukan wilayah kerja kami, PJTKI/PPTKIS. Kami hanya menempatkan WNI dengan visa kerja tidak lainnya.

Lalu bagaimana cara menjadi TKI? Tergantung di wilayah mana yang Anda inginkan. Di sektor formal (alias perusahan) atau di wilayah privat alias di rumah tangga.

Untuk Anda yang berminat kerja di rumah tangga, saya sudah membahas soal ini berulang kali. Silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/04/28/mendaftar-jadi-tki-informal-tanpa-sponsor/

Bagi Anda yang berminat menjadi TKI formal, silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2012/03/18/persyaratan-menjadi-tki-formal/

Agar kemampuan anda dilirik oleh perusahaan di luar negeri, penting juga anda membuat CV yang menggambarkan kemampuan anda. Anda menjadi sales untuk diri anda sendiri. CV minimal untuk melamar kerja di luar negeri silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/03/10/cv-untuk-melamar-kerja-ke-luar-negeri/

Tapi bila Anda punya kemampuan untuk mencari sendiri lowongan kerja di luar negeri tanpa bantuan PJTKI/PPTKIS, bisa juga urus semua penempatan langsung tanpa melalui kami. Keterangannya silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/01/tentang-tki-mandiri-dan-persyaratannya/.

Bagi anda calon TKI mandiri, anda juga perlu tahu soal seluk beluk pembuatan paspor dengan mengklik http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/06/29/pembuatan-paspor-tki-dan-lika-likunya/ dan juga bila penempatan anda adalah di kawasan Arab Teluk, anda perlu tahu soal medical check up dan kliniknya yang 99% berlokasi di Jakarta (hanya 1 di Surabaya). Penjelasannya silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/28/medical-check-up-untuk-penempatan-di-negara-negara-arab/

Untuk Anda yang penasaran dengan pembiayaan yang dibebankan PJTKI/PPTKIS, silakan klik http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/01/27/tentang-biaya-untuk-tki-informal-dan-formal/ dan http://pjtkidantki.wordpress.com/2011/05/29/blak-blakan-tentang-biaya-penempatan-tkw-ke-negara-negara-arab/.

Untuk sementara itu saja dulu. Yang ingin bertanya atau kritik, silakan isi kolom komentar di bawah.

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar