Ketika popularitas menjadi penentu keputusan

KPK membubarkan Terminal TKI? Pikirkan lagi

Sedikit info buat yang awam, di bandara Soekarno Hatta, ada terminal khusus untuk TKI yang pulang ke tanah air lebih dikenal sebagai Terminal 4. Terutama TKI yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga hingga tahun 2012, diwajibkan melalui terminal satu ini. Pengelolanya adalah BNP2TKI. Badan yang dibentuk berdasarkan UU 29 2004 yang disahkan pada masa kepresidenan Megawati Soekarnopoetri. BNP2TKI adalah lembaga pemerintah lintas sektoral. Tak cuma staf dari Kemenakertrans, di situ juga ada dari Kepolisian, Kemenkes dan instansi pemerintah lainnya yang terkait.

Mengapa terminal khusus ini diadakan? Selain demi mendata jumlah TKI yang pulang, juga karena ditemukan banyak pemerasan, perampokan yang terjadi pada TKI kita (sebagian besar yang berprofesi sebagai pembantu rumah tangga dan perempuan). Mereka ini adalah mayoritas TKI kita.

Saya sendiri agak heran dengan judul berita di salah satu media online hari ini “Migrant Care Lega Terminal TKI Dihapus”. Dalam judul berita itu seolah KPK adalah yang berwenang membubarkan Terminal 4 TKI. Dan bila itu terjadi, betapa KPK betapa luasnya kewenangan KPK meski kebijakan itu seperti menjilat ludah berkali-kali, sebab tak sekali KPK memberi penghargaan terhadap kinerja BNP2TKI. Mau bukti? Silakan lacak di Google.

Penghargaan itu bahkan diberikan saat BNP2TKI total memberlakukan TKI pembantu rumah tangga wajib pulang lewat Terminal 4 TKI!

Lalu apa positifnya pembubaran itu? Yang penulis tahu hanya 1: semua TKI PLRT bebas pulang seperti penumpang biasa.

Negatifnya?

Tak semua TKI kita cukup punya pengalaman untuk melakukan perjalanan dari bandara Soetta ke terminal bis atau membedakan mana calo mana penjual tiket yang menjadi agen resmi.

Juga tak semua TKI kita pulang dalam keadaan punya uang, segar bugar.

Dan masih banyak pula TKI kita yang sudah bertahun-tahun di luar sana tapi tak bisa membaca

Selain itu, bila tak ada aparat pemerintah di bandara yang menangani khusus TKI yang tertimpa masalah setiba di bandara Soekarno Hatta misalnya, mereka akan jadi sasaran empuk LSM.

Tak semua LSM TKI itu baik. Sebagian besar, 90% malah preman. Mereka yang mencari makan di situ bukan benar-benar untuk membantu TKI bermasalah namun mencari makan dan kejayaan mereka sendiri.

Yang tak setuju dengan opini saya silakan berhubungan dengan LSM TKI.

Bila bertemu dengan TKI bermasalah inilah yang akan mereka lakukan:

1. Melihat dan menelusuri dokumen TKI kalau-kalau ada yang bisa dicari cela, salah PJTKI/PPTKIS yang memberangkatkan.

2. Bila ditemukan, mereka akan datangi PJTKI/PPTKIS memberangkatkan TKI bermasalah tersebut dan langsung negosiasi dengan mereka berapa duit yang bisa dibayar PJTKI/PPTKIS agar mereka menutup mulut dan tak melaporkannya ke BNP2TKI ataupun polisi. Dan hampir pasti kasus semacam ini hanya segelintir yang sampai ke pemerintah kita (baca BNP2TKI & polisi) sebab PJTKI/PPTKIS lebih memilih memberi uang ke oknum LSM.

3. Percayalah, kalau LSM itu mendapatkan uang dari PJTKI/PPTKIS, hanya setetes yang jatuh ke tangan TKI yang tertimpa musibah. Sebagai info, bila tak mendapatkan TKI bermasalah tak sedikit oknum LSM TKI yang juga menjadi calo TKI! Dan begitulah selalu siklus permasalahan dan muaranya bila LSM TKI mengurus TKI yang tertimpa musibah.

4. TKI yang gagal alias pulang tak membawa uang akan berpotensi menjadi “bahan daur ulang” oleh mafia entah itu dari PJTKI/PPTKIS atau bahkan LSM TKI. Daur ulang saya maksud adalah begini; beberapa tahun lalu sebelum ada Terminal TKI, saya kerap mendapati TKI yang tak mau pulang ke kampung kalau mereka pulang ke Indonesia tak membawa uang. Mereka lebih memilih langsung untuk menjadi TKI lagi. Dan ini dimanfaatkan oleh para mafia. Di kalangan dunia TKI baik dari kalangan pemerintah maupun swasta (baca: PJTKI & LSM) pasti mengenal seroang Cina keturunan yang berinisial JC yang kaya raya berkat daur ulang semacam ini. Orang satu ini punya rekor memalsukan berbagai dokumen dan menempatkan TKI bahkan ke wilayah perang di Timur Tengah.

Apakah hal semacam ini ingin diulang oleh KPK?

Bagaimana Terminal TKI selama berada di tangan BNP2TKI?

Tak sepenuhnya positif tentu saja. Kerap terdengar kasus pemerasan di sana.

Namun tak terdengar TKI yang dibuang di tol Jagorawi, atau dirampok lalu ditelantarkan di hutan atau setelah sesampai di Indonesia malah tak pulang ke rumah lalu tak terdengar kabarnya lagi entah kemana larinya. Sesekali bahkan terdengar kabar TKI yang pulang lalu dibunuh setelah dirampok. Di bawah ini segelintir yang terliput media online:

http://www.jpnn.com/read/2014/08/25/253684/TKI-Ditemukan-Tewas-di-Jalan-Tol-

http://surabaya.okezone.com/read/2012/12/30/521/739187/tki-dibius-dibuang-di-hutan

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/06/23/0920352/Pulang.dari.Taiwan.TKW.Dirampok.dan.Dibuang.di.Tol

Bahkan WNI biasa yang dikira TKI saja pernah dirampok: http://www.merdeka.com/jakarta/dikira-tki-yuni-dirampok-dan-dibuang-di-pinggir-jalan.html

Kesimpulannya? Terminal Bandara Soekarno Hatta tidak aman untuk TKI yang berhasil sekalipun. Tingkat keamanannya tak lebih baik dari Terminal Bis Pulo Gadung. TKI menjadi incaran penjahat di sana.

Mereka yang sudah membawa hasil dari luar negeri jangan dibikin gagal setelah sampai di gerbang negeri kita. Tetap siapkan transportasi buat mereka pilih. Untuk menghindari pemerasan, berikan urusan antar mengantar ini serahkan saja ke perusahaan transportasi yang sudah mapan dan baik pelayanannya,a da Cipaganti, Bluebird, Damri, Pahala Kencana, Lorena dst. Jangan seperti sekarang ini diberikan kepada perusahaan yang tak jelas.

Pemerasan tetap merugikan.

Namun perampokan, pembunugan jauh lebih merugikan. Dan dua yang terakhir tak pernah terjadi pada TKI yang pulang lewat Terminal TKI.

Jadi pikirkan lagi sebelum membubarkan Terminal TKI. Jangan mengambil kebijakan hanya karena populer di media dan LSM.

Untuk media online maupun cetak, jangan hanya LSM yang menjadi nara sumber anda. Seperti juga kami, tak sepenuhnya pendapat mereka benar.
Humari

Dipublikasi di Uncategorized | 2 Komentar

Bursa Kerja Luar Negeri 2014 di ISTN Jagakarsa Jakarta Selatan

Bagi Anda yang berminat kerja ke luar negeri dan tinggal di wilayah Jakarta dan sekitarnya, acara satu ini jangan dilewatkan.

Pusat Penyiapan Tenaga Kerja Disnakertrans DKI Jakarta akan menyelenggarakan Job Fair 2014 mulai esok 11-13 September 2014 bertempat di Gedung Auditorium Kampus Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Srengseng Sawah Ciganjur. Lokasinya di Jl. Moch. Kahfi II Jakarta Selatan.

Ada puluhan PJTKI/PPTKIS yang bakal buka stan di sana.

Bagi yang tak sempat hadir, saya akan posting lowongan yang tersedia di http://tklnformal.wordpress.com/ pekan depan.

Dipublikasi di Uncategorized | 4 Komentar

Sharing experience of renewal contract in Indonesia Embassy in Kuala Lumpur

One of the comment in my blog contains important information about dealing with renewal contract of maid in KL’s Indonesia Embassy. I thank the writer, Mrs. Kamala & wait for similar sharing from other employer in other country.

Humari

 

Hi,

Went to the Indonesian Embassy in Kuala Lumpur this morning and got everything done. Arrived there at 8 am. The crowd was humungous. Got no 4007. Was called for document submission by 9.15am (they start work at 9 am) The officer was so polite and he also took time to explain to my maid about the things to be done in Surabaya to get the KTKLN. Waited until 11.15 am to get back the attested copy of the Employment contract.

This is the list of documents that I submitted today:

1. 3 copies – Employment contract (downloaded from Embassy website)
2. 2 copies – Maid’s passport
3. 2 copies – Employer’s IC(Husband)
4. 2 copies – Representative’s IC (Wife) – since I represented my husband
5. 2 copies – Surat Wakil signed by employer appointing wife to deal with the Embassy
6. 2 copies – Marriage certificate – to prove wakil is employer’s wife
7. 2 copies – Maid’s bank pass book – only the front cover that states maid’s name

Note : It seems that there is a ruling that TKI visiting the Embassy must wear shoes. There were a few ladies at the entry gate trying to sell terrible looking shoes to the TKI waiting in the queue. She tried to pursuade me to buy one for my maid but I refused. A few ladies actually fell for the scam and bought the shoes. However, we were not checked at all in the Embassy. But just in case, please ensure the maid/ other employees to wear proper shoes when visiting the Embassy. Who knows, they would be more stringent in the checking in future.

Thank you Pak Humari for the this blog. It was a definitely a great help. To all applicants, just make sure to take photocopies of all relevant documents before you go eventhough photocopy service is available there because the as I said early, the crowd was indeed humongous.

Cheers.
Kamala :)

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Prosedur Medical Check Up untuk calon TKI ke negara-negara Arab berubah

Bagi anda calon TKI mandiri yang akan berkerja ke negara-negara Arab Teluk yang tergabung dalam GCC (Gulf Cooperation Council) yaitu Arab Saudi, Qatar, UEA, Oman, Bahrain, Yaman dan Kuwait untuk proses cek medis sekarang berubah.

Sejak pekan lalu pihak Kementerian Kesehatan GCC (http://sgh.org.sa/en-us/home.aspx) sudah menerapkan aturan baru buat cek medis. Calon TKI mandiri tak perlu datang lagi ke kantor GAMCA di Gedung Binawan Kalibata Raya buat melakukan pendaftaran. Prosedur itu dihapus sehingga semua calon TKI mandiri bisa langsung online di http://gcchmc.org/Gcc/Login.aspx 

Setelah masuk ke sana klik “Apply For Medical Check Up” lalu ikuti dan isi saja kolom yang diminta. Bila tepat dan lancar, hasil akhirnya anda akan mendapatkan halaman yang berisi nama dan identitas Anda serta klinik mana yang perlu Anda tuju untuk cek medis. Kalau lupa diprint, Anda bisa juga mendapatkan lembaran tersebut karena akan terkirim otomatis ke email anda.

Bagi calon TKI yang perekrutan dan penempatannya diurus PJTKI/PPTKIS bisa langsung berkoordinasi dengan PJTKI/PPTKIS masing-masing.

Biaya cek medis masih tetap 1 juta rupiah. Siapkan foto kopi paspor dan KTP juga foto berwarna terbaru 4×6 sebanyak 4 lembar.

Adapun klinik yang sudah disahkan GCC masih sama dengan klinik berstandar GAMCA sebelumnya. Namun menurut situs http://gcchmc.org/Gcc/Login.aspx klinik berstandar GCC sudah ada di Malang dan juga Mataram. Hanya saya belum mendapatkan data itu. Untuk wilayah Jakarta dan Surabaya, sebagian daftarnya di bawah ini:

  1. Afiat Medical Centre    Jl Condet Raya No 16, Jaktim
  2. Amanah Medical Centre    Jl Tebet Raya No 31, Jaksel
  3. Insani Medical Centre    Jl Basuki Rahmad No 18, Jaktim
  4. Nurhuda Medical Centre    Jl Otista III No 13, Jakarta Timur
  5. Al Hikma Medical Centre   Jl Asem Baris Raya No 15 Jaksel
  6. Ar Rahmah Medical Centre    Jl Dewi Sartika (di samping PGC Cililitan)
  7. Avida Medical Centre    Jl Cipinang Cempedak, No5 Jaktim
  8. Amalia Medical Centre    Jl Dewi Sartika No349 Jaktim
  9. Ar Ridha Medical Centre   Jl Kamp Melayu Besar 13 Jaktim
  10. Dewi Sartika Medical Centre   Jl Dewi Sartika No261,  Jaktim
  11. Salamat Medical Centre    Jl Abd Syafei Gdg Peluru 18 Jaksel
  12. Rayhan Medical Centre   Jl Tebet Timur Raya 141, Jaksel
  13. Assa’adah Medical Centre   Jl Tebet Timur Raya No 58, Jaksel
  14. Haninah Medical Centre    Jl Budi No21 Cawang, Jaktim
  15. An Nur Medical Centre    Jl KH Abd Syafei No12 Jaksel
  16. Bakthir Medical Centre   Jl Raya Condet No6, Jaktim
  17. RS MCU Haji Jakarta    Jl Raya Bekasi 122  Cipinang
  18. Hidayah Medical Centre    Jl Tebet Timur III/1 No7, Jaktim
  19. Moslem Medical Centre   Jl Mesjid Condet No39, Jaktim
  20. Azzahra Medical Centre    Jl Kalibata Raya 6 Cililitan Jaktim
  21. Zam-Zam Medical Centre   Jl Otista Raya No 119 Jaktim
  22. Ar-Raudah Medical Centre   Jl Tebet Raya No77, Jaksel
  23. Klinik Ultra Medica Sby   Jl Nias No 26, Surabaya

 

Dipublikasi di Uncategorized | 31 Komentar

Minat ke kerja ke Kanada lewat BNP2TKI? Info di bawah ini

 

Bekasi, BNP2TKI, Senin (12/05/2014) – Sebanyak 32 calon TKI yang akan bekerja di Canada untuk pemotongan daging (butcher/meat cutter) mulai hari Senin (12/05/2014) menjalani pelatihan peningkatan kemampuan atau kapasitas Bahasa Inggris. Pelatihan dilakukan 240 jam di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri (BBPLKLN) “Cevest” Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas (Ditjen Binalatas) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Jalan Guntur Raya 1 Kayuringin, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Demikian keterangan Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Tenaga Kerja Luar Negeri (PHK-TKLN) II Deputi Bidang Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI Drg Elia Rosalina Sunityo MARS MS di Bekasi, Senin siang (12/05/2014).

Elin – panggilan akrab Drg Elia Rosalina Sunityo MARS MS – mengatakan, ke-32 calon TKI Canada yang menjalani pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris ini berasal dari Provinsi Jawa Tengah – yakni Kabupaten Cilacap, Pekalongan, Grobogan, dan Semarang – dan DKI Jakarta. Mereka merupakan angkatan pertama. Sebelum menjalani pelatihan selama 240 jam atau kurang lebih 40 hari, mereka terlebih dulu telah menjalani pre-tes. “Pre-tes dilakukan guna mengetahui tingkat kemampuan berbahasa Inggris mereka. Setelah dilatih selama 240 jam mereka nantinya akan diadakan post tes sebelum kemudian diberangkatkan ke Canada,” kata Elin. “Di Canada mereka juga akan menjalani pelatihan Bahasa Inggris selama 8 (delapan) bulan yang terkait dengan bidang pekerjaan yang dijalaninya,” tambahnya.

Pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris 32 calon TKI Canada dilakukan bersama 350 calon tenaga kerja lainnya di BBPLKLN “Cevest” Ditjen Binalatas Kemenakertrans di Kota Bekasi. Kegiatan pelatihan bertajuk “Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap I” dibuka oleh Kepala BBPLKLN Drs Aris Wahyudi MSi . Pelatihan tersebut meliputi Kejuruan Bangunan, Tehnis Las, Refrigation, Tehnik Listrik, Tehnik Otomotif, Tehnik Elektronika, Tehnik Manufaktur, Bisnis dan Manajemen, Metodologi Pelatihan, Tehnologi Informasi dan Telekomunikasi.

Aris Wahyudi didalam sambutannya mengatakan, pelatihan yang diikuti 382 calon tenaga kerja (termasuk di antaranya 32 calon TKI Canada) difasilitasi berikut dibiayai negara. “Pelatihan ini dibiayai Negara melalui uang rakyat – yakni di antaranya dari uang pajak para orangtua peserta pelatihan ini. Karenanya peserta latih diharapkan dapat mengikuti pelatihan dengan maksimal. Sehingga antara keinginan peserta latih dengan harapan calon pengguna jasanya bisa klop atau mathcing sesuai dengan pekerjaan yang dibutuhkan,” kata Aris.

Aris juga mengingatkan, bahwa menjadi TKI bekerja ke luar negeri itu merupakan alternatif pilihan terakhir ketika belum mendapatkan kesempatan bekerja di tanah air. “Prioritas utama adalah bekerja di tanah air, dikarenakan dengan menjadi TKI secara investasi sebetulnya Negara atau Pemerintah rugi. Kalau dihitung sejak lahir sampai lulus pendidikan dan kemudian bekerja, sebetulnya sudah cukup banyak inveestasi yang diberikan kepada anak bangsa ini. Lalu kalau kemudian diutamakan menjadi TKI bekerja di luar negeri, Negara sebetulnya rugi. Akan tetapi kalau didalam negeri belum mendapatkan kesempatan kerja, monggo saja menjadi TKI. Namun menjadi TKI itu bukan tujuan utama dan bukan untuk selamanya,” papar Aris mengingatkan peserta latih.

G to P

Sedangkan Elin mengatakan, terkait dengan 32 calon TKI Canada yang menjalani pelatihan peningkatan kapasitas Bahasa Inggris karena merupakan angkatan pertama, hendaknya dapat memanfaatkan dengan baik dan maksimal. Sehingga ke-32 peserta nantinya semua dapat diberangkatkan bekerja di Canada. “Tingkatkan terus belajar selama menjalani pelatihan, sehingga semuanya (yakni ke-32 calon TKI Canada, red.) dapat diberangkatkan bekerja ke Canada. Berikut tunjukkan kemampuan yang terbaik, sehingga dapat dijadikan contoh para calon TKI lain nantinya,” kata Elin.

Elin menjelaskan, BNP2TKI – sebagaimana disampaikan Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi Endang Sulistyaningsih didalam berbagai kesempatan – mendapatkan permintaan dari pengguna di Canada sebanyak 1.200 TKI semi skill dan skill pada sektor butcher/meat cutter. Tepatnya di perusahaan Cargill Meat Solustion (SMC) di Provinsi Alberta, Canada.

Dijelaskannya, bahwa penempatan TKI Canada ini terjadi melalui program Government to Privat (G to P). Baru-baru ini BNP2TKI telah melakukan penandatanganan kerjasama (Memorandum of Understanding/MoU) pada saat kunjungan kerja ke perusahaan CMS Canada. Perusahaan CMS ini bergerak di industri peternakan, dan untuk TKI yang diminta saat ini untuk pemotong daging (butcher/meat cutter) dengan kontrak kerja selama 2 (dua) tahun.

Adapun persyaratannya adalah, berpendidikan serendah-rendahnya lulusan SLTA atau sederajat, usia antara 21 tahun sampai 43 tahun, memiliki pengalaman bekerja di pemotongan daging selama 3 tahun, dan memiliki kemampuan Bahasa Inggris 4,5 IELTS.

Elin menambahkan, bahwa saat ini calon TKI yang berminat bekerja di Canada terdapat kurang lebih 1.000 orang. Hal itu meliputi pendaftaran yang dilakukan melalui sistem online di websitehttp://jobsinfo.bnp2tki.go.id maupun mereka yang datang sendiri dengan membawa curriculum vitae (CV) ke BP3TKI maupun ke BNP2TKI. “Untuk menghindari terjadinya pertukaran atau manipulasi data, kita dorong agar calon TKI seyogyanya melakukan pendaftaran secara online melalui website http://jobsinfo.bnp2tki.go.id,” jelas Elin memungkasi keterangannya.***(Imam Bukhori)

Dipublikasi di Uncategorized | 34 Komentar

Pembiayaan TKI formal dengan sistem potong gaji

PJTKI/PPTKIS menghindari sistem ini.

 

Kecuali karena memang diatur oleh negara penempatan. Dan untuk saat ini hanya pemerintah Taiwan yang memberlakukan itu. Karenanya mereka melibatkan bank mereka Chinatrust untuk melakukan pemotongan gaji, selain juga memberi kesempatan kepada BPR kita (yang tentu saja tetap saja harus bekerjasama dengan bank Taiwan lainnya).

 

Untuk penempatan TKI formal ke negara lain, tak ada pemotongan gaji yang menyerupai Taiwan. Menurut saya, penempatan ke Taiwan cukup mahal (saat artikel ini ditulis sekitar 45 jutaan) untuk gaji per bulan yang hanya berkisar 6-7 jutaan (tergantung naik turunnya nilai mata uang kita. Mereka juga menetapkan biaya yang tinggi pada pekerja dari lain negara seperti Filipina dan Vietnam. Pekerja dari negara terakhir malah harus membayar 30% lebih tinggi daripada TKI untuk dapat bekerja di Taiwan.

 

BNP2TKI, sejak pemberlakuan sistem online sudah berupaya menurunkan tarif tersebut. Tapi hasilnya, karena kurang perhitungan, malah membuat permintaan TKI kita malah turun. Pihak Taiwan lebih suka memilih pekerja Vietnam misalnya yang berani bayar lebih mahal atau rela gajinya dipotong lebih besar.

 

Kembali ke tema pokok kita kali ini, di lain negara selain Taiwan, tak ada perekrutan dan penempatan yang dibiayai seperti yang diberlakukan Taiwan.

 

Kalaupun ada, hanya antar perusahaan. Misalnya, perusahaan Malaysia memotong gaji TKI untuk mengganti biaya perekrutan dan penempatan. Tapi, pemotongan tidak dilakukan oleh bank mereka. Jadi hanya perusahaan saja. Segelintir perusahaan Arab Saudi melakukan hal serupa. Sementara perusahaan Qatar, Uni Emirat Arab (Dubai dan Abu Dhabi) dan Kuwait, tidak melakukan itu karena ada larangan pemerintah mereka.

 

 

 Bagaimana dengan negara Eropa, Australia, Selandia Baru (New Zealand) dan Amerika Serikat (AS)? Boleh dikatakan permintaan TKI untuk ke sana saja tidak ada, jadi tak perlulah dibahas pemotongan gaji. Untuk saat ini hanya di Kanada yang menerima TKI. Dan mereka tak memberlakukan sistem potong gaji. Jadi semua pembiayaan harus selesai di sini.

 

Apakah PJTKI/PPTKIS bisa melakukan inisiatif pembiayaan di awal lalu belakangan memotong gaji TKI yang diberangkatkan sebagai pembayaran biaya proses dan fee?

Tergantung. Tak semua PJTKI/PPTKIS sanggup melakukannya. Apalagi bila jumlah calon TKI yang bakal ditempatkan keluar negeri mencapai puluhan hingga ratusan orang.

Kalaupun bisa, juga ada satu hal yang menjadi pertimbangan; akankah TKI yang sudah diberangkatkan bersedia membayar? Mengingat seperti di Qatar misalnya, pemotongan gaji dilarang. Pekerja (Baca: TKI) harus dengan sukarela membayar langsung. Jadi perusahaan di Qatar tak boleh memotong.

 

Bagi kami, perekrutan dan penempatan TKI dengan sistem potong gaji, sangatlah beresiko. Tak usahlah kepentok masalah, dengan alasan tidak betah, TKI biasa mangkir membayar. Samalah dengan bila anda meminjamkan uang ke teman. Saya yakin kalau jumlahnya tak seberapa anda lebih memilih memberi daripada meminjamkan. Daripada sakit hati karena susah payah menagih.

 

Jadi itu yang membuat kami menghindari sistem potong gaji.

 

Keterangan saya tentu tak menggembirakan bagi anda yang sedang mencari kerja ke luar negeri lewat kami dengan mengharapkan sistem potong gaji. Kembali saya mengingatkan anda bahwa penempatan TKI yang kami lakukan murni bisnis. Dan anda yang hendak bekerja di luar negeri atau di manapun, haruslah berhitung secara bisnis juga. Pula, bekerja di luar negeri adalah salah satu cara untuk mencari nafkah. Masih banyak kesempatan di luar sana.

 

Mengenai pembiayaan untuk menjadi TKI formal silakan klik: http://pjtkidantki.wordpress.com/2013/01/27/tentang-biaya-untuk-tki-informal-dan-formal/

 

Yang berminat menjadi TKI tanpa melalui PJTKI/PPTKIS silakan klik: http://pjtkidantki.wordpress.com/2012/05/01/tentang-tki-mandiri-dan-persyaratannya/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 12 Komentar

Satu lagi kiat menghindari penipuan

Terutama bila anda melamar ke salah satu lowongan yang diumumkan PJTKI dan anda diminta untuk membayar di muka. Inilah yang perlu anda lakukan; minta perjanjian penempatan antara PJTKI/PPTKIS dan anda selaku calon TKI.

Apa itu perjanjian penempatan? Seperti namanya adalah perjanjian yang dibuat antara calon TKI dan PJTKI/PPTKIS yang berisi hal-hal yang berkaitan dengan:

1. Posisi kerja yang ditawarkan oleh PJTKI/PPTKIS

2. Gaji yang disepakati

3. Negara tujuan

4. Rincian pembiayaan

5. Waktu tunggu setelah membayar hingga berangkat ke negara penempatan. Saya sarankan anda, calon TKI untuk memberi toleransi tidak lebih dari 3 atau 4 bulan dari setelah anda membayar hingga terbang. Mengapa? Bila lebih dari itu, medical report anda sudah hangus.

6. Sanksi bila PJTKI/PPTKIS tidak bisa menepati perjanjian penempatan juga sanksi bila anda calon TKI bila melanggar perjanjian yang sama. Bila ada sanksi keuangan, harus disebutkan secara detil.

7. Perjanjian penempatan harus ditandatangani oleh pihak berwenang dari PJTKI/PPTKIS setingkat direktur. Bukan karyawan apalagi sponsor/calo (bila Anda melamar tidak langsung).

 

Jadi itu adalah poin-poin penting dalam perjanjian penempatan. Dan bila ada salah satu pihak yang melanggar, bisa dituntut secara hukum karena perjanjiannya jelas.

Semoga membantu

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | 20 Komentar